Alasan Anda Tidak Boleh Melewatkan Makan Pagi

medikastar.id – Setiap hari semua orang pasti ingin melakukan aktivitasnya dengan penuh semangat. Agar semua aktivitas dapat dijalani dengan baik, maka tubuh membutuhkan energi yang cukup.

Energi yang dibutuhkan oleh tubuh pastinya diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Semua orang mengenal tiga kali makan dalam sehari, yakni makan pagi, siang dan malam. Di antara ketiganya, banyak sekali yang menyarankan untuk tidak melewatkan makan pagi.

Makan pagi memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Jika dilewatkan, tubuh akan mendapatkan berbagai macam dampak negatif.

Makan pagi bermanfaat untuk menyediakan energi guna beraktivitas sepanjang hari. Selain itu, makan pagi juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Makan pagi juga dapat menjaga keseimbangan gula darah, mendukung pengontrolan berat badan, serta tingkat kognitif.

Energi yang diperoleh dari makan pagi membuat tubuh menjadi semangat dan segar. Dengan tubuh yang segar saat mengawali aktivitas, maka mood baik seseorang akan terjaga sepanjang hari.

Metabolisme bertujuan mengubah zat gizi yang telah terserap untuk diubah menjadi energi yang digunakan tubuh. Jadi, saat metabolisme meningkat, energi dalam tubuh juga akan meningkat.

Selanjutnya, dengan makan pagi, keseimbangan gula darah akan terjaga. Hal ini bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit seperti diabetes, jantung, dan lain sebagainya.

Makan pagi dengan pilihan makanan yang tepat juga dapat membuat berat badan tubuh terkontrol. Biasanya, berat badan tubuh akan naik ketika seseorang melewatkan makan pagi. Penyebabnya adalah tubuh telah terstimulasi untuk membutuhkan lebih banyak kalori dibanding orang yang makan pagi. Hal ini mengakibatkan sepanjang hari ia akan terus merasa lapar.

Makan pagi yang dilewatkan akan membuat ‘bingung’ hormon pengatur rasa lapar. Akibatnya, tubuh akan membutuhkan makan yang berlebihan di waktu setelahnya.” Kata Kim Larson, seorang nutrisionist dan founder dari Total Health.

Baca juga: 1000 Hari Pertama Kehidupan, Masa Emas untuk Mencegah Stunting

Otak juga akan memiliki tingkat fokus dan konsentrasi yang baik melalui makan pagi. Dengan tingkat fokus dan konsentrasi yang baik, seseorang akan melakukan aktivitasnya secara produktif.

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima dari Tohaku University Jepang mendukung pernyataan tersebut. Penelitiannya menggunakan metode fMRI untuk mengukur perubahan metabolisme dan aliran darah yang berhubungan dengan aktivitas otak. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa aktivitas otak pada permukaan prefontal cortex menjadi lebih tinggi oleh karena makan pagi bergizi yang dikonsumsi.

Makan pagi juga perlu diatur dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait makan pagi, yakni waktu terbaiknya dan jenis makanan yang baik.

Waktu terbaik untuk makan pagi adalah satu atau dua jam setelah bangun tidur. Jam 6 hingga jam 10 pagi adalah waktu ideal untuk makan pagi. Hal ini penting dilakukan karena saat tidur selama 6 sampai 8 jam, perut menjadi kosong dan membutuhkan kalori untuk diubah menjadi energi.

Jenis makanan yang disarankan dalam makan pagi adalah makanan yang memiliki kandungan tinggi protein, serta rendah gula dan karbohidrat. Alasannya adalah makanan yang tinggi gula dan karbohidrat akan membuat kadar gula darah meningkat drastis. Di sisi lain, tubuh akan tetap merasa lapar sebelum waktu makan siang.

Jenis-jenis makanan yang disarankan untuk makan pagi antara lain seperti telur, kacang-kacangan, buah-buahan seperti pisang, dan lain sebagainya. Makan pagi juga sebaiknya diatur secukupnya dan tidak membuat perut menjadi sangat penuh. Perut yang terlalu penuh akan membuat tubuh merasa kantuk dan akhirnya tidak dapat melakukan aktivitas dengan total.

Supaya bisa melakukan aktivitas dengan total dan semangat, tubuh memerlukan asupan energi yang cukup. Asupan energi yang cukup dapat diperoleh dari makan pagi yang baik. Selain itu, makan pagi juga memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, jangan lewatkan waktu makan pagi. (har)

Baca juga: Kebijakan Baru Penanganan Kasus Narkoba