Maumere, medikastar.id
Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air melakukan terobosan menarik dengan menyiapkan sebanyak 800 ribu bibit sengon. Bibit-bibit ini disiapkan di 2 tempat, yakni di Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka dan di wilayah Insana, Kecamatan Timor Tengah Utara.
Bibit sengon yang ditangkar adalah jenis albasia laut yang sudah tersertifikasi. Jenis sengon ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Dalam waktu satu tahun ketinggiannya sudah mencapai 7 meter. Sengon laut mampu mencapai ketinggian 40 meter dengan diameter 100 cm bahkan lebih.
Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan, bibit-bibit sengon ini akan dijual ke anggota dan masyarakat umum. “Harga yang dipatok sebesar Rp 4.500 per koker kalau diambil sendiri dan Rp 5.000 per koker kalau diantar,” ujar Yakobus Jano.
Pohon sengon terkenal sebagai pohon serbaguna karena hampir setiap bagian pohonnya bermanfaat untuk kebutuhan hidup manusia. Daun pohon sengon diyakini memiliki kandungan protein yang tinggi, yang baik untuk pakan ternak kambing, sapi maupun kerbau. Warna daunnya yang berwarna hijau berguna untuk memasak dan menyerap nitrogen dan karbiondioksida dari udara bebas.

Nodul pada akar sengon dapat membantu proses porositas tanah dan penyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Sehingga dapat menyuburkan tanah, di sekitar lahan yang ditanami pohon sengon bisa ditanami palawija untuk mendapat penghasilan. Akar rambutnya yang kuat mampu menyimpan zat nitrogen, sehingga tanah di sekitarnya menjadi subur.
Dari bagian-bagian yang ada pada pohon sengon, batang sengon atau kayu sengon banyak dimanfaatkan untuk keperluan industri pabrik pengolahan kayu, baik yang berbentuk kayu olahan papan seperti pembuatan peti, pengecoran semen dalam konstruksi, industri korek api, kertas, pensil dan lain-lain.
Dengan berbagai manfaat tersebut, sengon diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif usaha produktif anggota koperasi dan masyarakat umum. Dengan itu, persoalan kredit macet dapat teratasi sekaligus bagian dari usaha penghijauan untuk jangka waktu 5 tahun.
Menurut Yakobus Jano, Pintu Air berkomitmen memberdayakan anggota dengan mendorong usaha-usaha produktif termasuk penanaman sengon sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat. (*)
Baca Juga: Lombok Bangkit untuk Perempuan dan Anak

