Kota Kupang, medikastar.id
Ratusan calon jemaah haji Kota Kupang mengikuti pengukuran/tes kebugaran jasmani di halaman Kantor Walikota Kupang, Sabtu (7/3/2020).
Kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Kupang. Turut serta mendampingi kegiatan ini staf dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Puluhan tenaga kesehatan yang berasal dari Dinkes Kota Kupang, 11 Puskesmas di Kota Kupang, staf Dinkes Provinsi NTT dan Kemenag Kota Kupang dikerahkan untuk membantu proses ini.
Kepala Bidang PL Promkes Dinkes Kota Kupang, Alfrida Palebangan, menjelaskan bahwa pemeriksaan kebugaran jasmani ini merupakan upaya pemerintah mempersiapkan kondisi fisik para calon jemaah haji sehingga nantinya mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik. Pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kebugaran jasmani serta pembinaannya sangat penting untuk menjaga kondisi prima jemaah haji saat melakukan ibadah haji.
“Nanti di Tanah Suci kan banyak aktivitas fisik yang akan mereka jalani. Jadi kita siapkan memang dari sekarang sehingga disana mereka tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.

Untuk diketahui, beragam aktivitas fisik selama ibadah haji antara lain Sholat 5 waktu di Masjidil Haram /Masjid Nabawi (Berjalan dari pemondokan atau batas masuk kendaraan ke area Masjidil Haram atau Masjid Nabawi); Tawaf (Berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam sebanyak 7 kali) ; Sa’I (Berjalan atau berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali (7 x ± 420 meter= 2, 9 Km). Kegiatan Armuna (Arofah, Muzdalifah dan Mina): Wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah termasuk melontar jumroh; dan kegiatan lain seperti perjalanan dari daerah asal ke embarkasi, di pesawat, ziarah selama di Tanah Suci dan kepulangan di tanah air.
Sebelum pengukuran kebugaran para calon jemaah haji tersebut menjalani penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, tekanan darah dan nadi, serta pemeriksaan kesehatan lainnya yang dianggap perlu oleh tenaga kesehatan.
Pemeriksaan penting lainnya adalah konfirmasi kesiapan melakukan aktivitas/latihan fisik berdasarkan format PAR-Q (Physical Activity Readiness Questionnaire). Bila terdapat satu atau lebih jawaban Ya, maka Jemaah haji dikonsultasikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan layak atau tidak dilakukan pengukuran kebugaran jasmani berdasarkan ada tidaknya kontra indikasi.
Jika tidak layak, maka jemaah haji perlu mendapatkan penatalaksanaan pengobatan yang sesuai dengan penyakitnya atau bila perlu merujuknya. Pengobatan dilakukan sampai Jemaah haji layak untuk dilakukan pengukuran kebugaran jasmani.
Ada dua metode tes/pengukuran kebugaran jasmani yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu Rockport Test (jalan, jalan cepat atau lari sejauh 1.600 meter) dan Tes Jalan 6 menit (six minute walking test). Penentuannya berdasarkan kategori usia dan kondisi kesehatan.
Sebelum tes kebugaran, mereka dipandu untuk melakukan gerak pemanasan. Pemanasan bertujuan mempersiapkan tubuh sebelum melakukan olahraga untuk mengurangi potensi cedera dan mengurangi rasa sakit setelah berolahraga; mempersiapkan peregangan otot-otot saat melakukan olahraga inti; melebarkan pembuluh darah. Setelah tes kebugaran usai, peserta dipandu dengan gerak pendinginan.

Komponen kebugaran jasmani yang penting bagi jemaah haji adalah : Daya tahan jantung-paru (kardiorespirasi); Kekuatan dan daya tahan otot; Kelenturan; Keseimbangan; Daya ledak otot (power). Hasil pemeriksaan dan latihan fisik dicatat dan akan dipakai sebagai dasar untuk memberi rekomendasi latihan fisik yang sesuai bagi peserta untuk mereka lakukan di lingkungan rumah atau tempat olahraga baik secara individu atau berkelompok.
“Untuk rekomendasi latihan fisik, nanti dianalisa berdasarkan tingkat kebugarannya (berdasar hasil tes hari ini) yang akan dituliskan pada kartunya (Kartu Menuju Bugar) yakni berapa kali latihan fisik selama seminggu, intensitas denyut nadi latihan, lama latihan dan tipe atau jenis latihan fisik. ” terang I Gede Kabinawa, salah satu staf Program Kesehatan Kerja dan Olahraga, Dinkes Provinsi NTT.
I Gede berharap para calon jemaah haji dapat melakukan latihan fisik mandiri di lingkungan rumah atau tempat olahraga atau dibawah bimbingan petugas di puskesmas sesuai rekomendasi yang diberikan.
“Harapannya, tingkat kebugaran mereka semakin meningkat sehingga nantinya mereka bisa menjalankan ibadah haji di tanah suci dengan kondisi fisik yang baik,” ujar I Gede.
“Pemeriksaan kebugaran fisik ini merupakan pemeriksaan yang kedua. Pemeriksaan pertama sudah dilakukan pada Desember 2019 lalu,” jelasnya
Mawarni Mihirab, salah satu calon jemaah haji asal Kelurahan Mantasi terlihat antusias mengikuti latihan kebugaran jasmani tersebut. Bersama suaminya, Safrudin Sabong, ia mengaku selalu melakukan latihan fisik mandiri di rumah sejak pemeriksaan pertama.
“Saya dan Bapa itu jalan tiap hari. Apalagi Bapa, kalau tidak pagi, sore jam 4 begitu dia sudah jalan,” kata Mawarni sambil menunjuk suaminya.

Ia mengaku antusias menjalani semua proses persiapan itu karena momentum ini sudah ia dan suaminya tunggu selama tujuh tahun.
Sementara itu, H. Hidayanur, staf Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Kupang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan amanah UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Ia juga mengatakan bahwa tahun ini kuota ibadah haji Kota Kupang berjumlah 314 orang dan 13 orang cadangan. Mereka kemungkinan akan menjalani ibadah haji gelombang II pada akhir Juli 2020 nanti. (ens)
Baca juga: Pejabat, Artis & Masyarakat Berbaur Perangi Sampah di Hari Peduli Sampah Nasional

