Kota Kupang, medikastar.id
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sekaligus pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Destry Damayanti melantik pengurus ISEI Cabang NTT periode 2018-2021 di Kampus Universitas Widya Mandira Kupang, Kamis (26/9). Damayanti mengharapkan ISEI NTT memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian di NTT.
“ISEI berperan memberi masukan bagi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu ISEI NTT harus paham potensi, peluang, dan tantangan ekonomi di NTT sehingga mampu melahirkan masukan atau rekomendasi demi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi,” tutur Damayanti.
Menurutnya, potensi sumber daya di NTT sangat besar, baik sumber daya alam terutama pariwisata, maupun sumber daya budaya. Kain tenun dengan aneka ragam motif dan titik-titik wisata yang menarik harus bisa dimaksimalkan agar memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Agar bisa melahirkan rekomendasi yang baik, kata Damayanti, ISEI harus bisa membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Namun, sebelum itu ISEI harus mampu memperkuat organisasinya dengan riset yang berkualitas dan komunikasi yang baik.

“Tulang punggung ISEI adalah ABG, yaitu Akademisi, Bisnis, dan Government (pemerintah). Komponen-komponen ini harus bisa bekerja sama. Juga harus bekerja sama dengan stakeholder lain. Dengan kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, kita harus saling bersinergi. Kata kuncinya adalah sineri, sinergi, dan sinergi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ISEI Cabang NTT James Adam melalui Wakil Ketua I Anthon Simon Kerihi mengatakan ISEI NTT akan mengadakan konsolidasi penguatan organisasi. Selain itu, ISEI NTT juga akan melakukan berbagai kegiatan seperti penelitian dan seminar untuk menampung dan menyaring aspirasi masyarakat agar bisa melahirkan rekomendasi bagi pembangunan ekonomi di wilayah NTT.
Kuliah Umum dan BI Corner
Selain melantik pengurus ISEI Cabang NTT, Destry Damayanti juga memberikan kuliah umum dengan tema Mengenal Lebih Dekat Bank Indonesia. Dalam kesempatan itu, Damayanti menjelaskan tentang tugas, fungsi, dan peran Bank Indonesia.
Bank Indoensia, jelas Damayanti, bertugas memelihara kestabilan nilai rupiah, menjaga kestabilan nilai tukar, dan menjaga kestabilan inflasi atau laju barang dan jasa. Karena tugasnya itu, Bank Indonesia senantiasa berada satu langkah di depan (one step ahead) para pelaku ekonomi untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional.
Selain itu, lulusan Cornell University, New York, Amerika Serikat itu juga menggambarkan potensi dan tantangan ekonomi Indonesia saat ini. Ada tiga potensi yang menurutnya harus dikelola secara baik agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Ketiga potensi itu adalah Produk Domestik Bruto (PDB), bonus demografi, dan luas wilayah.
Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar. Menurut data Bank Dunia, perekonomian Indonesia yang diukur dengan besaran PDB atas dasar harga berlaku sebesar US$ 1.042 triliun atau setara Rp 14.837 triliun pada 2018.
Terkait bonus demografi, Damayanti mengatakan bahwa jumlah penduduk usia produktif yang berlimpah juga merupakan tantangan yang harus dikelola secara baik sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan membawa Indonesia menjadi negara maju. Kalau tidak Indonesia tetap terjebak dalam perangkap negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
“Indonesia sekarang masuk kategori negara (ekonomi) menengah. Kita butuh lompatan agar bisa menjadi negara maju. Untuk dapat melakukan lompatan, kita harus berani melakukan perubahaan. Contohnya bagaimana menarik investasi masuk dan juga memanfaatkan ekonomi digital agar bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan,” terangnya.
Setelah memberikan kuliah umum, Damayanti didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Rektor Unwira Pater Philipus Tule SVD, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga, dan para pejabat di lingkup Unwira, serta para mahasiswa dan undangan meresmikan BI Corner di ruang perpustakaan Unwira.

BI Corner merupakan Program Sosial Bank Indonesia untuk mengenalkan tugas dan fungsi Bank Indonesia kepada masyarakat serta memperkuat edukasi masyarakat di bidang ekonomi. BI Corner meliputi sarana prasarana fisik termasuk koleksi pustaka berjumlah 336 eksemplar dan sekitar 1031 koleksi e-book baik yang terkait BI maupun publikasi umum.
“Dengan dengan adanya publikasi rutin dari BI semoga masyarakat bisa membantu BI mencapai visi dan misinya menjadi lembaga bank sentral yang kredibel melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil,” ujar Damayanti.
Pater Philipus Tule SVD mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada Unwira. Ia berharap Bank Indonesia bisa memfasilitasi dan membantu Unwira saat pemindahan Perpustakaan sekaligus BI Corner ke lokasi kampus yang baru di Jalan San Juan No 1 Penfui, Kupang.
“BI Corner tentunya sangat bermanfaat karena mendukung perkuliahaan dan membuka wawasan mahasiswa. Kami juga mengharapkan agar Bank Indonesia bisa membantu mahasiswa kami dengan program beasiswa, terutama mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu,” ungkap Pater Philipus. (ens)
Baca juga: Akan Kantongi Sertifikat ISO 9001, Labkes NTT Naik ke Level Internasional

