Kota Kupang, medikastar.id
Dalam kerangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2018, IDI Kota Kupang menggelar sejumlah aksi solidaritas. Aksi tersebut dimaksudkan untuk membantu para korban bencana gempa di Palu dan Donggala. Selain itu, akan dilaksanakan pula kegiatan ilmiah berupa pelatihan untuk dokter bedah se-Indonesia yang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Juga diadakan kegiatan ilmiah untuk dokter umum se-NTT serta bagi para perawat.
“Untuk HUT kali ini, IDI cabang Kota Kupang berusaha untuk peduli dengan bangsa, dalam kaitannya dengan masalah-masalah bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini. Sehingga di HUT kali ini, kita fokus di aksi keprihatinan dan solidaritas terhadap saudara kita yang mengalami bencana,” terang dr. Stef Soka, Sp.B, Ketua IDI Kota Kupang kepada Medika Star.
Terkait aksi solidaritas tersebut, dr. Stef menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan sejumlah kegiatan penggalangan dana. Kegiatan tersebut berupa penjualan makanan dan penjualan kaus. Selain itu, dibuka juga rekening khusus untuk para dokter yang ingin menyumbangkan dana.
“IDI cabang Kota Kupang juga bekerja sama dengan LSM dan telah mengirim salah satu anggota IDI ke Palu. Saat itu kita juga menitipkan bantuan dana sebesar 5 juta rupiah,” tuturnya.
dr. Stef menerangkan bahwa jika ke depan pihaknya memperoleh banyak sumbangan, maka sumbangan tersebut akan disalurkan melalui IDI cabang Palu atau melalui pemerintah.
“Karena kita tidak tahu kebutuhan riilnya seperti apa, sehingga kita memberikan bantuan dalam bentuk uang saja,” tambahnya.
Selain aksi solidaritas tersebut, dr. Stef menuturkan bahwa dalam rangka memeriahkan HUT IDI tersebut, tetap dilaksanakan kegiatan ilmiah untuk meningkatkan kualitas para dokter.
Terkait kegiatan ilmiah ini, akan dilaksanakan pelatihan untuk dokter bedah se-Indonesia. Pelatihan ini terpusat di Kota Kupang. Dalam kegiatan tersebut pihaknya akan bekerja sama dengan Perhimpunan Bedah Endo Laparoskopi Indonesia dan Perhimpunan Bedah Endo Laparoskopi Asia Tenggara.
“Kita akan melakukan pelatihan untuk dokter bedah se-Indonesia kemudian Introduction Laparoskopi untuk dokter-dokter umum di seluruh NTT. Juga pengenalan peralatan Laparoskopi untuk para perawat,” terang dr. Stef.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada tanggal 26 Oktober nanti dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.
Menurutnya, peserta kegiatan dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis, tanpa dipungut biaya. Namun, kuota untuk pesertanya terbatas, yakni hanya untuk 100 orang dokter dan 30 orang perawat. (*/red)
Baca Juga : DPRD TTU Tolak Penambahan Tenaga Kontrak

