Aloisius Bria: Bangun Pariwisata dengan Promosi dan Pelayanan Prima

Kota Kupang, medikastar.id

Ketika pariwisata dibuat sebagai lokomotif pembangunan, berbagai hal mesti disiapkan secara matang. Dua diantaranya adalah promosi dan pelayanan. Dengan promosi, pariwisata kita dikenal. Dan dengan pelayanan prima, para wisatawan akan selalu rindu untuk datang kembali.

Hal itu disampaikan Aloisius Bria Nahak, pemerhati wisata yang turut ambil bagian dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang pembangunan pariwisata Nusa Tenggara Timur, di Museum Negeri NTT, Rabu (9/1/2019).

Dalam forum itu, berbagai pihak menyamakan persepsi tentang pembangunan pariwisata di Nusa Tenggara Timur dalam rangka mendukung program Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi. Beberapa poin yang disorot dalam diskusi tersebut terkait pembangunan pariwisata NTT antara lain infrastruktur, baik transportasi maupun akomodasi, kebersihan, service (pelayanan), dan promosi.

Dalam kacamata Aloisius Bria, selain membenahi infrastruktur dan budaya bersih, faktor promosi dan pelayanan juga harus segera disiapkan secara baik. Karena baginya, hanya dengan promosi secara masif dan terus menerus, objek pariwisata di NTT akan dikenal luas. Selain itu, pelayanan (service) juga harus ditingkatkan sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi para wisatawan. Kesan positif dari karena pelayanan yang baik menjadi alat promosi terbaik bagi sesama wisatawan.

Apa yang disampaikan Aloisius bertolak dari pengalamannya selama beberapa tahun berada di Eropa, khususnya Portugal, sebagai pegawai kedutaan RI. Portugal, menurut Aloisius, menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan. Selain karena alam dan budayanya yang eksotis, Aloisius melihat faktor promosi dan pelayanan menjadi kunci kemajuan pariwisata Portugal.

Terkait promosi, ia berharap pemerintah, dalam hal ini, dinas pariwisata, harus lebih gencar mengadakan promosi melalui berbagai media. Berbagai destinasi wisata, baik alam maupun budaya, harus didata secara baik. Data itu harus juga dilengkapi dengan penjelasan terkait sejarah, nilai, dan hal-hal lain yang menumbuhkan rasa penasaran.

“Kalau bisa dibuat brosur serta kalender wisata budaya yang ada di NTT sehingga orang mempunyai panduan atau gambaran tentang liburannya ke NTT. Brosur dan kalender itu disebarluaskan, baik melalui media online maupun cetak. Juga ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti hotel, restoran, bandara, dan fasilitas publik lainnya,” ujar Aloisius.

Terkait pelayanan, Aloisius berharap, pemerintah bekerja sama dengan sektor swasta terkait, menyediakan pelayanan terbaik bagi para wisatawan. Pelayanan itu termasuk data dan informasi, infrastruktur, transportasi, akomodasi, keamanan dan keramahan.

Sikap ramah dan penghormatan terhadap para wisatawan juga harus menjadi bagian dari masyarakat umum terutama yang berada di sekitar lokasi wisata. Dengan itu, para wisatawan akan merasa aman dan nyaman yang akan menimbulkan kesan positif.

“Kesan positif yang diperoleh ketika berkunjung ke NTT akan menjadi cerita yang disebarkan dari mulut ke mulut atau diposting di berbagai media sosial. Itu menjadi alat promosi gratis bagi pariwisata di NTT,” tuturnya. (*/red)

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Amankan 3 Pucuk Senjata Api