Larantuka, medikastar.id
Tim Promkes Puskesmas Waiwadan, Kabupaten Flores Timur memfasilitasi berlangsungnya pertemuan lintas sektoral (Linsek) bidang kesehatan Triwulan III tingkat Kecamatan Adonara Barat. Pertemuan tersebut berlangsung di Desa Wureh kecamatan Adonara Barat, Rabu (10/10/18).
Pertemuan Linsek ini merupakan bagian dari kerja sama Puskesmas dan Linsek demi mendukung Puskesmas Waiwadan dalam kegiatan di bidang Kesehatan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 44 Tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas, diharapkan Puskesmas wajib melakukan pertemuan Linsek. Pertemuan ini dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun. Permenkes tersebut telah mengatur berbagai peran Linsek yang dapat membantu Puskesmas untuk dapat meningkatkan perannya sebagai pelaku dalam bidang kesehatan di tingkat kecamatan.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai Linsek, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Forkompinca, Kepala UPTD Puskesmas, dan Koordinator pengawas sekolah. Hadir pula Koordinator PLKB, PKK kecamatan, Kepala Desa, Kader Posyandu se-kecamatan Adonara Barat dan Petugas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang SDK Dinkes Flotim, Mely Kedang, SKM menekankan mengenai mengenai peran Dinkes dalam mendukung Linsek. Bahwa kegiatan Linsek wajib diikuti oleh Dinas Kesehatan untuk dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat tentang kesehatan di kecamatan.
“Puskesmas Waiwadan dahulu berbeda dengan kondisi sekarang. Banyak terjadi perubahan, baik dari segi penampilan maupun dari teknis pelayanan,” tutur Mely.
Ia juga menegaskan bahwa di tahun 2019 nanti, Puskesmas Waiwadan akan menghadapi proses reakreditasi Puskesmas. Di mana 3 tahun sebelumnya, Puskesmas ini telah lulus dengan predikat Akreditasi Dasar. Diharapkan proses yang telah dilalui selama ini dapat meningkatkan strata Puskesmas Waiwadan dari Akreditasi Dasar ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Camat Adonara Barat, Wilhelmus Wisok Mangu, SH menegaskan mengenai pentingnya kehadiran semua Linsek di kecamatan dalam mendukung kegiatan di bidang kesehatan.
“Linsek ini sangat penting untuk kita bersama mengevaluasi kegiatan kita 3 bulan sebelumnya sesuai dengan RTL yang telah kita buat. Juga mengupayakan peningkatan kinerja di semua lini, baik di bidang kesehatan maupun pemerintahan,” katanya.
“Ke depan diharapkan partisipasi semua kepala UPTD dalam kegiatan koordinasi. Baik itu dalam rapat maupun apel kesadaran, maupun apel senin pertama dalam bulan,” sambungnya.
Lebih jauh, kepala Puskesmas Waiwadan, Nikolaus Narek Kopong, A.Md.Kep menyampaikan mengenai capaian kinerja Puskesmas Triwulan III dari Program UKM Esensial dan UKM pengembangan. Dikatakan bahwa program UKM yang menonjol pada triwulan III ini adalah program Gizi dengan capaiannya 98 persen. Sementara yang perlu mendapat masukan adalah program Promkes yang capainnya hanya sebesar 65 persen.
Dijelaskan pula bahwa dari analisis PIS PK yang ada di kecamatan ini, terdata bahwa keluarga sehat masih rendah. Olehnya, Puskesmas dan desa terus berupaya lewat kegiatan preventif dan promotif untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Nikolaus juga menyampaikan mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas Waiwadan. Bahwa nilai didominasi oleh rasa Puas, yakni sebesar 98% persen. Di akhir presentasinya, Ia pun menekankan proses reakreditasi Puskesmas Waiwadan tahun 2019.
“Diharapkan partisipasi kita semua, baik dalam bentuk tenaga maupun dana untuk memperbaharui Puskesmas Waiwadan ke arah yang lebih baik lagi,” tuturnya. (*/NikolausKopong)
Baca Juga : Wah, Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur Duduki Peringkat Tertinggi di TTU!

