Bahaya Radiasi Gadget dan Cara Menguranginya

medikastar.id – Gadget atau gawai sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan segala urusan, informasi terbaru, hingga kebutuhan belajar bisa diakses melalui benda-benda ini. Terdapat banyak benda yang dapat dikategorikan sebagai sebuah gadget. Smartphone dan laptop merupakan benda yang termasuk dalam kategori gadget.

Gadget sangat berguna dalam membantu aktivitas sehari-hari. Namun, jika digunakan secara berlebihan, benda ini dapat mendatangkan bahaya bagi kesehatan. Bahaya yang ditimbulkan berasal dari paparan radiasi yang didapatkan seseorang dari gadget tersebut. Paparan dari masing-masing gadget bisa memberikan bahaya tersendiri bagi penggunanya.

Radiasi adalah proses bergeraknya energi melalui media atau ruang dan akhirnya diserap oleh benda lain. Radiasi terbagi atas dua jenis yakni radiasi ionising dan non-ionising.

Radiasi ioninsing umumnya terdapat pada nuklir. Jika terpapar oleh manusia, radiasi tersebut dapat mengubah sel dalam tubuh. Sedangkan, radiasi non-ionising berbentuk elektromagnetik yang tidak dapat mengubah sel dalam tubuh. Radiasi ini biasanya terdapat pada benda-benda elektronik.

Bahaya Paparan Radiasi dari Laptop

Benda elekteronik atau gadget yang pertama adalah laptop. Komputer lipat ini sering dipakai untuk keperluan pekerjaan dan hiburan. Bentuk yang kecil membuatnya cukup mudah dibawa ke manapun.

Radiasi dari laptop berasal dari koneksi internet atau bluetooth yang tersambung untuk mengirim atau menerima file. Selain itu, radiasi juga diperkuat oleh komponen internal gadget ini yang berbahan metal seperti baterai dan antena.

Salah satu bahaya dari radiasi laptop adalah terganggunya fertilitas pada pria. Sebuah study dari American Society for Reproductive Madicine menemukan bahwa paparan radiasi laptop bisa berdampak langsung pada spermatozoa.

Dampak ini disebabkan oleh menurunnya tingkat motilitas. Hal tersebut dapat mengurangi kesuburan dan memperburuk gerakan sperma sehingga seorang pria akan sulit memiliki keturunan.

Penyebab terjadinya paparan radiasi biasanya disebabkan oleh laptop yang diletakkan di pangkuan. Letak posisi laptop tersebut membuat paparan radiasi sangat dekat dengan testis. Paparan radiasi akan menjadi makin besar ketika gadget sedang tersambung pada WiFi.

Bahaya Paparan Radiasi dari Smartphone atau Tablet

Jenis gadget berikut yang dapat menimbulkan bahaya radiasi adalah smartphone dan tablet. Radiasi dari benda ini berasal dari koneksi pada WiFi, bluetooth, dan koneksi selular. Selain itu, layar sentuh atau touch screen pada gadget ini juga menyumbang paparan radiasi.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa paparan radiasi dari smartphone dapat menyebabkan sakit mata, insomnia, dan sakit kepala. Bahaya yang dapat ditimbulkan selanjutnya adalah gangguan pada aktivitas otak, bahkan menyebabkan penyakit seperti parkinson dan alzheimeir. Selain itu, radiasi dari gadget ini juga bisa menimbulkan masalah pada memori jangka pendek dan kognitif seseorang.

Baca juga: Kebijakan Baru Penanganan Kasus Narkoba

Semua kalangan bisa merasakan dampak tersebut. Akan tetapi, anak-anaklah yang paling dikuatirkan dari efek-efek tersebut. Sebuah study dari Einstein Medical Center di Philadelpia, Amerika Serikat menemukan bahwa orang tua sering menggunakan gadget untuk menghibur anak mereka atau saat mereka sedang sibuk. Hal ini akan memicu ketergantungan dan merusak kesehatan mental dan fisik anak-anak secara perlahan.

Masih ada lagi benda yang radiasinya dapat membahayakan. Benda tersebut adalah WiFi. Paparan radiasi berasal dari jaringan WiFi yang berada di dalam maupun luar ruangan. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa radiasi dari benda ini yang terserap oleh tubuh dapat menyebabkan ruam pada kulit, kelelahan, dan gangguan tidur.

Cara Mengurangi Paparan Radiasi dari Gadget

Menilik hal tersebut, maka jelas bahwa paparan radiasi dari gadget yang digunakan perlu diminimalisir. Caranya adalah dengan tidak sering meletakkan langsung gadget pada kulit. Laptop yang digunakan perlu diletakkan pada meja atau memakai alas/cover.

Smartphone yang digunakan alangkah baiknya tidak diletakkan pada saku baju atau celana. Lebih disarankan juga untuk menggunakan headset jika ingin melakukan panggilan telepon dalam waktu lama.

Lebih dari itu, saat tidak menggunakan headset, posisi ponsel sebaiknya dijauhkan sebanyak 5cm-18cm dari kepala untuk mengurangi paparan radiasi. Saat hal tersebut dilakukan, paparan radiasi dapat dikurangi sebanyak 75%.

Bagi yang berkomunikasi secara singkat, disarankan untuk menggunakan pesan singkat (SMS) dibanding panggilan telepon. Cara ini bertujuan untuk meminimalisir kontak antara smartphone dan kepala.

Saat tidak digunakan, data selular dari ponsel sebaiknya dimatikan. Alasannya adalah untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan melalui ponsel. Hal ini juga berlaku bagi jaringan WiFi. Saat malam hari atau sedang tidur, jaringan tersebut lebih baik dimatikan.

Radiasi yang ditimbulkan dari penggunaan gadget dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan. Oleh karena itu, pemakaian gadget perlu diatur agar bahaya dari radiasinya dapat diminimalisir. Dengan meminimalisir paparan radiasi, gadget yang digunakan akan memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan, bukannya kerugian atau penyakit. (har)

Baca juga: Alasan Anda Tidak Boleh Melewatkan Makan Pagi