Tingkatkan Mutu Lulusan, Akper Maranatha Kupang Jalin Kerja Sama dengan Klinik King Care

Kota Kupang, medikastar.id

Akademi Keperawatan Maranatha Kupang dan Klinik King Care sepakat menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan praktek klinik mahasiswa. Kesepakatan ini dilandaskan atas azas saling menguntungkan serta menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Surat kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Akper Maranatha, Camelia Bakker, S.Si-Teol, M.Si  dan Wakil Direktur Klinik King Care, Petrus Laba, SST, Sabtu (9/2/2019). Hadir sebagai saksi antara lain Ketua Dewan Pembina Yayasan Maranatha, Semuel Sellan, Ketua DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Jean E Neonufa, serta para dosen Stikes dan Akper Maranatha.

Dalam surat itu disepakati para mahasiswa Akper Maranatha akan menjalani praktek klinik keperawatan selama dua minggu di Klinik King Care. Praktek itu merupakan pelayanan profesional yang meliputi aspek bio, psiko, sosial, dan spiritual kepada individu, keluarga dan masyarakat. Parktik klinik mahasiswa ini bertujuan meningkatkan mutu pelayanan di Klinik King Care dan meningkatkan mutu kegiatan akademik dan lulusan Akper Maranatha Group Kupang.

“Kami mengharapkan kerjasama ini mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa sehingga ketika lulus mereka sudah punya skill dan kemampuan yang bisa diwujudnyatakan di tengah masyarakat sebagai pelayan kesehatan,” ujar Camelia Bakker.

Menurut Petrus Laba, Akper dan Stikes Maranatha sudah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi kesehatan yang bermutu. Hal itu dibuktikan dengan berbagai inovasi yang mereka lakukan demi meningkatkan mutu para lulusannya, termasuk kerjasama dengan Klinik King Care.

Dalam kaitan dengan surat kesepakatan kerjasama, Petrus mengatakan, Klinik King Care adalah klinik yang menjalankan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah pasien (home care). Berbagai kemudahan bisa pasien peroleh dengan sistem layanan ini. Karena itu, para calon perawat juga perlu mengetahui lebih mendalam pola asuhan ini sehingga mereka bisa menjadi tenaga perawat home care yang baik.

“Sebagai salah satu senior perawat, saya dan tim dari Klinik King Care siap membantu dengan sepenuh hati. Semoga para mahasiswa Akper Maranatha yang akan menjalankan praktek memperoleh kemampuan yang bisa diterapkan dalam masyarakat nantinya,” ujar Petrus.

Direktur Klinik King Care, Dokter Yoseph E Gonang, secara terpisah, mengapresiasi kerjasama ini. Menurutnya, di Klinik King Care para mahasiswa akan mengalami secara nyata asuhan keperawatan home care yang sudah mereka pelajari di kampus. Dengan demikian ketika lulus nanti mereka menjadi tenaga kesehatan yang siap pakai termasuk di Klinik King Care.

“Stikes dan Akper Maranatha adalah karya putra daerah yang harus didukung. Bukti dukungan kami adalah dengan menjalin kerjasama ini. Semoga dengan ini NTT dapat keluar dari berbagai masalah kesehatan sehingga dapat bangkit dan sejahtera sesuai visi dan misi Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi,” tutur dr. Yoseph.

Inovasi tiada henti

Di tengah persaingan di dunia kerja yang semakin kompetitif, Ketua Dewan Pembina Yayasan Maranatha, Semuel Sellan, mengatakan, para mahasiswa memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman yang mumpuni. Karena itulah pihaknya terus berinovasi agar setiap lulusan Maranatha mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, kreatif, dan mampu berkarya di tengah masyarakat.

Kerjasama yang dibangun dengan Klinik King Care merupakan salah satu inovasi itu. Praktek di Klinik King Care diharapkan mampu meningkatkan skill mahasiswa Akper Maranatha. Dengan itu, para mahasiswa kelak dapat melakukan praktek mandiri home care demi meningkatkan mutu kesehatan masyarakat NTT.

Untuk membantu lulusan Stikes dan Akper Maranatha Kupang, sejauh ini, Yayasan Maranatha Kupang juga sudah menjalin kerjasama dengan negara Jepang. Dua orang lulusan Maranatha saat ini sudah bekerja di Jepang. Puluhan lainnya sedang mempersiapkan diri untuk berangkat.

Menurut Direktur Stikes Maranatha Kupang, Mery Fangidae, puluhan lulusan Stikes sudah menjalani tes awal. Dalam waktu dekat mereka akan mempersiapkan diri di Bali untuk keberangkatan ke Jepang.

“Soal asuhan keperawatan di mana-mana standarnya sama. Karena itu, dalam masa persiapan di Bali, para mahasiswa ini lebih banyak mempersiapkan diri terkait bahasa dan budaya,” ujar Merry.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Yayasan Maranatha juga sedang melakukan kontak dengan lembaga donatur dari Belanda untuk mendirikan Rumah Sakit Maranatha dan pengembangan Akper dan Stikes Maranatha.

Saat ini, Akper Maranatha sedang dalam masa peralihan dari Kupang Ke Kabupaten TTS. Sejak tahun lalu para mahasiswa baru sudah mengikuti perkuliahaan di Soe, ibukota Kabupaten TTS. Menurut Direktur Akper Maranatha, Camelia Bakker, masyarakat TTS sangat antusias dengan kehadiran Akper Maranatha. Pemda dan DPRD TTS juga sangat mengapresiasi terobosan ini. Diharapkan, kehadiran Akper Maranatha dapat menginspirasi dan mendukung pembangunan kesehatan di TTS.

“Kehadiran Akper Maranatha di Soe mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan orang tua. Sehingga ke depan lebih banyak tenaga kesehatan yang lahir di Soe dan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat TTS,” ujar Ketua DPRD Timor TTS, Jean E Neonufa. (*/red)

Baca juga: Pergizi Pangan NTT Adakan Pengabdian Masyarakat di TTU