Mengenal Jenis-jenis Keracunan Ikan

medikastar.id – Ikan memiliki berbagai macam kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, ikan yang tidak dipilih dan diolah secara baik dapat mendatangkan dampak negatif bagi tubuh ketika dikonsumsi. Bentuk kesalahan dalam pemilihan dan pengolahan ikan dapat mengakibatkan seseorang mengalami keracunan ikan.

Keracunan ikan dapat dibagi dalam beberapa jenis. Jenis-jenis tersebut dibedakan berdasarkan gejala dan tingkat keparahannya.

Ikan merupakan hewan laut yang memiliki berbagai macam kandungan gizi yang baik. kandungan gizi dalam ikan antara lain omega 3, asam amino, berbagai macam vitamin, zat besi, yodium, selenium, seng, dan fluor. Kandungan-kandungan tersebut terdapat dalam jenis ikan yang dapat dikonsumsi.

Sementara itu, ada pula jenis-jenis ikan yang dapat menyebabkan keracunan. Jenis ikan tersebut seperti ikan buntal. Ciri khas dari ikan ini adalah memiliki duri dan dapat membuntal atau berbentuk bulat. Selain ikan buntal, ada juga red lionfish. Duri dan sirip dari ikan ini terkenal berbisa. Jenis tigerfish, ikan listrik, hingga hiu putih juga memiliki racun yang sangat tinggi.

Terdapat 3 jenis keracunan ikan yang bisa dialami oleh orang yang mengonsumsi ikan dengan proses pemilihan dan pengolahan yang tidak tepat. Yang pertama adalah jenis keracunan ciguatera. Keracunan jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis ikan seperti kerapu, kakap merah, hingga barakuda. Orang yang mengalami keracunan ciguatera akan mengalami gejala-gejala seperti mual dan muntah, diare, sakit kepala, mati rasa, hingga kesemutan pada mulut.

Dalam kasus yang lebih parah, akan terjadi nyeri otot, pusing, dan sensasi pembalikan suhu. Selain itu, irama jantung akan tidak teratur dan mengalami tekanan darah rendah. Gejala keracunan ciguatera dapat bertahan selama beberapa hari hingga empat minggu.

Belum ada obat khusus untuk menangani keracunan ini. Penanganan biasanya dilakukan untuk menghilangkan gejala dan mengatasi komplikasi. Cara terbaik untuk mendiagnosis dan mengobatinya adalah dengan memeriksakan diri pada dokter.

Jenis keracunan berikut adalah tetrodotoxin. Jenis ini juga biasa disebut keracunan ikan buntal. Keracunan seperti ini jarang terjadi. Akan tetapi, orang yang mengalaminya dapat mengalami masalah serius, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala dari keracunan ikan tetrodotoxin antara lain mati rasa pada bibir, lidah, wajah, dan bagian tubuh lainnya. Orang yang mengalaminya juga akan merasakan sensasi ringan atau mengambang. Sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan diare juga akan dialami. Selain itu, akan terjadi juga kesulitan berjalan, kejang, gangguan pernapasan, bicara tidak jelas, hingga aritmia jantung.

Gejala keracunan akan muncul antara 20 menit hingga 3 jam setelah seseorang mengonsumsi ikan buntal beracun. Jika tidak segera ditangani, kematian akan terjadi dalam waktu 4 hingga 6 jam setelah keracunan dimulai.

Hingga sekarang belum ada obat penawar bagi racun ini. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk membatasi penyerapan racun oleh tubuh, menghilangkan gejala, dan mengobati komplikasi yang mengancam jiwa.

Selain jenis keracunan ciguatera dan tetrodotoxin, ada juga jenis keracunan scombrotoxin. Jenis keracunan ini juga biasa disebut keracunan ikan histamin. Hal ini dikarenakan seseorang akan mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan dengan kandungan histamin yang tinggi. Jenis ikan yang dapat menyebabkan keracunan jenis ini adalah tuna, sarden, teri, hingga amberjack. Jenis ikan tersebut memiliki kandungan histidin yang tinggi.

Keracunan scombrotoxin dapat terjadi ketika proses pengawetan atau pendinginan ikan tidak dilakukan secara baik. Hal tersebut mengakibatkan bakteri akan mengubah histidin di dalam ikan menjadi histamin. Begitulah keracunan jenis ini terjadi.

Gejala yang terjadi dapat berupa sensasi kesemutan atau terbakar pada mulut, serta muncul ruam pada wajah dan tubuh bagian atas. Desah atau napas pendek, mual, muntah, dan diare juga akan terjadi. Keracunan jenis ini juga menyebabkan tekanan darah rendah, sakit kepala, dan gatal-gatal pada kulit.

Gejala keracunan scombrotoxin akan muncul setelah 3 jam hingga satu hari setelah seseorang mengonsumsi ikan yang mengandung histamin dalam kadar yang tinggi. Kebanyakan jenis alergi ikan yang dialami sebenarnya termasuk dalam jenis keracunan ini. Upaya penanganan paling baik adalah dengan cara menghubungi pelayanan kesehatan agar mendapatkan obat yang tepat.

Ikan merupakan makanan yang sangat bergizi. Namun, pemilihan dan pengolahannya perlu diperhatikan dengan baik. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, ikan yang dikonsumsi dapat terhindar dari berbagai jenis racun dan membuat tubuh menjadi lebih sehat. (har)

Baca juga: Mitos-mitos Seputar Penyebaran Virus Corona