Dosen Stikes Maranatha Kupang Bina Ibu-Ibu di Desa Soliu

Oelamasi, medikastar.id

Tim dosen STIKES Maranatha Kupang yang diketuai oleh Ns. Stefanus Mendes Kiik, M.Kep., Sp.Kep.Kom bekerja sama dengan Desa Soliu dan Puskesmas Soliu menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Soliu, Kamis (16/0519). Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Soliu tersebut dilaksanakan kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat);  Kelas Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Ibu Balita.

Kegiatan ini dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggisesuai dengan kontrak pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat nomor 1271/L8/KM/2019, tanggal 27 Maret 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 Ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita sebagai peserta. Sementara tim dari STIKES Maranatha Kupang terdiri dari  dosen kebidanan dan keperawatan sebagai narasumber dan mahasiswa. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Puskesmas Soliu, kepala Desa Soliu dan jajaran, para kader posyandu dan bidan Yani sebagai pendamping.

Ns. Stefanus Mendes Kiik menjelaskan bahwa kegiatan kelas ibu sendiri bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita. Tujuan kegiatan ini diukur melalui pre dan post test menggunakan kuesioner dan lembar observasi.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

Materi yang diberikan, lanjutnya, yaitu pengaturan kelahiran; pemeriksaan kehamilan; makanan yang sehat bagi ibu hamil; menjaga kebersihan diri; mengenali tanda-tanda bahaya pada ibu hamil; mengenali tanda-tanda persalinan; mengenali tanda-tandabahaya pada ibu bersalin;  ASI eksklusif; dan menjaga kesehatan pada ibu nifas. Selain itu, diberikan juga materi mengenai mengenali tanda-tanda bahaya pada ibu nifas; teknik menyusui yang benar; pola makan anak; tumbuh kembang anak; pemberian kapsul vitamin A; dan imunisasi lengkap untuk bayi.

Walaupun hanya berbekalkan traktor yang dialihfungsikan sebagai genset, namun pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Peserta nampak antusias mengikuti kegiatan ini walaupun beberapa ibu-ibu membawa bayinya. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dan berakhir pukul 12.30 WITA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan ibu dari 50,25 menjadi 81,5. Sementara keterampilan ibu meningkat dari 43,75 menjadi 80,21 dalam rentang skor 0-100.

Terkait kegiatan ini, Darmawan selaku kepala Puskesmas Soliu berharap agar kegiatan seperti ini terus dilakukan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat desa Soliu.

“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dapat berdampak pada peningkatan kemampuan pengambilan keputusan dan perawatan selama kehamilan, persalinan dan masa sesudahnya. Oleh karena itu, ke depannya kegiatan seperti ini perlu melibatkan suami sebagai pengambil keputusan dalam keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, kepala Desa Soliu, Yeremias Boboy mengatakan bahwa pihaknya merasa senang bahwa kemenristekdikti menunjuk wilayahnya sebagai salah satu tempat untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan, masih ada program-program lainnya untuk kami,” harapnya.

Tim Pengabdian PKM (Program Kemitraan Masyarakat) yang memenangkan hibah tersebut terdiri dari Ns. Stefanus Mendes Kiik, M.Kep., Sp.Kep.Kom sebagai ketua; dua orang anggota yaitu Ns. Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep.M.Kep. dan Roslin E.M. sormin, SST, M.Kes. Pembantu lapangan (mahasiswa): Adiyanto Tiran dan Alvian Hasan Bolan. Sedangkan Mitra dari Posyandu yaitu Ibu Irma Kameo dan Bidan Yani. (*)

Baca Juga: Dokter ini Gratiskan Pasien yang Hafal Lagu Indonesia Raya & Pancasila

Video:

Sebagai RS Rujukan Regional di Daerah Perbatasan, RSUD Atambua Terus Berbenah

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=soesrUrKpBg[/embedyt]