Cara Membedakan Hand Sanitizer yang Asli dan Palsu

medikastar.id – Hand sanitizer atau cairan pembersih tangan merupakan salah satu barang yang paling banyak dicari dalam masa pandemi corona. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan hingga kenaikan harga yang cukup tinggi. Ada pula yang memproduksi sendiri, bahkan menjualnya.

Terkadang didapati hand sanitizer yang tidak dibuat sesuai rekomendasi yang ada. Hal tersebut hanya akan mendatangkan kerugian bagi orang yang menggunakannya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara membedakan hand sanitizer yang asli dan palsu.

Terdapat beberapa langkah untuk membedakan hand sanitizer asli dan palsu yang hendak dibeli. Cara yang pertama adalah meneliti kandungan di dalam hand sanitizer.

Hand sanitizer merupakan pembersih tangan yang berbasis alkohol. Pembersih tangan yang efektif mengandung 60% hingga 90% alkohol. Jika lebih rendah atau lebih tinggi dari itu, maka pembersihan akan menjadi kurang efektif. Alkohol yang dimaksud adalah jenis etanol, isopropanol, atau n-propanol.

Selain itu, terdapat juga kandungan lain seperti aloe vera. Kandungan tersebut berguna untuk menjaga kulit tangan tetap lembap. Aloe vera juga biasanya digunakan sebagai obat iritasi. Kandungan-kandungan dari hand sanitizer biasanya tertulis pada kemasannya.

Selain kandungan, perlu dicermati juga waktu kedaluarsa dari hand sanitizer yang hendak dibeli. Nomor kedaluarsa dari produk yang dijual tertera pada kemasan sesuai dengan aturan BPOM. Format yang digunakan akan tertulis ED dan diikuti empat angka. Dua angka terdahulu menunjukkan bulan dan dua angka di belakangnya menunjukkan tahun.

Selanjutnya, produk hand sanitizer asli yang dijual biasanya bisa dicek pada akun media sosial atau website resmi perusahaan yang menjual. Jika konsumen masih merasa ragu, alangkah baiknya pastikan langsung dengan menghubungi kontak perusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan produk tersebut asli atau tiruan.

Produk hand sanitizer yang dijual juga harus memiliki izin distribusi. Cairan pembersih tangan termasuk dalam kelompok perlengkapan kesehatan rumah tangga (PKRT). Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1990/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Peredaran Peralatan Medis dan Izin PKRT.

PKRT adalah alat, bahan, atau campuran untuk perawatan kesehatan manusia yang dimaksudkan untuk digunakan di rumah tangga atau fasilitas umum. Efektivitas produk pembersih tangan yang dijual oleh produsen yang tidak kompeten tidak dapat dipertanggungjawabkan keefektivannya.” Kata Dr. Retno Sari, MSc., Apt, seorang Apoteker Universitas Airlangga dikutip dari UNAIR News.

Di tengah beredarnya banyak produk hand santizer di pasaran, beredar juga banyak informasi yang tidak benar mengenai benda ini. Untuk itu, masyarakat juga perlu memahami informasi yang benar dan salah mengenai cairan pembersih tangan.

Dilansir dari website Cleaning and Maintenance Management, Jim Arbogast, Ph.D memberikan beberapa informasi mengenai hal tersebut. Jim adalah wakil presiden ilmu hygiene dan pengembangan kesehatan masyarakat Gojo Industries.

Informasi yang pertama adalah tidak semua jenis hand sanitizer sama. Jenis pembersih tangan tergantung pada formula atau kandungannya. Hand sanitizer yang baik harus memiliki kandungan yang sesuai dengan rekomendasi. Ada pula jenis pembersih tangan yang hanya bisa membunuh bakteri, tidak bisa membunuh virus. Informasi ini tertulis pada kemasan produk.

Ada pula informasi yang mengatakan bahwa alkohol pada hand sanitizer dapat menyebabkan supergerms atau kuman kebal terhadap antibiotik. Informasi tersebut salah karena alkohol yang digunakan memiliki kemampuan untuk membunuh kuman dengan cara menghancurkan selaput selnya.

Berikutnya, tidak dianjurkan penggunaan triclosan pada hand sanitizer sebagai bahan aktif yang bisa tertinggal di kulit. Bahan ini dikhususkan pada produk seperti pasta gigi atau sabun anti bakteri.

Saat hendak membeli hand sanitizer, belilah pada tempat-tempat yang terpercaya. Cek pula kemasan untuk memastikan keaslian produk tersebut. Hand sanitizer juga dapat dibuat sendiri di rumah. Terdapat langkah-langkah yang bisa dilihat di situs web yang terpercaya.

Kandungan yang sesuai dengan rekomendasi akan membuat cairan pembersih tangan efektif membunuh kuman. Sebaliknya, ketika hand sanitizer dibuat dengan bahan yang tidak tepat, maka benda  ini tidak dapat membunuh virus atau bakteri yang terdapat di tangan. (har)

Baca juga: Presiden Jokowi Inginkan Lebih Banyak Tes PCR, Minimal 10 Ribu Per Hari