Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Pertama di NTT Lahir dari Universitas Termuda di NTT

Kota Kupang, medikastar.id

Prof. Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar yang bertugas di LLDIKTI wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara) dan diperbantukan di Universitas Citra Bangsa Kupang. Pengukuhan tersebut berlangsung di Aula lantai 5 Universitas Citra Bangsa, Rabu (04/03/20). Dengan pengukuhan tersebut maka Frans Salesman tercatat sebagai guru besar pertama ilmu kesehatan masyarakat di Provinsi NTT.

Dalam moment berbahagi tersebut, rektor Universitas Citra Bangsa, Dr. Jeffrey Jap, drg.,M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa pada hari ini NTT berbangga dengan hadirnya seorang guru besar.

“Patut kita syukuri kehadirat Tuhan. Saya mengucapkan proficiat, terkhusus kepada Prof. Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes, senior saya,” katanya.

Menurut Jeffrey, lahirnya seorang guru besar merupakan sebuah kebanggan tertinggi pada institusi pendidikan. Profesor merupakan jenjang terakhir dalam karir akademik, sehingga pengukuhan tersebut patut dibanggakan.

Selain itu, menurutnya, hal yang patut disyukuri dari peristiwa pengukuhan tersebut ialah karena Frans Salesman merupakan guru besar pertama ilmu kesehatan masyarakat di NTT.

“Konon katanya, (profesor ilmu kesehatan masyarakat-red) yang pertama di Bali dan Nusa Tenggara. Dan guru besar tersebut lahir dari tempat ini, almamater ini, universitas citra bangsa,” sambung Jeffrey.

Ia mengatakan bahwa pengukuhan tersebut juga merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi Universitas Citra Bangsa mengingat universitas tersebut merupakan universitas termuda di NTT.

“Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru diterima oleh kami pada medio April 2019 untuk proses penggabungan 2 sekolah tinggi sebelumnya menjadi sebuah universitas. Dan hari ini kita melahirkan seorang professor. Ini merupakan sebuah prestasi sekaligus prestise, baik untuk diri Profesor Frans maupun untuk kami civitas akademika Universitas Citra Bangsa yang kami persembahkan untuk bumi Flobamora tercinta,” tutur Jeffrey.

Ia lanjut menjelaskan bahwa Profesor Frans Salesman bergabung dengan Universitas Citra Bangsa sejak 9 tahun yang lalu dan bersama pihaknya membangun institusi pendidikan tersebut mulai dari Stikes CHMK sampai dengan saat ini menjadi universitas. Menurutnya, kontribusi dari Frans Salesman sangat berpengaruh bagi tumbuh kembangnya institusi pendidikan tersebut.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang guru besar harus memiliki CINTA. CINTA menurutnya merupakan akronim dari Cerdas, Integritas, Norma, Transformatif, dan Arif.

Ia juga mengatakan bahwa tahun 2019 merupakan tahun pencapaian LLDIKTI Wilayah III yang luar biasa. Hal tersebut mengingat ada 8 orang doktor yang mengajukan guru besar dan 6 orang sudah dikukuhkan, termasuk Frans Salesman.

“Dari 6 guru besar tersebut, satu-satunya guru besar yang lahir dan memecahkan telor di NTT ialah Pak Frans,” katanya.

Di kesempatan tersebut, secara khusus I Nengah berpesan agar Frans Salesman dapat menerangi Universitas Citra Bangsa bukan saja dari dalam, tetapi juga dari luar universitas. Selain itu, dirinya juga berpesan agar Frans Salesman dengan rendah hati mau membagi ilmu yang dimilikinya.

Sementara itu, Prof. Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes di kesempatan tersebut membawakan pidato ilmiah yang berjudul, “Kontribusi derajat kesehatan masyarakat dalam membentuk human capital index; studi kasus di Indonesia.”

Terpantau hadir Ketua Yayasan Bina Citra Mandiri, Ir Abraham Paul Liyanto; Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena; Asisten I Setda Provinsi NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, MM; sesepuh NTT, Esthon Foenay. Hadir juga Bupati Manggarai, Deno Kamelus; Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas; para pimpinan universitas di Kota Kupang, dan juga para guru besar dari Universitas Nusa Cendana. (*/red)

Baca Juga: Kasus DBD di Kota Kupang Terus Meningkat, Semua Pihak Diminta ‘Perangi’ DBD