Apakah Virus Corona Bisa Bermutasi?

medikastar.id

Sars-CoV-2 merupakan nama virus yang sedang menyebar ke berbagai penjuru dunia sekarang ini. Virus ini adalah jenis terbaru dari keluarga virus corona. Hal tersebut mengakibatkan belum terlalu banyak informasi yang diketahui oleh masyarakat mengenai virus corona yang menyebabkan covid-19 ini.

Salah satu informasi yang sering ditanyakan oleh orang-orang adalah apakah virus corona bisa bermutasi? Jika bisa, bagaimana caranya?

Mutasi Virus Corona

“Virus bermutasi secara alami sebagai bagian dari siklus hidup mereka.” Kata Ewan Harison, Manajer Proyek Ilmiah untuk Covid-19 Genomics UK Consortium, dikutip dari npr.org.

Hal ini berarti secara alami virus corona dapat bermutasi. Mutasi merupakan perubahan yang terjadi pada bahan genetik. Perubahan dapat terjadi pada taraf tingkatan gen maupun pada tingkatan kromosom.  

Virus corona yang merupakan jenis virus dengan genom RNA, bermutasi pada tingkatan gen. Lucy Van Drop, seorang peneliti dari UCL Genetics Institute mengatakan pada Al Jazeera bahwa sebagian besar mutasi pada genom SARS-CoV-2 cenderung netral atau tanpa dampak.

Meski dapat bermutasi, tapi perubahan yang dialami oleh virus corona terjadi cukup lambat. Pada saat pandemi sekarang ini, virus corona umumnya bermutasi menjadi 10 atau lebih genom. Sementara itu, hanya sejumlah kecil yang memiliki lebih dari 20 mutasi.

Seiring berjalannya waktu, virus ini dapat berevolusi menjadi jenis baru atau memiliki garis keturunan yang berbeda satu sama lain. Sejak kemunculannya, para peneliti juga telah melacak semua jenis mutasi yang muncul. Akan tetapi, hingga kini belum ditemukan bukti kuat bahwa mutasi tersebut telah mendatangkan perubahan yang signifikan. Lebih jauh lagi, belum diketahui juga bagaimana perubahan pada virus tersebut dapat mempengaruhi manusia.

Selain cenderung bermutasi secara lambat, mutasi virus corona juga nampaknya tidak lebih menular atau fatal dari pada strain asli yang muncul di Wuhan. Karakteristik virus yang bermutasi dan strain aslinya juga tidak jauh berbeda satu sama lain.

Hal tersebut ditunjukkan oleh mutasi yang terjadi di New York dan Italia. Meski ada kemungkinan kecil virus bermutasi menjadi lebih agresif, tapi virus RNA seperti corona lebih cenderung bermutasi menjadi versi lebih lemah.

“Hampir semua mutasi akan membuat sebagian virus bekerja kurang baik dari sebelumnya. Yang paling umum adalah mutasi akan muncul dan mati dengan cepat,” kata Dr. Benjamin Neuman, Kepala Departemen Biologi di Texas A&M University-Texarkana, dikutip dari Healthline.

Virus Corona di Indonesia

Bagaimana dengan virus corona yang menyebar di Indonesia? Dilansir dari Detik Health (6/5), terdapat tiga tipe utama virus corona yang beredar di dunia. Tipe tersebut adalah tipe S, tipe G, dan tipe V. Selain itu, terdapat juga tipe lainnya.

Virus corona yang berada di Indonesia disebut termasuk dalam tipe lainnya atau berbeda dari ketiga tipe utama di dunia. Hal tersebut diketahui setelah peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman melakukan whole genom sequencing (WGS) atau analisis genetik pada tiga sampel virus dari pasien positif.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio, mengaku belum bisa memastikan dampak dari mutasi virus corona yang dapat terjadi. Ia menyebutkan bahwa diperlukan analisis data rangkaian genetik yang lebih banyak agar dapat diketahui perubahan fungsi yang terjadi akibat dari mutasi virus.

“Kita belum mempelajari sampai sana, mutasi-mutasi itu bagian mana saja. Apakah mempengaruhi struktur, fungsi, perjalanan penyakit, dan sebagainya. Itu kita belum punya data ke arah sana,” kata Prof Amin pada detik.com, Rabu (6/5/2020).

Informasi mengenai mutasi virus corona juga dapat berpengaruh pada pengembangan vaksin covid-19 di Indonesia. Vaksin yang dibuat tentunya akan disesuaikan dengan tipe virus corona yang ada.

Meski begitu, ada pula ahli yang mengatakan bahwa mutasi yang terjadi kemungkinan tidak akan mengganggu efektivitas vaksin covid-19. Hal ini dikarenakan mutasi yang terjadi cukup lambat dan ringan.

“Virus ini masih sangat mirip dengan urutan awalnya sehingga tidak ada banyak alasan untuk memikirkan perbedaan akan penting dalam hal vaksin.” Kata kata Dr. Benjamin Neuman.

Virus corona bisa bermutasi menjadi jenis-jenis yang baru, tapi tidak lebih mematikan. Dengan mengetahui informasi tersebut, masyarakat bisa lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona, dibandingkan terus menerus merasa khawatir. Tetaplah taat pada setiap rekomendasi yang diberikan untuk mendukung para ahli dalam upaya menemukan vaksin yang tepat. (har)

Baca juga: Dari Pramugari Menjadi Tukang Cukur: Beradaptasi dengan Covid-19