Borong, Medika Star.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Golo Lalong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka Pos Gizi Desa. Di Pos Gizi tersebut disajikan ragam menu makanan berbahan dasar pangan lokal.
Hal ini dibuat guna untuk menjawab persoalan seperti stunting, gizi buruk, dan kurang gizi. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak Rabu (05/09/18) hingga Minggu (16/09/18).
Kegiatan di pos gizi desa yang bernama GENCAR (Generasi Cerdas) ini berlangsung penuh semarak. Adapun sasaran yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya anak-anak dan juga ibu-ibu rumah tangga.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Golo Lalong, Kornelius Visgratus, dan juga petugas kesehatan Gizi Puskesmas Tilir, Rikardus Tatu. Hadir pula 2 orang petugas dari Poskesdes Golo Lalong, yaitu Ferlina Marniati dan Yuliana Selfi.
Dalam kegiatan ini, ibu-ibu dibagi dalam 6 kelompok. Tugas mereka adalah memberikan asupan makanan tambahan. Tujuannya adalah untuk bisa mengubah perilaku ibu-ibu dalam pola asu anak.
Data menyebutkan bahwa tidak ada anak di desa ini yang mengalami gizi buruk. Namun, jumlah anak yang mengalamai stunting di Desa Golo Lalong ialah sebanyak 25 orang. Sementara anak yang mengalami gizi kurang berjumlah 1 orang.
Adapun menu-menu masakan yang disajikan dalam pos gizi desa Golo Lalong, diantaranya seperti bubur kacang hijau, talam, labu kuning, dan onde-onde dari ubi kayu. Selain itu ada juga nasi kaget atau kolak dari ubi keladi, pisang nogo sari, bola-bola ubi jalar, dan juga jagung Bose.
Rikardus Tatu, salah seorang petugas gizi Puskesmas Tilir saat ditemui media ini di sela-sela kegiatan berlangsung menjelaskan bahwa kegiatan pos gizi yang dilakukan di wilayah Desa Golo Lalong adalah salah satu program dari pemerintah. Tujuannya untuk bisa mencegah terjadinya stunting, gizi buruk, dan gizi kurang.

“Dari kegiatan yang sudah dilakukan ini, terbukti sudah ada perubahan. Khususnya bagi anak-anak yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk,” ungkapnya.
Tatu menjelaskan sasaran dari Pos Gizi Desa adalah anak-anak yang berusia 12 bulan sampai dengan 59 bulan. Sasaran yang diintervensi ialah sebanyak 24 orang. Terdiri dari balita dan anak-anak yang mengalami stunting, gizi buruk, dan gizi kurang.
Kegiatan ini, sambungnya, melibatkan semua masyarakat Desa Golo Lalong tanpa terkecuali. Kegiatan ini tentunya juga melibatkan pemerintah desa.
“Sejauh kami melaksanakan kegiatan ini, kami tidak merasa kesulitan dalam mengumpulkan bahan-bahan yang kami masak karna semuanya adalah bahan-bahan lokal dan sangat muda didapatkan. Dan ternyata menu-menu yang dimasak ini kandungan gizinya sangat tinggi untuk kesehatan anak-anak,” jelas Tatu.
Terpisah, Trisia Anija salah seorang kader Posyiandu Desa Golo Lalong kepada media ini menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan pos gizi desa seperti ini pihaknya sangat merasa senang dan bangga. Dirinya mengakui bahwa di wilayah Desa Golo Lalong banyak terdapat anak yang mengalami gizi kurang, gizi buruk, dan juga stunting.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, maka desa kami dinobatkan sebagi desa contoh untuk mencoba menjalankan kegiatan Pos Gizi Desa. Dalam pos gizi ini kami membuat menu masakan dari bahan-bahan pangan lokal,” ungkap Anija.
Sementara itu, Kepala Desa Golo Lalong, Kornelius Visgratus menjelaskan bahwa dirinya sangat mengapresiasi petugas kesehatan, baik dari Puskesmas, Puskesdes dan maupun kader posyandu. Dirinya juga mengapresiasi petugas desa.
“Tanpa keterlibatan mereka, kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan baik lancar,” ungkapnya.
Ia juga sangat berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Golo Lalong yang mendukung kegiatan ini dengan baik.
Visgratus berharap agar dengan adanya kegiatan pos gizi desa seperti ini, ke depan anak-anak dapat menjadi lebih baik, khususnya dalam hal pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Supaya anak-anak Desa Golo Lalong dapat menjadi anak yang sehat, cerdas, dan kuat bagi bangsa dan negara ini,” tuturnya. (Mull)
Baca Juga : Rumah Warga di Desa Golo Tolang Ludes Dilahap Si Jago Merah

