Diduga Sebabkan Melisha Idol Meninggal, Mari Pahami tentang Pembengkakan Jantung

medikastar.id

Salah satu kontestan ajang pencarian bakat Indonesian Idol Special Season, Melisha Pricilla Sidabutar atau Melisha Idol meninggal dunia pada Selasa (8/12/2020). Kabar tersebut membuat banyak orang, termasuk semua penggemarnya merasa sangat kaget. Diketahui, penyebab kematian dara berusia 19 tahun itu adalah pembengkakan jantung.

Sudahkah anda mengetahui apa itu pembengkakan jantung? Mari pahami bersama kondisi yang menjadi penyebab meninggalnya wanita bersuara indah yang memiliki saudara kembar tersebut.

Pengertian

Pembengkakan jantung biasa juga disebut kardiomegali. Jantung bengkak bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala kelainan atau suatu kondisi jantung yang menyebabkan beberapa gangguan. Contoh gangguannya seperti jantung bekerja lebih keras, kardiomiopati, masalah katup jantung, serta tekanan darah tinggi.

Kondisi kardiomegali dapat membuat jantung tidak dapat memompa darah secara efisien selayaknya jantung yang normal. Hal ini bisa memperbesar risiko terjadinya komplikasi seperti stroke dan gagal jantung.

Gejala

Terkadang, orang yang memiliki kondisi pembengkakan jantung sama sekali tidak menunjukkan gejala. Kendati demikian, terdapat beberapa gejala yang bisa muncul. Gejala tersebut antara lain sesak napas, aritmia, edema di bagian kaki dan pergelangan kaki, kelelahan, serta pusing.

Lebih lanjut, jika muncul beberapa gejala ini, maka dapat dipastikan bahwa orang dengan kondisi tersebut sedang berada dalam keadaan darurat medis. Gejala yang berat tersebut seperti nyeri dada, sulit dalam mengatur napas, merasa nyeri pada bagian lengan, punggung, leher, atau rahang, serta pingsan.

Penyebab

Terdapat beberapa penyebab sehingga seseorang memiliki pembengkakan jantung. Seseorang dapat mengalaminya karena kondisi bawaan sejak lahir. Orang tua atau anggota keluarga yang memiliki pembengkakan jantung pun dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki kondisi demikian. Selain itu, masalah jantung seiring berjalannya waktu juga dapat menyebabkan kelainan tersebut.

Sementara itu, penyebab paling umum pembengkakan jantung adalah penyakit jantung iskemik dan tekanan darah tinggi. Penyakit jantung iskemik terjadi ketika arteri menyempit. Hal tersebut disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di arteri, sehingga darah akan menjadi sulit untuk masuk ke jantung.

Terdapat juga kondisi lain yang bisa menyebabkan kardiomegali. Contohnya seperti kardiomiopati, penyakit katup jantung, serangan jantung, penyakit tiroid, dan aritmia.

Pencegahan dan Pengontrolan

Seseorang mungkin saja tidak dapat mencegah pembengkakan jantung jika disebabkan karena bawaan lahir. Kendati demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan demi jantung yang sedang normal agar tidak memiliki kondisi jantung bengkak dan menjadi rusak.

Meski memiliki gangguan tersebut, seseorang dapat tetap berada dalam kondisi sehat jika ia rajin berolahraga, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi makanan tertentu, serta mengelola emosinya. Makanan yang perlu dibatasi meliputi garam, kolesterol, serta lemak jenuh. Selain itu, hindari juga alkohol, kafein, serta obat-obatan seperti kokain.

Memeriksa tekanan darah dan kolesterol secara rutin pun tidak boleh lupa untuk dilakukan. Dengan begitu, takanan darah dan kolesterol dapat segera diturunkan saat sedang tinggi.

Cara-cara tersebut juga perlu diterapkan untuk mengontrol kondisi seseorang yang memiliki pembengkakan jantung. Dengan pola hidup sehat, orang yang mempunyai kelainan tersebut dapat tetap menjalani aktivitasnya secara baik dan sehat. (har/healthline)

Baca juga: Waspadai Penyakit Jantung dengan Membaca Tanda-tanda Berikut

Ayo Tetap Taati Protokol Kesehatan!