Akan Kantongi Sertifikat ISO 9001, Labkes NTT Naik ke Level Internasional

Kota Kupang, medikastar.id

Setelah lulus akreditasi KALK (Komisi Akreditasi Laboratorium Kesehatan) Kemenkes RI yang berstandar nasional, UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi NTT dalam waktu dekat akan mengantongi Sertifikat ISO 9001: 2015 yang berstandar internasional. Sertifikat ini dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi internasional, Szutest yang kantor pusatnya ada di Instanbul-Turki. Dengan mengantongi sertifikat ini, Labkes NTT yang dipimpin oleh Agustinus Sally akan memasuki level internasional dan mampu menjalin kerja sama dengan berbagai Negara.

Untuk memperoleh sertifkat tersebut, UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT menjalani proses audit oleh lembaga sertifikasi internasional Szutest selama 2 hari, sejak Selasa (24/09/19) hingga Rabu (25/09/19). Hadir sebagai auditor dalam proses sertifikasi tersebut, Rudy Wijaya, Country Manager Szutest.

Rudy kepada media ini menjelaskan bahwa sebelum pihaknya mengeluarkan sertifikat, harus dilakukan proses audit, di mana audit dilakukan terhadap semua proses yang ada di Labkes NTT, dari proses registrasi, proses pengambilan sampling, laboratorium, sampai pada komplain pelanggan, dan sebagainya. Menurutnya, ISO 9001: 2015 fokus pada kepuasan pelanggan, sehingga dilakukan pengecekan terhadap seluruh komponen yang ada.

“Salah satu point dari ISO 9001: 2015 ini adalah pelayanan, sehingga kita juga melakukan audit secara khusus terkait proses pelayanan, misalnya bagaimana proses pengambilan sampel, survei kepuasan pelanggan dan sebagainya. Semuanya kita verifikasi.,” terang Rudy.

Ia mengatakan bahwa Sertifikat ISO 9001: 2015 merupakan sertifikat yang pengakuannya berskala internasional sehingga sertifikat ini dapat berlaku di Negara mana saja. Dengan demikian, apabila Labkes NTT memiliki sertifikat ini, maka Labkes NTT akan mampu menjalin kerja sama dengan berbagai negara.

Secara internal, lanjut Rudy, Sertifikat ISO 9001: 2015 memiliki manfaat, yakni bahwa sertifikat ini akan meyakinkan semua komponen di Labkes bahwa ada standard operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Dengan demikian semua karyawan Labkes NTT akan menjalani proses yang sama sesuai dengan SOP yang telah ada tersebut.

“Secara eksternal, sertifikat ini akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat dan stakeholder bahwa manajemen di Labkes NTT memiliki kemampuan dalam hal leadership, kemampuan dalam hal kebijakan dan sebagainya untuk mengatur bagaimana sistem yang berjalan di sini terfokus pada kepuasan pelanggan,” jelas Rudy.

Selain itu, ISO 9001: 2015 juga memiliki sasaran mutu atau target, sehingga semua target yang telah ditetapkan oleh Labkes NTT, termasuk target PAD akan dimonitor dan akan menjadi menjadi target bersama untuk dicapai.

Diakui olehnya bahwa Labkes NTT memiliki beberapa keunggulan dan tidak kalah dengan Labkes lainnya. Salah satu keunggulan yang diangkat ialah bahwa Labkes NTT memiliki keunggulan lebih dari segi leadership, penempatan sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Alat-alat yang ada juga tidak kalah dengan Labkes lainnya, tinggal bagaimana Labkes NTT ini mengembangkan hal-hal tersebut agar lebih real time,” tutur Rudy.

Sementara itu, Ivar Kusradi Drajat dari Mitra Sejati Fazahara mengatakan bahwa sebelum dilakukan audit oleh Szutest, pihaknya telah terlebih dahulu memberikan bimbingan selama 2 periode bagi Labkes NTT. Selain bimbingan, pihaknya juga telah melakukan audit secara internal.

“Salah satu keunggulannya ialah bahwa Labkes NTT memiliki seorang pemimpin yang jiwa leadershipnya sangat tinggi. Komitmen Pak Agus selaku kepala Labkes NTT memang sangat luar biasa untuk mengkoordinasikan Labkes ini secara baik,” tambahnya.

“Harapan kami ialah setelah sertifikasi, point-point yang sudah kami ajarkan dan kami bimbing tetap dilaksanakan. Tujuan utamanya ialah tidak hanya pada sertifikasi ini, tetapi pembenahan secara organisasi maupun SDM,” lanjutnya.

drg. Dominikus M. Mere, M.Kes

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes menerangkan bahwa fungsi Labkes NTT sebenarnya sudah terlihat melalui tingkat kepercayaan stakholers selama ini. Di mana selama ini Labkes NTT menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dengan berbagai instutusi kesehatan pemerintah dan swasta di berbagai Kabupaten di Provinsi NTT. Labkes NTT juga menjadi tempat pendidikan dan pelatihan bagi tenaga analis kesehatan dari berbagai Kabupaten di NTT.

“Sertifikat ini menjadi hal penting yang harus terus kita kembangkan, demikian juga dengan peningkatan kualitas dan kapasitas petugas laboratorium dan petugas kesehatannya. Intinya bahwa kami ingin agar ke depan ada perbaikan secara terus-menerus di semu lini,” terang drg. Dominikus.

drg. Dominikus juga mengatakan bahwa letak NTT yang sangat strategis sebab berbatasan dengan Timor Leste dan Australia dapat menjadi nilai positif bagi perkembangan Labkes ke depan. Dalam hal ini, dengan adanya sertifikat ISO 9001, Labkes NTT dapat menjalin kemitraan dengan Negara-negara tersebut.

“Saya kira teman-tekan kita dari Timor Leset sudah beberapa kali datang dan melakukan kerja sama dengan kita, sehingga dengan adanya sertifikat ini, ke depan mereka tidak perlu jauh-jauh lagi menjalin kerja sama dengan negara-negara pacific,” lanjutnya.

Kepala UPTD Labkes NTT, Agustinus Sally

Senada, Kepala UPTD Labkes NTT, Agustinus Sally mengatakan bahwa sertifikat ISO 9001 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap Labkes NTT.

“Pertama yakni bahwa mutunya tentu akan berstandar internasional. Kedua, kinerja kami di sini juga pasti akan ikut meningkat. Ketiga, tentunya akan ada korelasi yang besar dengan pendapatan, sebab kita juga bisa bekerja sama dengan negara lain, hasil kita juga diakui oleh negera-negara lain,” terangnya.

Agus mengatakan bahwa dengan mendapatkan sertifikat ISO 9001 yang berstandar internasional maka performance Labkes NTT akan lebih baik ke depan. Selain itu, visi Labkes NTT ke depan adalah visi yang berskala internasional.

“Kami akan secara konsisten menerapkan standar-standar yang sudah ditentukan. Hal ini akan saya kawal dan sebagai pimpinan saya duluanlah yang akan melaksanakannya,” tegas Agus. (*/red)

Baca Juga: HPMI NTT Kebali Gelar Pelatihan Asesmen Kinerja Perawat Berbasis Kompetensi

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=q6yiTvmHVc4[/embedyt]