Guru Harus Jadi Terang

Kefamenanu, medikastar.id

Peringatan Hari Guru Nasional 2018 dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-73 di Kabupaten Timor Tengah Utara dilaksanakan pada Selasa (28/11/2018). Dalam upacara tersebut, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes S.Pt mengajak para guru untuk terus menjadi terang bagi para siswa.

Raymundus mengatakan, guru adalah panggilan hidup yang amat mulia. Karena itu guru harus selalu tampil sebagai motivator, menekankan disiplin dan menjadi panutan bagi para murid di dalam maupun di luar sekolah.

“Guru harus disiplin karena saya belajar dari guru bisa jadi bupati. Jika guru yang menjadi panutan saya hingga menjadi Bupati tidak disiplin, sangat menyakitkan hati saya,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PGRI bukan hanya memperjuangkan keutuhan bangsa tetapi juga perang melawan kebodohan dan ketertinggalan. Di tangan para guru, masa depan bangsa dipertaruhkan. Karena itu, tanggung jawab itu mesti diemban dengan kesadaran penuh sehingga bisa melahirkan generasi penerus yang unggul.

Selain itu, Raymundus juga menegaskan, guru mesti memberikan angin segar dan profesionalisme. Selain dalam penyelenggaran pendidikan di sekolah, guru juga harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan kepemimpinan transformasi dalam pengembangan kebijakan pemerintah.

Sebelum memberikan sambutannya, terlebih dahulu Bupati TTU membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Pengurus Besar PGRI. Tema yang diangkat dalam sambutan itu adalah “Guru Sebagai Penggerak Perubahan di era Revolusi Industri di Abad Ke-21.

Ribuan guru tampak memadati Lapangan Oemanu, Kecamatan Kota Kefamenanu tempat berlangsungnya upacara peringatan tersebut.

Kilas sejarah

Sebelum kemerdekaan, para penggiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama persatuan guru hindia belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. Anggotanya adalah guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan juga penilik sekolah yang bekerja di sekolah yang ada di tanah air.

Seiring dengan kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri, pengurus dan anggota d PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia pada tahun 1923.

Usai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pengurus dan juga anggota dari PGI mengadakan kongres guru Indonesia. Kongres itu dilaksanakan tepat pada 100 hari setelah kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 24 – 25 November 1945. Kongres ini berlangsung di Surakarta dan mengikrarkan para guru untuk mendukung NKRI. Dan pada saat itu juga organisasi PGI berubah nama menjadi PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia.

Pada tahun 1994, melalui Kepres No 78 Tahun 1994 ditetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional. Ini merupakan balas jasa atas pengorbanan para pahlawan tanpa tanja jasa untuk mendukung NKRI.

Kemudian hal ini dipertegas lagi dalam UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Di dalamnya ditetapkan bahwa tanggal 25 November merupakan Hari Guru Nasional yang  diperingati bersama dengan Ulang Tahun PGRI. (*/red)

Baca juga: Stikes CHMK Kampanye Peduli HIV/AIDS