Borong, Medika Star.com
Gedung Kantor Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya diresmikan, Sabtu, (15/12/18). Sebelumnya, sejak 3 Februari 2017 lalu, kantor desa ini ambruk akibat tertimpa angin puting beliung. Tanpa adanya kantor, selama ini aparat desa terpaksa memanfaatkan rumah warga untuk berkantor.
Hermenigildus Jehadut, Kepala Desa (Kades) Golo Meni kemudian menuturkan terobosannya demi membangun sebuah kantor desa yang baru.
Hermenigildus menjelaskan bahwa saat ini telah ada undang-undang baru tentang desa , yaitu UU No 6 Tahun 2014. Dalam UU tersebut, jelasnya, ada dua jenis pengalokasian dana yang masuk di desa. Pertama, dana desa (DD), yakni dana yang dianggarkan oleh anggaran pendapatan dan belanja Negara. Kedua, Dana Desa (DD) yang dialokasikan dari kabupaten melalui perhitungan, baik dari pendapatan asli daerah maupun pendapatan asli desa.
“Sehingga, pendapatan asli desa sangat mempengaruhi besaran anggaran dana desa dari kabupaten. Begitu dua jenis dana ini masuk ke rekening Desa Golo Meni maka saya mencari cara untuk membangun Kantor Desa Golo Meni,” katanya.
Cara yang dilakukan, ialah melakukan pemangkasan dana dari semua kegiatan yang ada di Desa Golo Meni.
“Saya potong semua kegiatan operasional perkantoran, baik dari gaji aparat desa Golo Meni, perjalanan dinas, dan ATK. Total dari pemotongan tersebut jumlah dananya sebesar Rp2. 86.000.000, sehingga sampai pada hari ini Kantor Desa Golo Meni sudah berdiri,” jelas Hermenigildus.
Ia mengungkapkan, selama ini sebelum kantor desa ini dibuat, pihaknya memanfaatkan rumah warga untuk dijadikan sebagai kantor desa dan itu tidak dibayar sama sekali.

“Selama 2 tahun kami gunakan rumah warga masyarakat desa Golo Meni untuk dijadikan kantor desa. Alasan kami menggunakan rumah warga sebagai kantor desa karena pada tanggal 3 Februari tahun 2017 kantor desa Golo Meni ambruk dan hancur akibat tertimpa angin puting beliung,” tuturnya.
Camat Kota Komba, Herman Jebarus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepala desa Golo Meni.
“Dia punya keberanian. Tanpa ada dana alokasi khusus dari anggaran dana desa (ADD) dia bangun konspirasi dengan seluruh aparatnya di desa sampai honor aparat desa dipotong untuk pembuatan kantor desa Golo Meni. Ini sangat luar biasa dan hebat. Ini baru terjadi di wilayah kecamatan kota komba, ungkapnya
“Satu hal yang saya mau pesan pada kesempatan ini; kantor desa Golo Meni sudah selesai dibangun, untuk itu tolong seluruh pelayanan masyarakat desa Golo Meni ini harus di kantor desa. Setiap hari juga bendera harus dinaikan di kantor desa,” katanya.
Peresmian kantor desa tersebut diawali dengan acara adat Manggarai, yaitu kepok sundung. Setelah kepok sudung selesai langsung dilanjutkan dengan acara torok manuk sebagai tanda bahwa kantor desa tersebut siap digunakan oleh seluruh masyarakat Desa Golo Meni. Usai acara adat, dilanjutkan dengan perayaan misa syukur pemberkatan gedung kantor Desa Golo Meni yang dipimpin langsung oleh Romo Epin.
Kegiatan peresmian gedung tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Golo Meni Hermenigildus Jehadut, Sekretaris Desa Golo Meni, Yakobus Nandi, Camat Kota Komba Herman Jebarus. Para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh pemuda dan juga seluruh warga masyarakat Desa Golo Meni turut hadir. (Mulia Donan)
Baca Juga: Panggilan Hati Bupati Flotim untuk Gempur Stunting

