Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pelatihan Food Safety-Hazard Analysis and Critical Control Points

medikastar.id

Istilah keamanan pangan dapat diartikan sebagai bebasnya suatu produk makanan dari bahan pencemar. Seperti cemaran biologis, bahan kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, membahayakan kesehatan manusia, termasuk hal-hal yang dapat merusak produk makanan.

Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai salah satu institusi yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran vokasional di bidang gizi, mempunyai kepedulian terhadap keamanan pangan. Oleh karenanya Prodi ini menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan/Food Safety dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Pelatihan ini ditujukan bagi para alumni Prodi Gizi dan tenaga penjamah makanan, baik di rumah sakit maupun industri penyelenggaraan makanan.

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, sejak Senin (10/09/18) hingga Kamis (13/09/18) dan diikuti oleh 44 peserta. Para peserta terdiri dari 2 orang ahli gizi dari RSU Prof W.Z Johannes Kupang, 2 orang ahli gizi RSJ Naimata Kupang, dan 2 orang ahli gizi dari RS Siloam Kupang. Selain itu, juga diikuti oleh 4 orang ahli gizi dari RSU Soe, 1 orang ahli gizi dari RS Atambua dan 33 alumni mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) adalah sebuah metode operasi terstruktur yang dikenal secara internasional yang bisa membantu organisasi dalam industri makanan dan minuman untuk mengidentifikasi risiko keamanan pangan dan mencegah bahaya dalam keamanan pangan. Kegiatan pelatihan ini bekerjasama dengan Seameo Recfon UI, sehingga narasumber utama kegiatan ini berasal dari Seameo Recfon UI yaitu, Dr. Dwi Nastiti Iswarawanti. Pembicara lainnya, yaitu Dr. Annasari Mustafa, M.Sc dari Poltekkes Kemenkes Malang. Sementara narasumber dari Poltekkes Kemenkes Kupang  yaitu Indhira Shagti, SST.,M.Gizi dan Juni Gresilda L.Sine, STP.,M.Kes.

Pada pelatihan Food Safety dan HACCP ini peserta dibekali dengan pengetahuan mengenai prinsip dan implementasi HACCP, yang lebih mengutamakan tindakan preventif dalam prosesnya sehingga hasilnya lebih optimal.

Pada hari pertama dan kedua, peserta mendapatkan bekal materi tentang system dan prinsip HACCP, Good Manufactoring Product (GMP), SSOP, dan mengerjakan exercise SSOP serta melihat video tentang Food Safe and Food Smart. Pada hari ketiga, peserta diajak melakukan kunjungan lapangan ke RSU Prof Dr.W.Z Yohanes Kupang, RS Siloam Kupang, RM Ayam Bakar Wong Solo dan Tety Boga Catering.

Setelah kunjungan, peserta melaksanakan praktik langsung menyusun dokumen HACCP Plan. Praktik ini diharapkan membuat para peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memahami titik-titik kristis yang perlu dikendalikan dalam pengolahan produk pangan pada suatu institusi penyelenggaraan makanan.

Dari pelatihan ini, diperoleh hasil yang sangat memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata post test dibandingkan dengan nilai rata-rata pre testnya. Terdapat 5 peserta yang memperoleh nilai post test tertinggi. Mereka mendapatkan doorprice dari panitia.

Setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan Food Safety dan HACCP akan memperoleh Sertifikat dari Seameo Recfon UI yang diakui secara internasional. Sertifikat yang diperoleh mempunyai banyak manfaat penting. Salah satunya ialah menjamin bahwa setiap peserta paham bagaimana cara mengimplementasikan HACCP, memanage Food Safety dimana tidak semua mahasiswa yang mendapat pelatihan ini. Dengan adanya sertifikat ini, perusahaan lebih diyakinkan bahwa yang bersangkutan mampu untuk menerapkan HACCP.  (*)

Baca Juga : Hari Farmasi Sedunia, Ini yang Dilakukan Hisfarma DPD IAI NTT