Kasus Kematian DBD di NTT Tertinggi, Masalah Lingkungan Disoroti

medikastar.id  – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa kasus penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) telah mencapai angka lebih dari 17.000 kasus, dengan 104 orang dinyatakan meninggal. Angka kematian terbesar terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni sebanyak 32 orang. Angka ini terbilang lebih rendah dari kejadian yang sama pada tahun lalu. Akan tetapi, jika tidak diwaspadai, jumlahnya akan terus bertambah.

Penyebab banyaknya kasus kematian di wilayah NTT disebabkan oleh banyak hal. Faktor yang paling disoroti oleh Kemenkes adalah faktor lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat banyak tempat perindukan dan bertelur bagi nyamuk yang tidak dibersihkan.

Nyamuk Aedes Aegypti membutuhkan kurang lebih 14 hari untuk menghasilkan generasi yang baru. Proses tersebut biasanya disebut Life Cycle. Lingkungan yang tidak dibersihkan biasanya menjadi tempat tinggal bagi nyamuk. Selain itu, upaya pembersihan lingkungan bertujuan untuk memutuskan regenerasi nyamuk yang terbilang cepat ini.

Untuk melakukan pembersihan lingkungan tempat tinggal nyamuk, maka masyarakat perlu mengetahui tempat mana saja yang biasanya ditinggali dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Tempat tersebut tentu berada di dalam atau sekitar rumah masyarakat.

Nyamuk biasanya menyukai beberapa tempat untuk bertelur. Tempat bagi nyamuk untuk bertelur antara lain seperti selokan, kolam, rawa-rawa atau genangan, serta ban atau kaleng bekas yang berisi air.

Artikel terkait: Kasus DBD Capai Angka 1.195, Menteri Kesehatan Turun ke Kabupaten Sikka

Selain itu, penampungan air pada Air Conditioner (AC) dan kulkas, pot bunga, serta tempat penampungan air minum dan bak mandi juga sering digunakan oleh nyamuk untuk bertelur. Nyamuk membutuhkan air untuk berkembangbiak. Oleh karena itu, tempat-tempat di sekitar masyarakat yang tergenang air akan menjadi tempat yang ia sukai.

Selain untuk bertelur, nyamuk juga biasanya menyukai tempat tertentu untuk beristirahat. Rumput-rumput yang tinggi atau panjang, gulma, dan semak belukar juga dapat menjadi tempat tinggal bagi nyamuk. Meski tidak berkembangbiak pada tempat tersebut, nyamuk dewasa biasa menggunakannya untuk beristirahat di waktu siang.

Oleh karena itu, diperlukan upaya pembersihan lingkungan secara rutin guna mencegah perkembangan jumlah nyamuk yang dapat menyebabkan DBD. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan 3M.

Arti dari 3M adalah menguras penampungan air dan menutupnya, serta mengubur sampah seperti kaleng dan botol bekas. Tindakan tambahan yang dapat dilakukan adalah penggunaan abate pada bak mandi, serta lotion anti nyamuk dan obat nyamuk.

Pembersihan lingkungan secara rutin juga perlu dilakukan. Kebersihan di dalam dan luar rumah perlu dijaga dengan baik. Tempat-tempat seperti penampungan air AC, kulkas, dan pot bunga sebaiknya kuras secara rutin. Rerumputan, gulma, serta semak belukar yang sudah tinggi sebaiknya dipangkas.

Jika suatu tempat dinilai memiliki populasi nyamuk yang sangat banyak, biasanya diperlukan upaya fogging. Namun, mengingat asap dari fogging mengandung cukup banyak bahan kimia, tindakan ini adalah prioritas paling terakhir yang sering diterapkan. Karena itu, upaya-upaya sederhana lainnya perlu diterapkan sedini mungkin sebelum populasi nyamuk sulit dikendalikan.

Mengingat waktu perkembangbiakan nyamuk yang cepat, maka tindakan pembersihan perlu dilakukan sesering mungkin. Terlebih saat musim hujan tiba. Air hujan biasanya akan tertampung pada daerah sekitar rumah atau sampah-sampah yang tidak dibersihkan oleh masyarakat. Jika diabaikan, tempat tersebut akan dijadikan tempat tinggal atau tempat bertelur bagi nyamuk.

Lingkungan merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan DBD. Tindakan pembersihan dan perawatan lingkungan sangat penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di sekitar masyarakat. Lingkungan yang dibersihkan secara teratur akan terbebas dari nyamuk penyebab DBD maupun penyakit lainnya. (har)

Baca juga: Pasien Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 34 Orang