medikastar.id
Penyebaran covid-19 dapat terjadi dengan mudah dan cepat pada siapa saja, jika upaya pencegahan tidak dilakukan dengan baik. Hal tersebut mengakibatkan penyebarannya sering kali sulit dibendung.
Dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran lanjutan covid-19 di masyarakat, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan contact tracing atau pelacakan kontak.
Pengertian Contact Tracing atau Pelacakan Kontak
Dilansir dari TIME, Contact tracing atau pelacakan kontak memiliki sedikit kemiripan dengan pekerjaan dari detektif. Untuk menghentikan transmisi, pelacakan kontak sangat penting untuk dilakukan dengan segera dan cepat.
Tugas pelacakan kontak bisa dibilang termasuk dalam bagian kesehatan masyarakat yang dilakukan secara investigatif. Pelacakan kontak adalah proses mewawancarai orang-orang yang telah terdiagnosis penyakit menular dengan tujuan untuk mencari tahu dengan siapa saja mereka berhubungan belakangan ini.
Dari hasil wawancara tersebut, kemudian diketahui orang-orang lain yang mungkin saja telah terpapar penyakit. Petugas biasanya akan mendorong orang-orang yang mungkin telah terinfeksi agar mengkarantina diri untuk mencegah penyebaran penyakit lebih jauh.
“Pelacakan kontak saat ini sangat dikenal karena covid-19. Hal ini dikarenakan pentingnya mengidentifikasi individu-individu yang telah terpapar dengan cepat, serta mengisolasi dan mengkarantina mereka.” Kata Dr. Laura Breeher, Direktur Medis Layanan Kesehatan Kerja di Mayo Klinik.
Cara Melakukan Pelacakan Kontak
Proses pelacakan kontak bermula ketika seseorang dipastikan telah terinfeksi covid-19. Pemastian tersebut dilakukan melalui tes. Setelah dipastikan, tim pelacak akan mewawancarai pasien dan melacak orang-orang yang dalam waktu belakangan berhubungan dekat atau melakukan kontak dengan orang yang telah positif tersebut.
Orang yang mungkin saja terpapar adalah orang lain yang berada pada jarak enam kaki atau berjarak satu sampai dua meter dari orang yang dinyatakan positif. Waktu interaksi dari keduanya pun dilakukan selama lima sampai 10 menit.
Kemudian, petugas kesehatan memberikan informasi kepada orang yang melakukan kontak bahwa mungkin saja mereka telah terpapar. Orang tersebut kemudian diberikan petunjuk mengenai langkah apa saja yang perlu dilakukan selanjutnya. Penjelasan yang diberikan biasanya berupa gejala yang mungkin terjadi hingga pengarahan untuk melakukan isolasi diri.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa dalam pelaksaanaan pelacakan kontak, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Pelacakan kontak bertujuan untuk mendukung orang-orang yang dicurigai terkena infeksi. Proses ini pun dilakukan oleh tenaga kesehatan masyarakat yang telah terlatih.
Selanjutnya, untuk melindungi privasi pasien, orang yang telah terkontak sering kali hanya diberitahu bahwa mereka mungkin telah terpapar oleh pasien positif covid-19. Mereka tidak diberitahu identitas pasien yang mungkin telah mengungkapkan hal tersebut.
Berikutnya, proses ini tidak dilakukan untuk membuat panik warga atau orang yang mungkin saja terpapar. Petugas akan lebih banyak memberikan edukasi, informasi, serta dukungan untuk memahami risiko, apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain, cara memantau diri, dan kemungkinan lainya.
Keterbatasan atau Hambatan dari Pelacakan Kontak
Dalam proses pelaksanaan pelacakan kontak, terdapat beberapa hambatan atau keterbatasan. Salah satunya, proses ini cukup melelahkan dan memakan waktu untuk mewawancarai pasien yang telah tertular. Karena alasan tersebut, pelacakan kontak akan berfungsi sangat efektif jika dilakukan ketika tingkat infeksi masih terbilang rendah pada suatu komunitas atau daerah.
“Ketika telah sampai pada titik dimana banyak orang telah terinfeksi suatu penyakit tertentu, maka hal tersebut akan cukup menyusahkan respon departemen kesehatan untuk menghubungi dan mencari jejak semua orang yang mungkin saja terpapar penyakit.” Kata Dr. Frank Esper, Spesialis Penyakit Menular Anak di Rumah Sakit Klinik Anak Cleveland.
Hambatan berikutnya yang mungkin saja dialami adalah kesulitan mencari posisi orang yang terpapar. Penyebabnya bisa saja karena nomor kontak atau alamat dari orang tersebut yang belum diketahui. Selanjutnya, proses wawancara juga akan sulit dilakukan jika pasien yang telah positif berada dalam kondisi sakit parah.
Hal yang cukup fatal juga dapat terjadi jika pasien yang diwawancarai maupun orang yang mungkin saja telah terpapar tidak memberikan informasi yang benar atau berbohong. Hal ini dapat mengakibatkan petugas kesehatan, hingga orang-orang yang berada dalam suatu komunitas bisa terinfeksi tanpa diketahui oleh diri mereka.
Contact tracing atau pelacakan kontak dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran covid-19 lebih lanjut. Karena itu, diharapkan semua masyarakat dapat mendukung terlaksananya proses ini. Selain itu, masyarakat juga perlu terus taat pada semua aturan yang diberikan agar penyebaran covid-19 dapat dicegah dengan baik. (har)

