Hari Farmasi Sedunia, Ini yang Dilakukan Hisfarma DPD IAI NTT

Kupang, medikastar.id

Setiap tanggal 25 September, dalam dunia kefarmasian diperingati Hari Apoteker sedunia. Istilah lain dalam bahasa Inggris yakni World Pharmacist Day (WPD). WPD sejatinya merupakan momentum yang terpenting bagi mereka yang membidangi kefarmasian itu.

Di Nusa Tenggara Timur, terdapat salah satu wadah yang bergerak di bidang kefarmasian yakni Hisfarma. Hisfarma merupakan singkatan dari Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat. Wadah ini berada di bawah naungan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah (PD) NTT. Sebagai salah satu wadah yang bergerak di bidang kefarmasian, sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati hari Apoteker sedunia ini.

Chindy Herina Natu, S. Farm.,Apt selaku ketua Hisfarma PD IAI NTT kepada Medika Star, Senin (24/09/18) membenarkan hal tersebut.  Pada awalnya, sebagai salah satu bagian di bawah struktur IAI NTT, Hisfarma memberikaan konsep dan gagasannya kepada PD IAI NTT.

“Pada tahun ini, dalam rangka memperingati hari Apoteker Sedunia, PD IAI menyetujui beberapa rangkaian kegiatan yang ditawarkan,” jelasnya.

Sebagai salah satu wadah di bawah naungan IAI NTT, hal ini merupakan satu kebanggan. Terkait hal ini, Chyndi bersama rekan-rekan Hisfarma IAI NTT berkoordinasi dengan koordinator wilayah masing-masing kabupaten untuk bergerak bersama. Kegiatan yang dimaksud sebagai wujud cinta nyata terhadap profesi Apoteker dan perannya bagi masyarakat.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan yakni home care, Bakti Sosial, Konseling dan sejumlah kegiatan lainnya. Kegiatan ini berjalan di bawah tema, “Apoteker Mendekatkan diri ke Masyarakat.” Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bidang kefarmasian.

“Kami memulai dengan konsultsi informasi dan edukasi ke rumah-rumah,” ungkap Chyndi.

Menurut Chyndi, saat ini banyak masyarakat yang belum paham mengenai tugas dan peran apoteker. Pengetahuan masyarakat terkait hal ini masih minim.

Melihat kenyataan yang ada, Hisfarma menyiapkan waktu khusus untuk memberikan informasi dan edukasi seputar kefarmasian dari rumah ke rumah. Waktu yang disiapkan Hisfarma dan disetujui oleh PD IAI NTT yakni selama satu minggu, terhitung dari tanggal 22 sampai dengan 29 September 2018.

Sasarannya adalah agar masyarakat memahami penggunaan obat-obatan secara baik dan benar. Penggunanan obat yang baik dan benar menurut Chyndi, salah satunya adalah mengkonsumsi obat sesuai anjuran dan resep dokter.

Chyndi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini di beberapa daerah masih ada stigma atau keyakinan terhadap penggunaan obat dalam jumlah yang banyak dapat menyembuhkan penyakit dengan cepat. Melawan stigma yang ada merupakan salah satu cara dan bagian dalam edukasi dan informasi yang sedang berlangsung saat ini.

Menariknya, pemberian informasi kepada masyarakat tersebut, selain dengan pembagian leafleat atau brosur, juga dengan berkunjung rumah ke rumah. Dikisahkan Chyndi dalam seharian, pihaknya bisa mengunjungi puluhan bahkan ratusan rumah, karena semua anggota Hisfarma terbagi dalam tim atau kelompok-kelompok kecil.

“Anggota Hisfarma terbagi dalam beberapa kelompok, anggotanya 2 sampai 3 orang,” jelasnya.

Pelayananan informasi ke rumah rumah atau istilah yang dipakai oleh Hisfarma PD IAI NTT adalah home care hingga saat ini sedang dan terus berlangsung. Beberapa wilayah yang sudah melaksanakan kegiatan ini adalah wilayah Belu, TTU, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan beberapa wilayah lainnya, di bawah komando Korwil masing-masing.

“Terima kasih kepada teman-teman korwil yang terus berjuang di lapangan hingga saat ini,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Chyndi sebagai Koordinator Hisfarma PD IAI NTT berpesan agar masyarakat bisa menggunakan obat-obatan dengan baik dan benar. Baginya penggunaan obat yang berlebihan, tidak sesuai resep dokter, dan lain sebagainya dapat mempengaruhi imun atau kekebalan tubuh itu sendiri. Sehingga ia berharap agar masyaraat NTT khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dapat memahami penggunaan obat yang baik dan benar. (DM)

Baca Juga : Kemen PPPA Sasar Daerah Rawan TPPO