Cerita Anton Pertapa Kembangkan Usaha Kios Berkat Kredit LPDB Kopdit Obor Mas

Anton Pertapa

Maumere, medikastar.id

Hidup ditengah Pendemi covid 19 yang belum tahu kapan berakhir memaksa orang untuk berpikir keras dalam mempertahankan kehidupan ekonominya. Banyak orang yang terpaksa banting setir dari usaha sebelumnya ke usaha baru yang dirasa cocok dalam situasi tersebut. Hal ini juga dialami oleh Antonius Pertapa atau yang akrab disapa Anton.

Pria kelahiran Kewapante ini merintis usaha ditengah pandemi covid 19 dengan usaha kios sembako. Melihat situasi pandemi yang memaksa banyak orang harus bekerja dari rumah dan anak – anak sekolah terpaksa belajar dari rumah, maka Anton pun tidak menyia-nyiakan peluang tersebut.

Bermodalkan pengalamannya kurang lebih tiga tahun bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi, maka Anton memantapkan idenya untuk membuka counter handphone dan pulsa. Menurutnya dengan membuka counter HP dan pulsa akan sangat cocok di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Demi melancarkan ide bisnisnya tersebut, Anton yang adalah anggota KSP Kopdit Obor Mas mengajukan permohonan kredit. Saat itu jenis kredit yang diambil adalah kredit LPDB. Menurutnya jenis kredit ini sangat cocok baginya karena selain bunganya murah tetapi juga persyaratannya mudah.

“Saya sangat tertarik dengan kredit LPDB yang ditawarkan oleh Kopdit Obor Mas karena persyaratan tidak berbelit-belit dan juga mudah dalam prosesnya. Adapun alasan lainnya adalah bunga kreditnya sangat murah menurut saya yaitu hanya 0,9% jika dibandingkan dengan lembaga lainnya” tutur Anton.

Dengan dibantu staf pemasaran KSP Kopdit Obor Mas, maka Anton pun mendapatkan kredit LPDB guna memperluas usahanya selain kios sembako tetapi sekarang dengan usaha tambahan yakni counter handphone. Menurutnya dengan usaha counter handphone dan aksesoris sangat menguntungkan.

“Kalau jualan handphone dan aksesoris itu sangat laris dan juga keuntungannya cukup lumayan. Ya bisa 20% – 30% keuntungannya jika dibandingkan dengan barang jualan lainnya” cerita Anton penuh semangat.

Anton Pertapa sedang melayani konsumen di kios miliknya

Ketika dikunjungi tim KSP Kopdit Obor Mas, Anton menceritakan pengalamannya sebelum membuka usaha. “Saya awalnya mengajar bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta di Maumere kurang lebih 3 tahun kemudian saya resign dan pada tahun 2017 saya bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di Maumere hingga tahun 2020,” cerita pria lulusan Universitas Bosowa Makassar ini.

Saat ini Anton telah memiliki kios sembako di tiga tempat yakni dua unit berada di dalam kompleks pasar Wairkoja Kewapante dan satunya lagi di rumahnya.

“Ketika selesai dari perusahaan tersebut saya berpikir lebih baik saya wirausaha saja karena prinsip saya lebih baik memulai usaha sendiri ketimbang tenteng ijazah dari kantor ke kantor untuk melamar pekerjaan” tutur pria lajang ini.

Tim dari KSP Kopdit Obor Mas dibuat kagum akan prinsipnya tersebut dimana disaat ini sangat jarang anak mudah yang berpikir bisnis seperti dia. Mereka lebih memilih menjadi pegawai kantoran ketimbang berbisnis atau malah tetap menggantungkan nasibnya kepada orang tua.

Ketika ditanya terkait pelayanan dari Kopdit Obor Mas, Anton mengungkapkan apresiasinya. “Saya sangat berterima kasih kepada KSP Kopdit Obor Mas dalam hal ini pengurus, pengawas dan GM beserta staf yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengakses kredit LPDB guna menambah modal usaha saya” ucap pria 30 tahun ini.

“Saya juga mengajak kepada bapak ibu, Saudara saudari yang belum bergabung menjadi anggota KSP Kopdit Obor Mas untuk segera mendaftarkan diri dan menikmati setiap produk yang ada” ajak Anton penuh semangat.

“Saya sudah merasakan kebaikan dan kemudahan dari koperasi ini. Memang disini banyak koperasi tapi Kopdit Obor Mas memberikan pelayanan lebih karena suku bunga pinjaman jauh lebih murah. Saya juga akan dalam waktu dekat kembali mengajukan kredit untuk penambahan modal usaha melalui Kopdit Obor Mas” tutur Anton.

Untuk diketahui bahwa kredit LPDB merupakan salah satu kredit usaha yang disiapkan oleh KSP Kopdit Obor Mas untuk modal usaha bagi anggotanya. Dua tahun terakhir ini KSP Kopdit Obor Mas dipercayakan oleh pemerintah pusat melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dana sebesar Rp. 150 Miliar untuk disalurkan kepada anggota dengan suku bunga 0,9% per bulan.

Selain itu KSP Kopdit Obor Mas juga dipercayakan pemerintah pusat menjadi penyalur KUR dengan kuota tahun 2022 ini sebesar Rp. 150 Miliar. Menurut informasi yang diperoleh dari GM KSP Kopdit Obor Mas L. Frediyanto M. Kering, S.Ak pada kegiatan evaluasi bersama para manager cabang bahwa jika sampai denga semester pertama tahun 2022 ini dapat menyalurkan KUR hingga Rp. 150 M, maka pemerintah akan memberikan top up atau penambahan kuota.

“KSP Kopdit Obor Mas diberikan kuota Rp. 150 M dalam tahun 2022 ini. Namun, jika sampai dengan Juni 2022 kuota tersebut tersalur 100%, maka pemerintah akan menambahkan kuota sebesar Rp. 350 M lagi sehingga total kuota tahun 2022 sebesar Rp. 0,5 T untuk KSP Kopdit Obor Mas” ungkap Yanto sapaan akrab L. Frediyanto M. Lering pada kesempatan tersebut. (*)

Baca juga: Direktur Poltekkes Kupang: Pengurus Ormawa Harus Proaktif dan Inovatif