Mitos-mitos Seputar Penyebaran Virus Corona

medikastar.id – Virus Corona sedang menyebar dengan cepatnya. Akan tetapi, beberapa kabar tidak benar lebih cepat menyebar di masyarakat. Kabar tidak benar tersebut dapat berupa berita hoax atau mitos-mitos seputar Corona. Secara umum, mitos merupakan informasi yang belum atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Informasi-informasi yang tidak benar bisa saja memicu rasa takut yang berlebihan. Selain itu, upaya pencegahan yang hendak diambil juga kemungkinan besar tidak tepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui informasi-informasi yang memuat fakta dan bukan sekedar mitos.

Mitos-mitos seputar virus Corona tersebar sangat cepat dan membuat masyarakat dengan mudah mempercayainya, tanpa mencari informasi yang benar. Berikut merupakan mitos dan fakta seputar virus Corona yang dirangkum dari World Health Organization (WHO) dan sumber terpercaya lainnya.

Virus Corona dianggap sebagai virus yang sangat mematikan. Hal tersebut menyebabkan ketakutan yang sangat tinggi. Wajar saja, virus ini memang terbilang sangat baru dan belum banyak fakta yang terverifikasi atau masih mengambang tentangnya.

Faktanya, virus Corona dapat menyebar dengan sangat cepat dan memiliki daya infeksi yang tinggi. Akan tetapi, tingkat kematian yang diakibatkan oleh virus ini terbilang rendah. Hingga saat ini, tingkat kematian akibat kasus Corona adalah sebesar 2-3%. Total ini masih lebih rendah dibanding jumlah kematian kasus SARS pada tahun 2003 sebanyak 10% dan kasus MERS sebanyak 35%.

Bahkan, hampir 80% orang yang mengalami gejalanya dapat pulih dari penyakit Corona dalam waktu dua minggu, tanpa penanganan lanjutan. Semua gejalanya bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Kebanyakan pasien yang meninggal adalah mereka yang memiliki riwayat penyakit berat lainnya.

Artikel terkait: Yang Perlu Anda Tahu Tentang Pencegahan Virus Corona

Ada yang mengatakan bahwa virus Corona hanya menyerang kalangan atau usia tertentu saja. Namun, faktanya virus ini bisa menyerang semua kalangan dan usia. Berdasarkan data yang ada, orang berusia lansia memiliki risiko dua kali lipat terkena infeksi. Sedangkan, sebanyak terdapat 2% dari total kasus Corona berasal dari kelompok usia anak-anak. Sisanya adalah orang dewasa.

Selanjutnya, sejak virus Corona muncul, banyak orang mengira bahwa seseorang yang sedang mengalami batuk atau flu telah termasuk suspect Corona. Seseorang yang dapat dinyatakan sebagai suspect Corona adalah ia yang menunjukan gejala seperti demam, batuk, dan kesulitan untuk bernapas.

Status suspect Corona juga dapat diberikan kepada mereka yang melakukan kontak dekat bersama orang yang telah terinfeksi. Orang yang berasal dari daerah yang terinfeksi Corona seperti China, Korea, Italia, Iran, dan lain-lain juga dapat masuk ke dalam status ini.

Banyak juga yang mengatakan bahwa Corona dapat tertular lewat makanan dan hewan peliharaan. Hingga sekarang belum ada bukti bahwa konsumsi makanan tertentu dan menyentuh hewan bisa menularkan virus Corona. Belum ada bukti juga yang mengatakan bahwa virus Corona dapat menular lewat gigitan nyamuk. Akan tetapi, masyarakat tetap perlu mencuci tangan dengan rutin dalam melakukan akitivitas sehari-hari, serta menjaga kebersihan lingkungan dari nyamuk.

Virus Corona dapat bertahan pada kertas, kain, dan berbagai jenis spons selama delapan hingga belasan jam. Selain itu, virus ini juga dapat bertahan pada kaca, plastik, dan besi selama waktu tersebut. Benda-benda inilah yang ketika disentuh dapat menularkannya. Proses penularannya dimulai saat seseorang memegang benda-benda yang mengandung virus Corona. Setelah itu, saat tangannya menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka virus Corona akan masuk ke dalam tubuh.

Tersiar juga informasi bahwa Corona dapat dicegah atau ditangani dengan makanan atau minuman tertentu, seperti bawang putih dan minuman beralkohol. Bawang putih memiliki kandungan anti mikroba yang baik bagi tubuh, namun belum ada bukti bahwa Corona bisa dicegah dengan memakannya.

Hal ini juga berlaku untuk minuman beralkohol yang diminum atau alkohol yang disemprotkan ke tubuh. Penyemprotan alkohol tidak dapat membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh. Gizi seimbang dan pola hidup sehat yang benarlah yang dapat mencegah virus Corona.

Obat dan vaksin untuk mencegah dan menangani Corona juga belum diumumkan secara pasti sampai saat ini. Vaksin pneumonia dan anti biotik pun belum terbukti dapat melawan virus Corona. Pasien-pasien yang telah sembuh ditangani dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh mereka, serta penanganan khusus lainnya.

Mitos yang beredar juga mengatakan bahwa virus Corona dapat dicegah dengan mandi air panas. Cara ini tidaklah tepat. Langkah mencuci tangan lebih efektif mencegah penularannya.

Ada juga yang mengatakan bahwa cuaca atau iklim yang panas dapat membunuh virus Corona. Ada beberapa ahli yang mendukung pernyataan tersebut. Namun, pernyataan tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Cuaca yang panas bisa menurunkan tingkat penularannya. Namun, virus ini bisa menyebar dalam segala jenis cuaca, baik panas atau dingin.

Selain mitos-mitos tersebut, masih banyak lagi informasi lain yang keliru. Penyebaran informasi yang tidak benar dan tidak berasal dari sumber yang terpercaya hanya akan memperburuk situasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mengakses dan menyebarkan informasi dari sumber yang terpercaya. (har)

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Perbatasan dengan Timor Leste Akan Ditutup Sementara