Ancam Keselamatan Jiwa, Lampu Lalu Lintas di Kota Borong Butuh Perbaikan

Borong, medikastar.id

Kondisi lampu lalu lintas yang berada di simpang empat kota Borong, tepatnya di samping  kantor Kapolsek Borong Matim, NTT hingga saat ini tidak pernah diaktifkan lagi.

Lampu lalu lintas tersebut tersebut hanya berdiri tegak tanpa mengisyaratkan apa-apa.

Kondisi yang rusak seperti ini membuat para pengguna jalan, khususnya para pengendara kendaraan bermotor lari berserobatan tak beraturan.

Rominus Idar, salah seorang pengguna jalan ketika ditemui media ini di lokasi tersebut, Rabu (11/07/18) menjelaskan bahwa dirinya merasa kesal dan kecewa dengan pihak dinas terkait dalam hal ini Dishub yang sampai saat ini tidak memperbaiki lampu tersebut.

“Di tempat ini sering terjadi kecelakaan akibat lampu lalu lintas yang tidak pernah menyala. Kami yang setiap hari menggunakan jalur ini merasa takut. Bisa-bisa nyawa kami melayang karena banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang lari menyeroboti jalur ini,” jelasnya.

Jika terus dibiarkan seperti ini dan tidak segera diperbaiki oleh pihak terkait, lanjutnya, maka di tempat ini akan banyak terjadi kecelakaan. Kondisi ini mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan.

Sementara  itu, Kabid perhubungan darat, Maria Gabrela Kurniaro saat ditemui Medika Star di ruang kerjanya, Rabu (11/07/18) membenarkan bahwa belakangan ini lampu lalu lintas yang berada di simpang empat kota Borong rusak.

“Lampu yang menyala cuma lampu yang berwarna merah. Jadi kami dari pihak dinas kemarin mengambil keputusan untuk segera mematikan lampu tersebut agar tidak mengganggu keselamatan jiwa para pengemudi,” jelasnya.

Maria menambahkan, saat ini pihaknya berupaya untuk segera memperbaiki lampu tersebut. Kurang lebih dalam satu atau dua bulan ke depan lampu lalu lintas ini bisa diaktifkan lagi.

Untuk itu, Maria pun menghimbau seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat untuk harus berhati-hati. Kecepatan kendaraan juga harus dikurangi supaya tidak terjadi kecelakaan di jalur tersebut. (Mull)

Baca Juga: Masyarakat Dua Kampung di Matim Rindukan Pasar Mingguan