Kota Kupang, medikastar.id
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B. Laiskodat mengungkapkan bahwa mereka-mereka yang bekerja melayani sesama dengan tulus di bidang kesehatan berpeluang besar untuk masuk Surga dibandingkan dengan yang lain.
“Orang kesehatan itu berpeluang masuk Surga dibadingkan dengan yang lain. Kalau dalam pengetahuan keyakinan saya, Yesus bilang: melayani Aku adalah; pada saat orang sakit itu kamu layani kamu telah melayani Aku,” tutur Viktor.
Hal tersebut diungkapkan olehnya dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019, Kamis (25/04/09) di Hotel Aston Kupang. Rakerkesda ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K). Hadir pula para Pejabat Kemenkes RI, para Bupati/Walikota se-NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, para Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-NTT, serta para petugas kesehatan yang ada di Provinsi NTT.
“Jadi orang kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, tidak perlu Sholat yang luar biasa, tidak perlu Gereja luar biasa. Asal kalau orang sakit sembuh, itu pasti masuk Surga. Tapi kalau orang sakit, dia (orang kesehatan) tidak pernah perhatikan, jangan pernah berharap banyak, itu sudah pasti neraka,” tutur Viktor disambut gelak tawa seluruh hadirin.

Dirinya melihat bahwa di Nusa Tenggara Timur, tingkat kecerdasan manusia, khususnya para pelayan publiknya sangat hebat, akan tetapi tingkat kepedulian masih belum ada.
“Orang tidak mau bekerja lebih hebat, tidak mau mempersembahkan diri lebih hebat. Itu masalah besar buat bangsa ini dan masalah besar untuk NTT. Kalau kita terpanggil, maka kita mengalahkan apapun. Kalau kita mau berkorban sungguh-sungguh, melayani sungguh-sungguh, waktu kita pakai sungguh-sungguh, saya yakin target akan tercapai,” tegas Viktor.
Olehnya, Ia mengatakan bahwa dalam mengerjakan tugas sebagai pelayan publik, seremonial dilarang untuk dilakukan sebatas agar orang telah melihat pelayan publik telah bekerja.
“Kita harus sungguh-sungguh melaksanakan tugas kita, karena kita hidup tidak lama lagi, mumpung secara fisik Tuhan berikan kita kesempatan untuk melayani. Banyak orang ingin melayani tetapi tidak sempat; kalau pun mau (mereka ) tidak punya wewenang atau tidak punya kesempatan. Kita diberikan wadah untuk melayani orang, maka mari kita layani secara luar biasa,” jelas Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Viktor juga berbicara mengenai pemanfaatan kelor untuk mencegah permasalahan stunting di NTT; pentingnya aspek promotif preventif serta kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan para tokoh agama dan tokoh adat untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat NTT; serta pentingnya sektor kesehatan bagi promosi pariwisata NTT.
“Lembaga adat, tokoh adat, tokoh Gereja perlu untuk terlibat dalam promotif preventif. Jangan hadirkan mereka untuk mendengar, tetapi latih mereka untuk berbicara seperti orang kesehatan. Kolaborasi dengan mereka ialah untuk melatih mereka, memberikan pengetahuan agar pengetahuan mereka sama dengan orang kesehatan. Dengan begitu tujuan dan target itu tercapai,” ujarnya. (*/red)
Baca Juga: Prodi Gizi Poltekkes Kupang Sajikan Ragam Kudapan Lezat Bergizi Berbahan Dasar Kelor
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=PMJtQJAgar8[/embedyt]
