Mengenal Alat-Alat Pendeteksi Virus Corona

medikastar.id – Virus corona telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Hal tersebut menimbulkan kekuatiran dan kepanikan. Indonesia juga terus bersiaga dalam mencegah masuknya virus tersebut ke negara ini.

Jika virus corona masuk ke suatu wilayah, banyak aspek yang akan mengalami kerugian. Selain kesehatan, bidang pariwisata hingga ekonomi juga akan mendapatkan imbasnya. Untuk mencegah virus tersebut masuk ke suatu wilayah, perlu dilakukan pendeteksian pada orang-orang yang masuk ke dalam wilayahnya.

Cara mendeteksi virus corona tentunya harus menggunakan alat-alat yang disesuaikan dengan prosedur dari World Health Organization (WHO). Terdapat beberapa alat yang dapat digunakan dalam mendeteksi virus tersebut. Alat-alat ini sudah dimiliki oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Alat pertama yang digunakan untuk mendeteksi virus corona adalah thermal scanner. Alat ini digunakan untuk mengetahui suhu tubuh manusia. Biasanya, thermal scanner ditempatkan pada pintu masuk suatu wilayah seperti bandara atau pelabuhan.

Alat ini penting untuk digunakan karena salah satu gejala dari orang yang telah terinfeksi virus corona adalah demam. Suhu tubuh normal manusia adalah 37,5°C. Sehingga, saat melewati alat thermal scanner dan suhu tubuhnya melebihi standar tersebut, orang itu akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Ada dua jenis thermal scanner yang biasa digunakan yakni termal gun dan thermal camera. Thermal gun digunakan oleh petugas untuk mengecek suhu orang lain secara perorangan. Sedangkan, thermal camera biasanya dipasang di pintu atau gerbang masuk dan bisa memindai beberapa orang sekaligus.

Alat berikut yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh seseorang adalah RT-PCR dan Sequencing. RT-PCR memiliki kepanjangan reverse transcription polymerase chain reaction. Cara kerja alat ini adalah dengan melakukan proses pengurutan DNA untuk kemudian dicocokan dengan data karakteristik virus.

Sequencing digunakan untuk melakukan konfirmasi lanjutan apakah virus tersebut merupakan virus corona (2019-nCoV) atau tidak. Hal tersebut dilakukan jika diperlukan hasil yang lebih pasti lagi.

“Alat yang dipakai untuk untuk mendeteksi ini ada 2 jenis, 1 PCR satu lagi kalau diperlukan untuk konfirmasi dengan alat sequencing.” Jelas Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Risetdikti pada detik.com.

Kedua alat tersebut merupakan alat yang direkomendasikan sesuai standar WHO. Keduannya memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi virus corona. Selain virus corona, keduanya juga biasa digunakan untuk mendeteksi virus lain.

Terdapat empat tahap yang dilewati untuk melakukan upaya deteksi. Empat tahap tersebut juga sesuai standar yang tepat.

“Dimulai dari pengambilan specimen. Ini alur kegiatan dari pengambilan di RS sesuai pedoman WHO.” Ujar Vivi Setiawaty, Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar pada CNN Indonesia.

Keempat tahap itu dimulai dari pengambilan specimen. Cara yang digunakan adalah swab dan sputum. Prosesnya adalah mengambil lendir atau dahak dari tenggorokan atau hidung seseorang. Dahak tersebut lalu dibungkus dan diberi label.

Tahap kedua adalah pengiriman specimen ke laboratorium. Proses pengirimannya menggunakan cooler box dengan suhu dua sampai delapan derajat celsius. Cairan antibiotik dan antifungi juga diberikan pada specimen agar tidak tercemar oleh jamur dan bakteri.

Setelah tiba di laboratorium, dilakukan tes PCR atau sequencing. Tes PCR memerlukan waktu selama dua jam dan langsung mendeteksi virus corona. Lain halnya dengan sequencing, proses tes terdiri dari dua tahap. Kedua tahap tersebut terdiri dari mendeteksi virus corona yang umum dan mendeteksi virus corona yang khusus, atau 2019-nCoV.

Tahap terakhir adalah melaporkan hasil tes tersebut pada rumah sakit dan WHO. Pelaporan tersebut berguna untuk memberikan data terbaru dari kasus corona yang terjadi. Selanjutnya, akan dilakukan proses karantina dan pengobatan lanjutan secara khusus.

Selain alat-alat tersebut, ada juga alat lain yang dapat mendeteksi virus corona. Nama alat tersebut adaah Chest CT. Alat tersebut digunakan untuk melakukan diagnosis pneumonia yang lebih cepat dan relatif lebih mudah untuk ditunjukkan. Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa tingkat sensitivitas alat ini pada infeksi virus corona dapat mencapai 98% dibandingkan tingkat sensitivitas RT-PCR yang hanya sebesar 71%.

Dalam upaya pencegahan virus ini, masih banyak jenis alat-alat lain yang dikembangkan untuk melakukan diagnosis dengan lebih akurat. Salah satu contohnya adalah reagen virus corona yang dibuat oleh universitas Airlangga dan Kobe university dari Jepang. Dijelaskan bahwa alat tersebut memiliki tingkat akurasi sebesar 99%.

Upaya deteksi dini yang dilakukan berguna untuk mengetahui pasien yang telah terinfeksi virus corona. Lebih jauh lagi, upaya tersebut akan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Keduannya dapat tercipta jika alat yang digunakan untuk mendeteksi virus tersebut adalah alat yang bagus dan akurat. (har)

Baca juga: Alasan Anda Tidak Boleh Melewatkan Makan Pagi