“Branding Apoteker” Jadi Program Prioritas IAI NTT

Kupang, medikastar.id

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merupakan satu-satunya organisasi para Apoteker Indonesia yang berdiri sejak tahun 1955. Wadah ini terus bergerak aktif di semua daerah, termasuk di NTT hingga saat ini.

Di NTT, kepengurusan IAI masa bakti 2018-2022 sudah terbentuk usai Konferensi Daerah (Konferda) IAI NTT. Konferda yang berlangsung pada Kamis (23/06/18) melahirkan sang pemimpin baru IAI NTT, Frama El Lefiyana Pollo, S.Si.,M.Sc.,A.Pt.

Diberitakan media ini sebelumnya, Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI NTT Frama El Lefiyana Pollo, S.Si.,Apt dibantu oleh lima wakil ketua. Antara lain; Jefri E. Y.Kamlasi, S.Si., M.Sc., Apt; Tadeus Andreas L. R, S.Si., Apt., M.Kes; Dr. Mutansir Basri, S.Si., Apt., M.Si; Paskalis Lauko, S.Farm., Apt, K; Paskalita, S.Si., Apt. Juga Bendahara, Maria M. Oematan, S.Si., Apt dan Wakil Bendahara M. P.D. Benge, S.Farm., Apt.

Selain itu, telah dibentuk pula Dewan Delindung, Dewan Penasehat, Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah NTT dan juga Dewan Pengawas Daerah. Dalam struktur kepengurusan pun  telah dilengkapi  dengan pengurus bidang masing-masing yang totalnya sekitar 50an pengurus.

Semuanya dilantik secara resmi oleh wakil ketua IAI Pusat, Drs. Totok Sudjianto, S.Si.,M.Sc.,.Apt. Kegiatan pelantikan berlangsung di aula Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkkes Kupang, Sabtu (25/08/18) yang lalu.

“Saat ini sudah ada 19 pengurus cabang IAI NTT di 22 kabupaten/kota yang ada di NTT,” ungkap Frama El Lefiyana Pollo.

Ia menjelaskan bahwa 3 daerah yang belum terbentuk cabangnya menjadi Pekerjaan Rumah di awal kepengurusannya. Selain itu, langkah awal yang mampu menyukseskan semua program yang direncanakan adalah konsolidasi internal.

Frama yang adalah Kasie Pengujian Obat, Makanan, Obat Tradisonal dan Kosmetika pada BPOM NTT ini yakin bahwa konsolidasi internal tentu sangat membantu menyukseskan program-program yang ada. Hal tersebut menjadi titik awal pergerakan, sehingga dalam menjalankan program, pihaknya tidak terengah-engah.

Selain konsolidasi internal, lanjut Frama, ide lain yang diutarakannya yang kemudian menjadi program prioritas IAI NTT periode 2018-2022 ini adalah Branding Apoteker.

Dikatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengenal tentang apoteker. Branding Apoteker menjadi satu terobosan agar masyarakat mengetahui tugas apoteker, juga mengetahui kebutuhan kefarmasian masyarakat. Branding Apoteker sangat membantu masyarakat di bidang kefarmasian dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam menyukseskan Brand Apoteker yang menjadi program prioritas IAI, pihaknya berkomitmen memulai dari lingkup terkecil. Yaitu dalam keluarga, tempat kerja masing-masing dan masyarakat luas.

Selain memulai dari kelompok terkecil, Frama mengakui bahwa pihaknya siap menjadi agen perpanjangan tangan pemerintah .

“Saat ini kami bisa menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah. Apabila pemerintah terbatas melayani masyarakat di bidang kefarmasian, kami siap membantu,” ungkapnya.

Ia yakin dengan latar belakang ilmu, pengalaman, tenaga, dan semangat kerja, pihaknya dapat berkolaborasi dengan pemerintah juga profesi kesehatan lainnya untuk dan atas nama kepentingan kesehatan masyarakat.

IAI saat ini mempunyai satu kerisauan, di mana ada stigma bahwa mengkonsumsi obat dalam jumlah banyak dapat mempercepat kesembuhan yang bersangkutan.  Melihat hal ini Frama berharap agar hal tersebut tidak hanya menjadi kerisauan pihaknya, tetapi juga menjadi kerisauan pemerintah. Sehingga apabila pemerintah belum sanggup, pihaknya siap memberikan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok.

“Kami siap memberikan KIE berupa penyuluhan atau pencerahan kepada masyarakat dengan  jumlah anggota  berjumlah sekitar 626 Apoteker di NTT,” paparnya.

Selain itu, pihaknya mempunyai ide lain dengan menggunakan waktu tunggu Puskesmas.  Dimana di saat tersebut IAI bisa hadir langsung memberikan informasi, atau penayangan di televisi atau pembagian leaflet kepada masyarakat.

Untuk menyukseskan ide yang ada, Frama berharap agar kerja sama tim berjalan maksimal. Diharapkan Branding Apoteker dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tentunya bermuara pada peningkatan derajat kesehatan masyarakt NTT. (DM)

Baca Juga : PMKRI Ruteng Gelar Latihan Kepemimpinan Kader