Bulan Bakti Gizi, Persagi NTT Gelar Konseling Gizi di Berbagai Tempat Ibadah

Kota Kupang, medikastar.id

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-59, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD Persagi) Provinsi NTT bekerja sama dengan Dinkes Provinsi NTT, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Dinkes Kota Kupang dan Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan Konseling Gizi di berbagai tempat ibadah di Kota Kupang. Konseling Gizi ini dilaksanakan dalam bingkai “Bulan Bakti Gizi” yang berlangsung sejak 25 Januari 2019 hingga 25 Februari 2019 nanti.

Minggu (10/02/19), kegiatan konseling gizi tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Oebobo-Kota Kupang. Terpantau, sekitar puluhan ibu majelis taklim mengambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka dilayani oleh para konselor yang sehari-hari berprofesi sebagai ahli gizi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, tenaga pengajar di Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, dan juga ASN yang bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Isbandrio, SP, MM selaku Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) NTT menjelaskan bahwa kegiatan konseling gizi tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan sekaligus membudayakan pada masyarakat bahwa pengaturan makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Pengukuran tinggi badan oleh para konselor gizi

“Masyarakat perlu tahu bahwa jika memiliki penyakit, maka jangan hanya memperhatikan obat saja. Perhatikan juga makanan yang dikonsumsi. Apabila sudah mendapat saran tentang makanan dalam hubungannya dengan penyakit yang diderita, maka itu perlu diperhatikan,” tegas Isbandrio.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui kegiatan konseling gizi, para ibu diberi pemahaman mengenai gizi seimbang. Sebelum konseling, terlebih dahulu dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan. Ini bertujuan untuk mengetahui indeks massa tubuh (IMT) para ibu tersebut apakah memiliki proporsi tubuh yang normal, kegemukan, atau justru terlalu kurus. Pada kesempatan tersebut dilakukan juga pengukuran tekanan darah. Hasil pengukuran IMT, tekanan darah dan anamnesa keluhan kesehatan menjadi acuan untuk diberikan konseling.

Isbandrio menuturkan bahwa sebenarnya peran ahli gizi untuk memberikan konseling ataupun kemauan masyarakat untuk memanfaatkan konseling gizi merupakan hal yang urgen. Sayangnya, banyak masyarakat awam yang belum mengetahui bahwa ada ahli gizi yang dapat melayani mereka.

“Di Puskesmas pun belum membudaya yang namanya konsultasi gizi. Kalau di rumah sakit, konsultasi gizi ini ada, karena rumah sakit memiliki klinik gizi. Dengan adanya konsultasi gizi, pasien-pasien bisa diberikan konseling gizi untuk mengatur makanan yang baik  baginya selama di rumah sakit maupun setelah pulang ke rumah,” tuturnya.

Baca Juga: Pergizi Pangan NTT Adakan Pengabdian Masyarakat di TTU

Konseling gizi oleh para konselor

Sementara itu, I Gede Kabinawa salah satu anggota tim pelaksana kegiatan Bulan Bakti Gizi 2019 menjelaskan bahwa sebelumnya, pihaknya telah melakukan kegiatan serupa di beberapa tempat ibadah. Seperti di Gereja Advent-Walikota, Gereja Pniel-Oebobo dan di Pura Oebanantha-Oeba. Pada minggu yang akan datang, kegiatan yang sama akan digelar di Gereja St. Maria Asumpta-Walikota.

Selain itu, lanjut Gede, konseling gizi diberikan kepada para ibu agar mereka dapat memahami tentang penyiapan dan pengaturan makanan di rumah mereka masing-masing. Melalui konseling gizi, setidaknya para ibu bisa menerapkan bagaimana memilih bahan makanan, menakar bahan makanan yang digunakan, serta porsi makanan yang harus dikonsumsi.

Menurutnya, porsi makanan tersebut berhubungan dengan slogan “Isi Piringku” yang saat ini tengah digaungkan. Isi piringku mengacu pada saran porsi yaitu ½ bagian makanan pokok dan lauk pauk dan ½ bagian sayuran dan buah-buahan.

