Pendidikan Seksualitas dari LP3I bagi Peserta Didik Baru

Kupang, medikastar.id

Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) College terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa.  Salah satu misi untuk mewujudkannya adalah dengan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja dengan kemampuan yang terampil dan profesional.  Dalam upaya itu, berbagai kegiatan akademik  terus dilakukan. Salah satunya adalah PSPL.

PSPL (Pengenalan Sistem Pendidikan dan Lingkungan) LP3I digelar di awal semester. Kegiatan tersebut dimulai sejak 10 sampai 14 September 2018.  Berbagai materi dasar dan informasi terkait diberikan kepada peserta didik baru dengan jumlah 57 peserta. Peserta yang ada terbagi dalam empat jurusan. Jurusan-jurusan tersebut adalah Bussines Administration (Administrasi Bisnis), Computerized Accounting (Akuntansi Komputer), Office Management (Manajemen Perkantoran), dan Informatic Computer ( Informatika Komputer).

Materi-materi yang diberikan menjadi bekal dasar bagi peserta. Adapun materi-materi tersebut adalah materi tentang informasi dasar LP3I, materi dari aspek kerohanian,  aspek kepribadian, dan lain sebagainya. Termasuk pula materi yang berkaitan dengan aspek kesehatan. Untuk itu, panitia penyelenggara menghadirkan dr. Yoseph Elkridus Gonang (owner Klinik King Care kupang) pada kamis (13/9/2018) untuk berbicara tentang Sex Education (Pendidikan seksualitas: problema, fenomena, dan solusi).

Branch Manager LP3I College Kupang, Heri Juarsah,S.AB kepada Medika Star mengungkapkan betapa pentingnya anak muda memahami seksualitas dari aspek pendidikan. Dengan memahami informasi yang benar tentang seksualitas, diharapkan kaum muda dapat terhindar dari masalah-masalah seperti kawin di luar nikah, pergaulan bebas, perilaku seksual berisiko, penularan Infeksi Menular Seksual (HIV, Sifilis), dan sebagainya.

Sekitar pukul 11.00 wita, Dokter Eki Gonang diberi kesempatan memberikan materi. Dari materi yang ada,  dr. Eki mengemas dalam satu sub judul yang menarik yakni Seksualitas Zaman Now. Disaksikan Medika star, pemaparan materi berlangsung seru. Antusias peserta dan panitia sangat nampak terasa. Dokter Eki dalam materinya menekankan bahwa seksualitas bukan hal yang tabuh untuk dibicarakan. Sebab selama ini kebanyakan orang mengetahui seksualitas hanya sebatas organ kelamin, kenikmatan, dan kehamilan sebagai akibat. Lebih dari itu, menurut ilmu kedokteran, seksualitas adalah salah satu kebutuhan manusia. Seksualitas mencakup banyak aspek dan bidang kehidupan manusia.

“Jadi, pendidikan seksualitas itu sangat penting. Pendidikan seksualitas adalah salah satu kebutuhan manusia”,  ungkapnya.

Bagi Dokter Eki, pendidikan seksualitas yang salah atau terlambat akan berakibat pada tingkah laku seksualitas yang salah. Dampaknya banyak anak muda terjerat dalam pergaulan dan seks bebas akibat dari upaya coba-coba karena rasa ingin tahu. Jauh lebih berbahaya bila anak muda mencari dan mendapatkan sendiri informasi tentang seksualitas dari sumber yang salah dan tidak benar.

Baginya ini persoalan serius. Informasi tentang seksualitas dari sumber yang salah akan berdampak pada pola pergaulan bebas, perilaku seksualitas berisiko, dan sebagainya.

Solusinya adalah dengan tindakan promotif dan preventif. Edukasi yang benar tentang seksulitas menjadi hal yang sangat penting bagi kaum muda, seperti edukasi tentang kesehatan reproduksi, bahaya kehamilan di luar nikah, bahaya Infeksi Menular Seksual, bahaya Pergaulan Bebas, dan sebagainya. Pendidikan seksualitas harus dimulai dari dalam keluarga disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Menurut Dokter Eki, peran semua orang termasuk pemerintah sangat diharapkan. Pemerintah seharusnya dapat mengeluarkan aturan tentang pendidikan seksualitas di sekolah sesuai dengan usia dan kematangan anak. Selain pemerintah, pihak swasta juga berperan penting. LP3I merupakan lembaga swasta yang mulai menyelengarakan pendidikan seksualitas yang baik bagi peserta didiknya dengan menghadirkan nara sumber dari profesi kesehatan.   (DM)

Baca Juga: Atasi Persoalan Gizi, Pemdes Golo Lalong Buka Pos Gizi Desa