Tingkatkan Kompetensi Bidan, IBI Cabang Flotim Lakukan Hal Ini

Larantuka, medikastar.id

Untuk meningkatkan kompetensi Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Ikatan Bidan Indonesi (IBI) Cabang Flores Timur (Flotim) menggelar kegiatan Pelatihan Standarisasi Kompetensi Kebidanan. Pelatihan ini digelar bagi Bidan di Kabupaten Flotim sejak 5 Oktober hingga 24 November 2018. Hal ini dikatakan oleh Koordinator Pelatihan, Joria Parmin, SST, M.Keb di Aula KPRI Karykes Larantuka, Flotim, Jumat (16/11/2018).

Menurut Joria Parmin, pelatihan standarisasi kompetensi kebidanan ini merupakan program IBI Flotim dan berdaraskan hasil keputusan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IBI Flotim tahun 2017 lalu. Selain itu, kegiatan ini digelar mengingat banyaknya lulusan yang bervariasi dengan tingkat pengetahuan dan skill yang bervariasi.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan Ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang paling utama dari seorang Bidan. Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan dituntut untuk memiliki standar kompetensi sebagai acuan untuk melaksanakan segala tindakan asuhan kebidanan yang diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat secara professional.

Standar kompetensi Bidan merupakan tolak ukur kemampuan standar yang harus dimiliki oleh seorang Bidan. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi tentang pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dimiliki oleh seorang Bidan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada Ibu dan Bayi. Bidan juga diharapkan mampu memberikan ANC, APN dan PNC sesuai standar. Selain itu, Bidan harus mampu memberikan pelayanan KB, Kesehatan Reproduksi, pelayanan kebidanan komunitas sesuai standar. Juga mampu memberikan pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal sesuai standar serta mampu memahami etika profesi dan mampu menerapkannya dalam pelayanan kebidanan,” lanjut Joria.

Joria pun berharap bahwa agar pelatihan standarisasi kompetensi kebidanan ini meningkatkan kompetensi Bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Dengan demikian diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Flotim.

Sementara itu, Agustina Kewa Kian, A.Md. Keb, yang juga adalah salah seorang fasilitator kegiatan pelatihan, mengatakan bahwa Bidan yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 350 orang dari 21 Puskesmas di Kabupaten Flotim. Mengingat banyaknya peserta, maka kegiatan dibagi dalam 6 gelombang atau kelompok. Hingga saat ini sudah 5 kelompok yang mengikuti kegiatan.

“Materi pelatihan yang diberikan bagi para peserta adalah Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas dan Bayi baru lahir. Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi, Kebidanan komunitas serta penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatus. Juga tentang etika profesi serta perijinan dan STR,” jelas Agustina.

Ia berharap pelatihan standarisasi kompetensi kebidanan ini dapat meningkatkan kompetensi Bidan untuk lebih professional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*/Emanuel F. Ola Masan/red)

Baca Juga: Atasi Stunting, Flores Timur Deklarasikan Gempur Stunting