Konseling Gizi di Gereja Pniel Oebobo

Konseling gizi juga dimaksudkan untuk membantu mencarikan solusi pengaturan makan bagi orang sehat yang memiliki kebutuhan nutrisi tertentu (bayi, balita, remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia) maupun orang sakit misalnya hipertensi, asam urat, hiperlipidemia/hiperkolesterol, penyakit jantung, diabetes Mellitus ataupun penyakit lainnya.

Menurutnya, pengaturan diperlukan dalam mengkonsumsi makanan yang mengadung gula, garam, lemak dan pembatasan konsumsi bahan tambahan pangan seperti pengawet, pemanis dan penyedap buatan (sintetis). Kondisi kesehatan juga harus dipelihara dengan melakukan aktivitas fisik secara baik, benar, terukur dan teratur (BBTT) dan juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai dengan pesan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Dalam kegiatan tersebut, Persagi juga membagikan Lembar Menu Gizi Seimbang bagi para ibu. Tujuannya ialah agar menu acuan tersebut bisa diterapkan di rumah oleh para ibu. Hambatan dalam menerapkan menu tersebut akan dievaluasi menyangkut beberapa hal yaitu pengetahuan cara mengolah, daya beli, ketersediaan bahan makanan di lingkungan setempat, selera/kesukaan keluarga atau pantangan anggota keluarga terhadap bahan makanan tertentu.

Gede menambahkan bahwa selain konseling gizi, pihaknya dalam Bulan Bakti Gizi ini juga telah melaksanakan pembinaan pola makan bagi ibu-ibu yang memiliki balita di beberapa RT  di wilayah kelurahan Kelapa Lima. Dalam kegiatan tersebut Persagi bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang, Puskesmas Oesapa, dan juga Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Lulusan, Akper Maranatha Kupang Jalin Kerja Sama dengan Klinik King Care

Sosialisasi Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di SMPN 5

Selain itu, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Puskesmas Oesapa dan Nutrition International pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri di SMAN 5, SMKN 1, SMPN 5, dan SMPN 7Kota Kupang.

“Sasarannya ialah remaja putri agar mereka mengkonsumsi tablet tambah darah, setiap minggu satu tablet. Tablet ini bermanfaat untuk pencegahan dan penanggulangan anemia (kurang darah) akibat menstruasi yang akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar. Tablet tambah darah dibutuhkan untuk membantu proses pembentukan sel-sel darah merah dalam tubuh,” jelas Gede.

“Untuk jangka panjang, pemberian tablet ini untuk mencegah anemia gizi besi ketika mereka menjadi ibu nanti serta mengurangi risiko perdarahan pada saat persalinan. Tentu saja konsumsi makanan yang mengandung zat-zat besi perlu ditingkatkan pada masa remaja ” tambahnya.

Kegiatan Bulan Bakti Gizi yang juga dilaksanakan oleh DPC-DPC Persagi di kabupaten/kota diharapkan dapat memotivasi semua anggota Persagi untuk bangkit dan lebih aktif memberikan pelayanan gizi yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat NTT.

Sosialisasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di SMKN1 Kupang.

Terpisah, Bapak Haji Mokhsen Thalib, S.Pd.I selaku Penanggung jawab/Imam Masjid Nurul Iman yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh tim konseling gizi. Menurutnya, konseling gizi ini sangat bermanfaat bagi para ibu, terutama untuk mengatur gizi di rumah masing-masing.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang sudah dilaksanakan ini. Harapan kita ke depan ialah kalau ada kegiatan lagi, kami sangat welcome. Kita bisa hadirkan bapak-bapak untuk ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini,” tutur Haji Mokhsen. (*)

Baca Juga: https://medikastar.id/perpustakaan-keliling-tni-disambut-antusias-pelajar-di-perbatasan/