Covid-19 di NTT Naik Usai Seroja, Masyarakat Diminta Tetap Taat Protokol Kesehatan

Kota Kupang, medikastar.id

Seusai dihantam badai Seroja pada 4 April 2021 lalu, penyebaran covid-19 di provinsi NTT, khususnya di pulau Sumba meningkat. Hal ini diungkapkan oleh kepala dinas kesehatan provinsi NTT, dr. Messerassi BV Ataupah beberapa waktu lalu.

“Covid-19 di Provinsi NTT naik lagi setelah badai seroja, terutama di daerah Sumba. Sumba Timur naik, Sumba Barat naik. Secara keseluruhan NTT memang agak menurun tetapi regional Sumba naik,” jelasnya.

Dikatakan olehnya bahwa sejauh ini, hal yang masih menjadi masalah di seluruh NTT terkait dengan penanganan covid-19 ialah tracing kontak.

“Yang menjadi masalah kita ialah tracing kita seluruh NTT itu rata-rata kita baru mencapai angka 10-20 persen, akhirnya positif rate kita sangat tinggi. Positif rate kita mencapai angka 30-40 persen padahal ketentuan pemerintah pusat tidak boleh lebih dari 5 persen,” lanjut dr. Messerassi.

“Sangat tinggi karena memang penyebab utamanya angka tracing kita sangat kecil, angka testing kita sangat kecil. Jadi kita punya permasalahan adalah mencari kasus secara aktif. Yang ada kita hanya mencari kasus yang terindikasi saja, sehingga mau tidak mau kita tetap tinggi,” sambungnya.

Selain itu, angka kesembuhan pasien covid-19 di NTT secara nasional pun baru mencapai angka 80 persen.

“Secara nasional pun kita baru 80an, tetapi syukur angka kematian kita sama dengan nasional,” ungkapnya.

dr. Messerassi menegaskan bahwa untuk mencegah penyebaran covid-19, yang paling penting ialah kepatuhan masyarakat untuk menjalankan protokoler kesehatan, baik itu memakai masker, mencuci tangan secara rutin, dan juga menjaga jarak. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tetap patuh terhadap protocol kesehatan yang telah ditetapkan. (*/Red)

Video: EKSKLUSIF!! dr. Messerassi Bicara Soal Penanganan Covid-19 di NTT Pasca Seroja!

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ErM-twSMq_Y[/embedyt]