HPMI NTT Kebali Gelar Pelatihan Asesmen Kinerja Perawat Berbasis Kompetensi

Kota Kupang, medikastar.id

Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) Provinsi NTT bekerja sama dengan DPW PPNI Provinsi NTT dan Perdhaki Wilayah NTT menggelar Pelatihan Asesmen Kinerja Perawat Berbasis Kompetensi Angkatan II. Pelatihan ini digelar di Hotel Neo Aston Kupang selama 4 hari sejak 25  hingga 28 September 2019.

Terkait hal ini, Ketua HPMI NTT, Ns. Kori Limbong, S.Kep.,M.Kep menjelaskan bahwa Pelatihan Asesmen Kinerja Perawat Berbasis Kompetensi ini merupakan pelatihan yang bertujuan untuk melatih calon asesor kompetensi, sehingga ke depan setelah menjalani test, para peserta pelatihan benar-benar tersertifikasi dan bisa melakukan asesmen untuk semua perawat yang ada di rumah sakitnya masing-masing.

“Untuk meningkatkan mutu dan kinerja, semua perawat yang ada di rumah sakit wajib diuji, terutama untuk 12 kompetensi dasar. Apabila berdasarkan ujian tersebut mereka dinyatakan berkompeten, maka mereka akan diberi pengakuan dan bukti pengakuan tersebut akan menjadi salah satu syarat untuk mereka melakukan kredensial. Dengan begitu dapat diketahui apa kompetensi perawat tersebut, misalnya perawat di ruangan anak atau di penyakit dalam, dan sebagainya,” katanya.

Kori berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara baik, sehingga mereka betul-betul menjadi asesor yang kompeten. Dengan menjadi asesor yang berkompeten, ketika mereka kembali ke rumah sakit, mereka dapat melakukan tugas mereka sebagai asesor secara baik, mulai dari menyiapkan asesmen, menyusun perangkat yang digunakan, dan menguji semua perawat yang ada di rumah sakit mereka.

Baca Juga: Tragedi Herbal, Tragedi Kanker, dan Tragedi Steve Jobs

“Jadi harapannya setelah mereka kembali dari sini, mereka bisa langsung melakukan asesmen bagi semua perawat yang ada di rumah sakit mereka masing-masing, sehingga nanti pada saat kredensial dapat diketahui bahwa perawat yang ada di rumah sakit tersebut memang benar-benar berkompeten,” lanjutnya.

Ia menambahkan pula bahwa teknisnya, setelah pelatihan, para peserta kegiatan tersebut akan diuji dan apabila lulus maka akan memperoleh sertifikat sebagai asesor. Masa berlaku sertifikat asesor ini 2 tahun, sehingga setelah 2 tahun, para perawat ini harus kembali mengupgrade kembali kompetensi mereka untuk dapat memperoleh perpanjangan sertifikat asesor.

Senada dengan Ketua HPMI NTT, ketua panitia kegiatan, Imanuel Anin, Amd.Kep menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut ialah untuk menghasilkan tenaga Asesor Kompetensi Perawat yang bersertifikasi sesuai standar.

Ketua Panitia Kegiatan

Tujuan Khusus dari kegiatan ini yakni merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, mengembangkan tools/perangkat Asesmen, serta mengases kompetensi agar peserta memiliki bukti-bukti yang cukup untuk mendapatkan rekomendasi sebagai asesor kompetensi. 

“Peserta kegiatan ini adalah perawat dari rumah sakit pemerintah dan swasta se-Provinsi NTT dengan jumlah 15 orang. 15 peserta ini terdiri dari 14 peserta baru dan 1 peserta perpanjangan  sertifikat (resertifikasi),” jelasnya.

Sementara itu, Margaretha Teli, S.Kep,Ns, MSc-PH, PLH Ketua DPW PPNI NTT yang membuka secara resmi kegiatan ini mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut gembira apa yang dilaksanakan oleh HPMI NTT. Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan tersebut akan sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para perawat yang ada di NTT.

“Yang hadir ini umumnya para perawat senior yang sudah makan garam di bidangnya, sehingga tentunya mereka memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan yang dapat dibagikan kepada para perawat yang akan menjalani proses asesmen. Dengan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman yang banyak ini kita harapkan para perawat ini menjadi asesor yang dapat melaksanakan asesmen kinerja perawat dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Teli, tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan terus meningkat. Keluhan mengenai kinerja dan pelayanan perawat, komunikasi perawat, dan sebagainya sudah sering didengar, bahkan sudah sering juga dipublikasikan di media massa dan media sosial. Olehnya, sangat penting sekali setiap rumah sakit memiliki asesornya masing-masing, sehingga penempatan tenaga perawat di rumah sakit benar-benar diperhatikan dengan melihat 3 komponen, yakni pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

“Kalau kita hanya punya pengetahuan saja tetapi tidak memiliki perilaku yang baik maka ini tentunya belum kompeten, dan juga sebaliknya. Sehingga 3 komponen ini memang harus dimiliki oleh perawat sehingga pelayanan yang diberikan juga betul-betul diberikan secara baik,” tutup Teli. (*/red)

Baca Juga: Tolak Rekomendasi Tim Terpadu, Gubernur NTT akan Tetap Konservasi Pulau Komodo

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=q6yiTvmHVc4[/embedyt]