medikastar.id – Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day 2020 diperingati pada tanggal 12 Maret. Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah “Ginjal Sehat untuk Siapa Saja Dimana Saja”. Artinya, kesehatan ginjal harus menjadi perhatian semua orang, dimanapun, tanpa terkecuali.
Ginjal merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Mengingat pentingnya peranan ginjal bagi tubuh, maka kesehatan ginjal harus dijaga. Sayangnya, masih banyak orang yang belum terlalu peduli akan hal ini. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan dan dapat merusak ginjal.
Ginjal merupakan bagian dari sistem urin dan terdiri atas dua bagian, yakni ginjal kiri dan ginjal kanan. Ginjal kiri terletak di bawah diafragma dan di belakang limpa. Sedangkan, ginjal kanan terletak langsung di bawah diafragma dan di belakang hati.
Organ ini berbentuk seperti kacang yang memiliki lekukan menghadap ke dalam. Fungsi dari ginjal adalah menyaring kotoran, terutama urea dari darah dan membuangnya bersama air dalam bentuk urin.G
Berdasarkan data dari National Kidney Foundation, terdapat 10% dari populasi dunia yang mengalami penyakit ginjal kronis (PGK). Diperkirakan jutaan orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit ginjal dan kurangnya akses penanganan. Hal ini membuktikan bahwa penyakit ginjal sangat berbahaya.
Kebiasaan-Kebiasaan yang Dapat Merusak Ginjal
Terdapat beberapa kebiasaan yang dapat merusak ginjal seseorang. Kebiasaan tersebut antara lain seperti menggunakan obat penghilang rasa sakit secara berlebihan. Obat jenis antiinflamasi non-steroid biasanya dapat meredakan rasa sakit, namun juga berbahaya bagi ginjal. Jika ingin menggunakannya, perhatikanlah dosis yang disarankan agar tidak melebihi standar.
Kebiasaan buruk berikut adalah mengonsumsi makanan dengan kadar garam iodium tinggi dan dalam jumlah yang banyak. Konsumsi iodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan akhirnya akan membahayakan ginjal.
Selain garam, konsumsi gula yang tinggi juga bisa mengganggu fungsi ginjal. Kadar gula tinggi berkontribusi dalam menyebabkan obesitas dan tekanan darah tinggi. Keduanya juga dapat menyebabkan penyakit ginjal. Makanan manis saat sarapan, serta menambah gula pada minuman atau makanan menjadi penyebab kadar gula yang tinggi dalam tubuh.
Makanan yang mengandung tinggi natrium dan fosfor juga dapat merusak ginjal. Zat-zat tersebut biasanya berasal dari makanan-makanan olahan daging ayam, sapi, ikan, serta produk-produk susu. Dalam jumlah yang banyak, kandungan tinggi dari zat-zat tersebut akan membahayakan kesehatan ginjal.
Kebiasaan berikut yang sering dilakukan adala kurangnya konsumsi air putih. Konsumsi air putih bertujuan untuk membantu ginjal dalam membersihkan natrium dan racun di dalam tubuh. Air juga berguna untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Pada umumnya, konsumsi air yang dianjurkan adalah sebanyak 1,5 hingga 4 liter setiap hari.
Selanjutnya, fungsi ginjal diatur oleh siklus tidur dan bangun. Siklus tersebut mengkoordinasikan beban ginjal selama 24 jam. Kurangnya waktu tidur membuat fungsi tersebut akan terganggu.
Mengonsumsi daging dalam jumlah banyak juga dapat merusak ginjal. Protein hewani menghasilkan kadar asam yang tinggi dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya asidosis atau kondisi ginjal tidak dapat menghilangkan asam dalam waktu yang cukup cepat. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging, sebaiknya diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang cukup. Konsumsi gizi seimbang dapat membuat tubuh terawat dengan baik.
Penyakit ginjal juga sering disebabkan oleh perilaku merokok dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Orang yang merokok cenderung memiliki protein yang tinggi dalam urin. Hal tersebut menjadi tanda kerusakan ginjal.
Meminum alkolhol sebanyak empat kali dalam sehari akan meningkatkan risiko penyakit ginjal sebesar dua kali lipat. Sedangkan, ketika seseorang gemar merokok dan minum alkohol sekaligus, risiko penyakit ginjal kronis akan meningkat menjadi lima kali lipat.
Kebiasaan buruk yang juga sering diabaikan adalah duduk dalam waktu yang sangat lama. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Alasannya karena tubuh membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga metabolisme glukosa dalam tubuh. Kadar glukosa atau gula yang tinggi dapat menyebabkan diabetes dan komplikasi pada ginjal.
Ginjal merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, menjaga dan merawat kesehatan ginjal perlu dilakukan dengan baik. Upaya menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merusak ginjal. Selamat Hari Ginjal Internasional 2020, Healthies! Ginjal Sehat untuk Siapa Saja Dimana Saja! (har)

Baca juga: Kasus Kematian DBD di NTT Tertinggi, Masalah Lingkungan Disoroti

