Kota Kupang, medikastar.id
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K) dalam gelaran Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019, Kamis (25/04/09) di Hotel Aston Kupang mengajak seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang hadir pada kesempatan tersebut untuk menegakan gerakan masyarakat hidup sehat.
“Memang kami menginginkan, mendorong tenaga kesehatan atau dinas kesehatan untuk kita kembalikan atau kita tegakan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas. Germas itu mengubah perilaku masyarakat. Ini memang tidak mudah tetapi ini harus kita lakukan,” tuturnya.
Selain mengubah perilaku, dr. Nila menuturkan bahwa Germas juga berhubungan dengan bagaimana keterkaitan antara Kementerian atau pun lembaga dalam mendorong tingkat kesehatan masyarakat.

“Saya tidak mungkin mengatakan anak ini cerdas kalau tidak ada upaya kesehatan di sekolah. (Misalnya) apakah anak ini belajar dengan sarapan pagi sebelumnya, bagaimana dia menjaga kebersihan, bagaimana dia mencuci tangan, apakah di sekolah ada toilet, apakah sekolah punya akses air bersih, dan sebagainya,” katanya memberi contoh.
dr. Nila juga mengatakan bahwa saat ini, upaya kesehatan berbasis masyarakat merupakan sebuah hal yang penting sekali untuk digerakan, sebab pada dasanya kesehatan itu bukan hanya untuk mengobati atau bukan hanya untuk menunggu orang sakit, melainkan berjuang agar yang sehat tetap sehat.
“Kita harus berjuang agar mindset masyarakat berubah, agar dia sadar akan kesehatan. Tetapi kita tidak bisa duduk diam di puskesmas atau hanya di rumah sakit. Kita harus mendatangi, itu yang disebut dengan pendekatan keluarga. Kita ketuk pintunya, kita lihat, kalau ada yang sakit kita dorong dia untuk berobat atau kita memberikan edukasi,” tegas dr. Nila.
Terkait Rakerkesda yang mengangkat tema, “Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat,” dr. Nila mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, bersinergi, dan sama-sama bahu-membahu berjuang agar masyarakat tetap sehat dan ada perubahan kualitas dari generasi bangsa ke depan.

Rakerkesda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat. Hadir pula para Pejabat Kemenkes RI, para Bupati/Walikota se-NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, para Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-NTT, serta para tenaga kesehatan dari seluruh kabupaten di Provinsi NTT.
Dalam kesempatan tersebut, selain dialog langsung antara Menteri Kesehatan RI dengan para tenaga kesehatan, dilaksanakan pula penyerahan Sertifikat Akreditasi Puskesmas dan Sertifikat Imunisasi Measles-Rubella (MR) kepada kabupaten yang mencapai >95% pencapaian.
Menteri Kesehatan RI juga meresmikan 73 Puskesmas yang mendapat DAK Fisik Afirmasi tahun 2018. Dalam hal ini, Total DAK Fisik Afirmasi tahun 2018 untuk provinsi NTT ialah sebesar satu triliun dua ratus miliar sembilan ratus lima puluh lima juta rupiah yang digunakan untuk membangun 73 Puskesmas di 13 Kabupaten. Peresmian ini dilaksanakan dalam bentuk penandatanganan plakat oleh Menteri Kesehatan RI.
Selain itu, digelar pula launching Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) oleh Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat. Setelah dilaunching, sistem ini akan mulai diimplementasikan di Provinsi NTT. (*/red)
Baca Juga: Viktor Laiskodat: Orang Kesehatan Berpeluang Besar Masuk Surga

