Begini Pornografi Mengubah Mental dan Perilaku Seseorang

medikastar.id – Kekerasan seksual kian marak terjadi dimana-mana. Banyak faktor yang dapat mendorong terjadinya kasus ini. Salah satunya adalah pornografi.

Pornografi yang ditonton bisa mempengaruhi mental dan perilaku. Mental dan perilaku yang menyimpang akan mendorong seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual. Lantas, bagaimana proses perubahan mental dan perilaku seorang pecandu pornografi?

Pornografi adalah tindakan seksual yang direpresentasikan dalam bentuk media. Media yang dimaksud seperti buku, gambar, video, dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai macam alasan mengapa seseorang mulai menonton, bahkan kecanduan pornografi. Alasan yang biasa diungkapkan adalah coba-coba dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tontonan ini bahkan sudah dikonsumsi mulai usia anak-anak dan remaja.

Selanjutnya, pornografi yang ditonton akan mendorong naluri seseorang untuk merasa bahwa ia menikmati hal tersebut. Hal ini akan membuat penonton yang telah kecanduan berusaha mencari dan menontonnya lebih banyak lagi.

Faktor lain yang mendorong terjadinya kecanduan adalah faktor biologi, psikologi, dan sosial. Faktor biologi yang dapat mendorong kecanduan pornografi adalah hormon seksual seperti tertosteron dan estrogen yang tinggi. Lalu, faktor pendorong dari aspek psikologi adalah anxiety, depresi, dan sulitnya pengontrolan diri. Faktor sosial yang mendukung adalah pengaruh pergaulan.

Seseorang yang telah mengalami kecanduan biasanya akan merasa memerlukan pornografi secara terus menerus. Waktu yang ada akan dihabiskan untuk menonton atau melihat konten porno, bahkan pekerjaan dan waktu tidur tidak terlalu dipedulikan. Pecandu juga akan merasa bersalah saat menonton, tapi sulit untuk berhenti. Hal tersebut akan merusak hidupnya secara perlahan.

Dalam menjelaskan kerusakan yang terjadi pada mental pecandu pornografi, para ahli menghubungkannya dengan kasus mengonsumsi obat-obatan terlarang. Pada saat menyaksikan pornografi, seseorang akan mengalami lonjakan dopamin dalam tubuh dan otaknya.

Dopamin merupakan hormon dalam tubuh yang berfungsi untuk mengantarkan stimulus ke sel saraf, serta mengontrol perasaan dan memperngaruhi perilaku. Lonjakan dopamin bisa membuat tubuh merasa membutuhkan pornografi untuk memuaskan diri atau menciptakan kesenangan.

Seorang Psikiater bernama Norman Doidge mengatakan bahwa pornografi yang dikonsumsi akan dianggap sebagai keharusan. Hal ini dikarenakan pecandu telah membangun suatu toleransi yang kuat pada pornografi dalam dirinya.

Pornografi juga berhubungan dengan mengikisnya prefontal cortex. Prefontal cortex merupakan area dalam otak yang berfungsi untuk mengatur moral, kehendak, dan pengedalian diri. Jika bagian ini mengalami kerusakan, maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan, pertimbangan, dan mengendalikan diri sendiri dari hal yang tidak baik.

Tontonan ini juga akan membuat seseorang menjadi lebih pemalu. Selain itu, ia akan memandang pelecehan seksual sebagai hal yang normal. Pornografi juga akan tinggal di dalam kepala selamanya dan akan muncul kembali dalam ingatan sewaktu-waktu. Hal lain yang terjadi adalah rusaknya relasi dengan orang lain.

Dengan adanya efek-efek tersebut, pornografi akan membentuk seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual. Hal ini dikarenakan para pelaku biasanya tidak dapat mengendalikan diri mereka atau menahan hawa nafsunya.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai pornografi dan pendidikan seksual sangat penting untuk ditanamkan pada masyarakat, khususnya anak-anak. Anak-anak dan remaja yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi bisa jatuh ke dalam pornografi dan akhirnya mengalami kecanduan.

Pemahaman mengenai pornografi dapat diberikan kepada anak melalui beberapa cara. Cara yang pertama adalah melalui percakapan dua arah. Saat orang tua mengetahui anaknya mulai tertarik atau telah menonton konten negatif tersebut, jangan dihakimi atau dipermalukan.

Jelaskan bahwa yang terlihat pada konten tersebut adalah sebuah kebohongan yang tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Beritahukan dampak negatif bagi mental, fisik, bahkan masa depan mereka.

Selain memberikan pemahaman, contoh yang baik juga perlu diberikan. Contohnya seperti melakukan kegiatan-kegiatan positif yang membuat anak terinspirasi untuk menirunya.

Untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman tersebut, orang tua perlu memahami dampak pornografi bagi mental dan perilaku seseorang. Dengan memiliki pengetahuan akan hal tersebut, penjelasan yang diberikan akan dimengerti. Hal-hal tersebut akan membantu mencegah lahirnya korban dan pelaku kekerasan seksual yang baru. (har)

Baca juga: Marak Demam Babi Afrika, Amankah Makan Daging Babi?