Kota Kupang, medikastar.id
Tangis pilu keluarga, sahabat, para dosen serta ratusan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang terdengar menyayat hati ketika jenazah Marlony Natonis tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang, Rabu (27/03/19) sore sekitar pkl. 15.00 WITA. Langit nampak gelap kala itu dan hujan turun dengan derasnya, seakan turut merasakan kesedihan semua yang hadir di sana.
Marlony Natonis merupakan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang yang tengah menjalani masa PKL di Yogyakarta. Ia meninggal dunia akibat ditabrak oleh kereta api saat tengah berswafoto di rel kereta api, Senin (25/03/19). Jenazah almarhumah diterbangkan dengan pesawat Lion Air dari Yogyakarta menuju Kupang, Rabu (27/03/19).
Di antara para penjemput jenazah Marlony di Kargo Bandara El Tari Kupang, nampak Ibu kandung Marlony, Yosina Nomleni bersama Novi Natonis, kakak kandung Marlony dan anggota keluarga lainnya yang tak kuasa menahan tangis. Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, RH Kristina, SKM.,M.Kes bersama para Wakil Direktur dan para dosen serta ratusan mahasiswa Poltekkes Kupang yang hadir juga larut dalam kesedihan.
Semua yang hadir kemudian memanjatkan doa bersama dipimpin oleh seorang pendeta, sebelum peti jenazah dinaikan ke mobil Ambulance dan diantar menuju rumah duka di Desa Penfui Timur.
Penyerahan Jenazah oleh Poltekkes Kupang kepada Keluarga

Ketika tiba di rumah duka, secara simbolis Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, RH Kristina, SKM.,M.Kes menyerahkan jenazah mahasiswi yang tengah PKL tersebut kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Yoyarib Mau.
“Saya selaku Direktur Poltekkes Kupang beserta seluruh civitas akademika menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya anak tercinta, Marlony Natonis. Pada kesempatan ini kami dari pihak Poltekkes Kemenkes Kupang akan menyerahkan jenazah almarhumah Marlony Natonis kepada keluarga besar Natonis Nomleni untuk disemayamkan dengan proses pemakaman sesuai dengan adat. Semoga Tuhan memberi berkat dan pertolongan untuk semua upacara yang akan dilaksanakan,” tutur Kristina tersedu-sedu.
Mewakili seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Kupang, Ia juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga atas peristiwa yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga karena peristiwa ini tidak kami inginkan tetapi Tuhanlah yang mengingkan kejadian ini,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga Malony melalui Yoyarib Mau menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Kesehatan dalam hal ini Poltekkes Kemenkes Kupang yang telah berupaya membawa jenazah almarhumah tiba di rumah duka dengan selamat. Ucapan terima kasih juga disampaikan bagi pihak RS Bayangkara Yogyakarta.
“Kami percaya bahwa ini adalah peristiwa iman yang terjadi atas kami. Namun kami juga sebagai manusia sangat berduka atas peristiwa ini. Sekiranya kasih karunia Tuhan memberikan penghiburan bagi kami untuk menerima apa yang terjadi,” kata Yoyarib.
Pantauan media ini, usai penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, dilangsungkan juga proses adat sebelum akhirnya peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Ratusan orang nampak hadir memenuhi tenda duka. (*/red)
Baca Juga: Potensi Timbunan Sampah Per Hari di NTT Sekitar 2.108,62 Ton, Pemerintah Komitmen Tangani Sampah!

