Kefamenanu, medikastar.id
Beberapa waktu lalu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menerima penghargaan dalam kategori 99 Kabupaten Top Inovatif Indonesia di Surabaya. Kali ini kabar gembira lagi-lagi mengahampiri 2 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu TTU dan Rote Ndao.
Program inovatif yang dicanangkan oleh Pemda TTU berhasil masuk sebagai 15 Kabupten Top Inovatif di Indonesia dari 40 Kabupaten yang telah melewati seleksi.
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez, S.Pt saat ditemui Medika Star di Gedung DPRD TTU, Selasa (05/11/18) membenarkan terkait keberhasilan yang dicapai tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa melalui Program Padat Karya Pangan dapat menurun angka kemiskinan di TTU secara makro dari 65.62 persen ke 21.22 persen dalam kurun waktu 7 tahun karena alasan dinilai sangat sederhana tapi berkontribusi menurunkan angka kemiskinan.
“Padat karya pangan awalnya kita mengkonversi raskin yang oleh pemerintah pusat dibeli dengan harga Rp.1.600 rupiah per kilogram dan oleh Pemda menggunakan APBD membayarnya. Kemudian Pemda memberi kepada masyarakat secara gratis dengan kompensasi mereka memperluas lahan garapannya 25 are per KK per tahun,” ungakapnya.
Lebih lanjut Raymundus mengatakan, hal itu sekaligus menyelesaikan kriteria kemiskinan karena salah satu kriteria kemiskinan adalah luas lahan garapan tidak boleh kurang dari 50 are atau setengah hektar. Menurutnya pada tahun kedua ini, TTU telah menyelesaikan satu tahap kriteria kemiskinan dari 14 variabel kemiskinan.
“Sehingga dengan sendirinya angka kemiskinan akan menurun. Program padat karya pangan kemudian membuat petani kebun menetap, kalau kebun sudah menetap, luas lahan meningkat, lingkungan lestari. Itu bagian dari padat karya pangan,” tandasnya.
Ketua DPW NTT Partai Nasdem itu menegaskan bahwa ini merupakan penghargaan tertinggi di seluruh Indonesia yang akan diberikan langsung oleh Presiden pada tanggal 7 dan 8 November 2018. (Santos)
Baca Juga : TTU Meriahkan HKN dengan Berbagai Kegiatan

