Kota Kupang, medikastar.id
Merayakan hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya, DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT ‘menyerbu’ arena car free day, Sabtu (07/03/20).
Di arena tersebut digelar serangkain kegiatan antara lain pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, asam urat dan kolesterol secara gratis, pengukuran tensi dan timbang berat badan secara gratis dan juga zumba bersama. Selain itu, semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga membagikan bunga mawar kepada masyarakat di arena car free day.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran perempuan politik ialah juga untuk menggaungkan mengenai politik yang membumi dan juga kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa setiap kekuasaan jalur kendaraannya ialah melalui partai politik,” kata Ana Waha Kolin, Ketua DPD KPPI NTT.
Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak perempuan yang telah berani untuk mengambil bagian dalam dunia politik. Survei membuktikan bahwa saat ini di lembaga legislatif keterwakilan perempuan meningkat signifikan.

“Di DPRD Provinsi NTT keterwakilan perempuan meningkat menjadi sekitar 18 persen. Ini merupakan hal yang luar biasa karena dari 65 orang anggota DPRD, ada 12 perempuan di sana dan malahan di pucuk pimpinan ada 2 sosok perempuan, di Fraksi juga ada 2 perempuan yang menjadi ketua fraksi,” kata Ana.
Sementara itu terkait kesetaraan gender, Ana mengatakan bahwa NTT memiliki budaya patriarki yang sangat kental, sehingga urusan kesetaraan gender tidak semudah membalik telapak tangan.
“Satu hal yang pasti ialah bahwa yang harus lebih massif untuk mengkampanyekan kesetaraan gender ialah bapak-bapak. Ketika bapak-bapak berbicara mengenai kesetaraan gender, maka akan lebih ampuh ketimbang seorang perempuan. Dengan begitu bapak-bapak ini kita bisa sebut sebagai laki-laki baru yang berbicara mengenai kesetaraan gender,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPD RI Provinsi NTT, dr. Asyera R.A Wundalero. Menurutnya saat ini keterwakilan perempuan di legislative sudah meningkat cukup baik.
“Saat ini kita di DPD RI sendiri sudah mencukupi dari formasinya, yakni 30 persen. Dari sekitar 136 orang anggota DPD, keterwakilan perempuannya sudah cukup berimbang. Apalagi saat ini untuk DPD RI dari NTT ada dua orang perempuan dan dua orang bapak, ini sangat seimbang,” katanya.
dr. Asyera kemudian berpesan agar perempuan di NTT mampu menunjukan diri dan menjadi pilar keluarga demi menjaga dan merawat keluarga karena dari keluargalah terbentuk Bangsa dan Negara yang kuat.

“Kita juga harus menjaga integritas diri kita sebagai perempuan, yang mana walaupun kita lemah namun kita juga kuat karena kita sebenarnya ada untuk membantu pasangan kita, membantu keluarga, dan juga lingkungan kita,” katanya.
“Saya berharap juga agar perempuan-perempuan di NTT harus lebih maju, harus lebih cerdas dan pastinya kita tetap memperjuangkan kesetaraan antara hak perempuan dan hak laki-laki,” tutup dr. Asyera.
Dalam moment yang sama, Sekertaris DPD KPPI NTT, Reny Marlina Un menjelaskan bahwa menjelang peringatan hari perempuan internasional pihaknya hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sebenarnya perempuan memiliki potensi yang besar. Pihaknya juga hadir untuk memberikan pemahaman bahwa perempuan tidak hanya berada di barisan belakang tetapi bisa menunjukan diri dan berkarya secara baik.
“Di sini kami KPPI tidak hanya bergerak dalam kaitannya dengan politik saja tetapi kami juga memberikan warna bagi banyak hal positif lainnya yang dapat dilakukan oleh perempuan,” tuturnya.
Reny kemudian berpesan agar kaum perempuan di NTT tidak merasa diri kecil. Dikatakan olehnya, berkaca dari kondisi saat ini bahwa keterwakilan perempuan di legislatif semakin besar, maka seharusnya perempuan-perempuan NTT lainnya dapat terinspirasi untuk menunjukan diri dan potensi yang dimiliki.
“Jadi kita harus berbangga bahwa sebenarnya perempuan-perempuan NTT ini hebat. Jika diberikan ruang, maka kita bisa,” tutupnya.
Terpantau kegiatan tersebut berlangsung dengan semarak. Selain zumba bersama, semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut termasuk dr. Asyera secara bersama-sama membagikan bunga mawar bagi masyarakat yang ada di area car free day. (*/red)
Baca Juga: Tentang Menerima Diri; Belajar dari Artis Tara Basro

