Sebuah Refleksi Menuju Aksi
Oleh: Anjulin Yonathan Kamlasi
Lingkungan menjadi salah satu aspek penting demi kelangsungan hidup masyarakat yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih membuat kita terhindar dari berbabagai penyakit yang membahayakan. Akan tetapi kurangnya perhatian dalam merawat dan membersihkan lingkungan menjadi isu yang familiar untuk saat ini. Masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, pembabatan hutan, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain menjadi viral. Hal-hal tersebut selalu mempengaruhi kesehatan dan aktifitas masyarakat.
Refleksi Covid-19
Sudah setahun lebih kita mengalami pandemi Covid-19. Pandemi ini telah memakan begitu banyak korban jiwa dan juga telah memberikan dampak yang sangat signifikan dalam bidang ekonomi, pendidikan, politik, dan lingkungan hidup. Selama pandemi berbagai kegiatanpun dilakukan dari rumah seperti kegiatan belajar mengajar, kerja kantoran, ibadat, dan kegiatan lainnya. Pemerintah terus menganjurkan untuk tetap mematuhi setiap tata aturan yang dikeluarkan demi memutus rantai penyebaran Covid-19.
Jika ditelusuri lebih dalam terkait Covid-19, maka kita harus dapat memahami bahwa Manusia dan alam adalah subjek ciptaan Tuhan yang harus dijaga keseimbangnnya. Pandemi Covid-19 ini sebenarnya merupakan respon alam yang Tuhan tunjukan kepada manusia untuk melakukan refleksi panjang terkait seberapa besar pengrusakan alam yang sudah terjadi. Pencemaran udara menjadi satu hal yang sangat membahayakan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, serta mengganggu kenyamanan hidup. Pencemaran udara merupakan salah satu pengrusakan lingkungan yang tidak dapat diterima dan dibenarkan.
Menurut UNEP (Unitetd Nations Environment Programe) Fronter, pada tahun 2016 sudah mengingatkan kekhawatiran akan adanya penyakit zoonosis. Pada abad-20 terjadi peningkatan drastis penyakit menular dan 75% merupakan penyakit zoonosis yang bersumber dari hewan. Covid-19, sebuah virus yang bersumber dari hewan ini merupakan bencana non alam yang melanda dan memaksa kita untuk mengentikan seluruh aktifitas. Hal ini menjadi refleksi untuk kita dapat memulihkan bumi yang kita pijak.

Mengapa penting menjaga lingkungan ?
Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat memberikan kenyamanan bagi manusia dalam beraktifitas dan terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, menjaga lingkunagn juga dapat menyediakan air bersih yang aman untuk diminum, bebas polusi udara.
Namun kondisi sekarang ini jauh berbeda. Kerusakan alam negeri ini semakin tidak terkendali, pencemaran udara, pencemaran air, krisis air bersih, sampah plastik di mana-mana, semua terjadi akibat ulah manusia. Akibat yang dapat terjadi dari kerusakan lingkungan ini salah satunya ialah pemanasan global/perubahan iklim. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya suhu lautan dan permukaan bumi. Akibat dari perubahan cuaca ini, maka jangan heran jika petani sering mengalami gagal panen, dan suatu saat nanti kita diperhadapkan dengan musim kering yang berkepanjangan. Sementara itu, oleh WHO (2019) bahwa sekitar 80% populasi bumi hidup di lingkungan yang memiliki kualiatas buruk.
Kondisi lingkungan hari ini membutuhkan perhatian khusus berupa upaya penghijauan kembali agar di masa mendatang kita tidak lagi merasakan krisis lingkungan hidup. Manusia dan alam secara etis memiliki hak atas masa depan yang sama yang mana masa depan tersebut untuk semua generasi baik hari ini maupun yang akan datang. Semua generasi berhak dalam menikmati lingkungan hidup yang bersih, sehat, aman dan berkelanjutan.
Pemuda Bisa Apa?
Pemuda selalu memiliki peran strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi. Generasi yang kelak dapat mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup. Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup diibaratkan sebuah tongkat estafet di mana pemuda harus menajdi bagian di dalamnya. Agar estafet dan amanat itu terjaga maka pemuda harus berperan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Lalu apa yang harus dilakukan pemuda? Dan bagaimana caranya agar mengurangi pencemaran lingkungan? Langkah awal yang perlu dilakukan ialah menghadirkan sikap peduli dalam diri setiap orang. Sikap peduli dapat dilakukan oleh siapapun termasuk generasi muda.
Sebagai pemuda sikap peduli dapat dilakukan melalui edukasi masyarakat agar kesadaran meningkat dan beralih ke perilaku go green. Hal ini dilakukan dengan membuat konten-konten dan narasi berbau ajakan untuk disebarkan melalui media sosial. Selain itu, rutin membersihkan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan menjadi penting untuk dilakukan baik melalui kelompok-kelompok organisasi kepemudaan maupun secara individu. Upaya-upaya ini paling tidak memberikan sedikit perubahan dalam mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Berperan sebagai agen perubahan merupakan hal yang melekat dengan pemuda. Pemuda diamanahkan sebuah tanggungjawab besar atas nasib bangsa ini. Dalam hal masalah lingkungan hidup pun pemuda dituntut untuk selalu hadir sebagai garda terdepan untuk memberikan solusi penyelesaiannya. Pemuda harus gigih memperjuangkan isu-isu akar rumput yang tidak tersentuh oleh kaum elit. Selain itu, pemuda juga harus aktif melaksanakan gerakan-gerakan perubahan mulai dari lingkungan sekitar yang mendatangkan kebaikan bersama.
Selamat memperingati sumpah pemuda.
Bersatu kita bangkit dan bertumbuh.

