medikastar.id
Vaksin yang dipesan oleh pemerintah dari perusahaan Sinovac Biotech Ltd, telah tiba di Indonesia. Jumlah vaksin yang tiba pada hari Minggu (6/12) tersebut adalah 1,2 juta dosis. Lebih lanjut, pada bulan Januari nanti direncanakan bahwa sebanyak 1,8 juta dosis vaksin akan kembali meluncur ke tanah air. Selain itu, perusahaan asal Cina tersebut juga akan mengirimkan bahan baku sebanyak 45 juta dosis. Bahan baku itu akan diproses oleh perusahaan farmasi Indonesia, Bio Farma.
Lantas, sudahkah anda mengenal vaksin yang akan digunakan dalam upaya penanganan Covid-19 di Indonesia ini? Sebelum digunakan nantinya, mari ketahui bersama fakta-fakta tentang vaksin sinovac.
Sebagai pihak yang memproduksi vaksin tersebut, Sinovac Biotech Ltd adalah perusahaan biofarmasi yang berbasis di Cina. Fokus utama mereka adalah penelitian, pengembangan, pembuatan, serta komersialisasi vaksin yang melindungi manusia dari penyakit menular.
Vaksin sinovac termasuk dalam jenis vaksin yang dibuat menggunakan patogen yang tidak aktif. Dengan kata lain, pembuatannya dilakukan dengan menumbuhkan virus di laboratorium yang kemudian dimatikan. Hal serupa juga dilakukan dalam metode pembuatan vaksin polio.
Menilik hal tersebut, dapat diketahui bahwa strategi pembuatan vaksin dari sinovac berbeda dari pengembangan vaksin Covid-19 yang lainnya. Teknologi baru yang digunakan membuat mereka tidak menggunakan DNA dan RNA sebagai kandidat vaksin mereka, melainkan virus hidup yang telah dinonaktifkan.
Proses pembuatan vaksin ini dimulai sejak bulan April lalu yang diawali dengan diterimanya persetujuan dari Administrasi Produk Medis Nasional Cina (NMPA). Dengan persetujuan tersebut, mereka melakukan uji klinis tahap 1 dan 2 di Cina pada bulan yang sama. Uji klinis tersebut bertujuan untuk menentukan tingkat keamanan, toleransi, dosis, serta jadwal pemberian imunisasi pada kandidat vaksin.
Dua bulan kemudian atau pada bulan Juni, Sinovac kembali mengumumkan kabar yang positif. Uji klinis yang dilaksanakan menunjukkan profil imunogenisitas dan keamanan yang menguntungkan. Tingkat serokonversi antibodi penetral berada di atas 90%.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kandidat vaksin yang diuji dapat menginduksi respon imun yang positif. Selanjutnya, uji klinis tahap 3 dilaksanakan di luar Cina atas kerja sama dengan perusahaan lain. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang melalui proses uji coba tersebut pada bulan Agustus lalu.
Pada bulan November, The Lancet menerbitkan penelitian yang menyimpulkan hasil percobaan vaksin sinovac. Dengan mempertimbangkan keamanan, imunogenisitas, dan kapasitas produksi, dosis 3 µg vaksin disarankan guna penilaian kemanjuran dalam uji coba fase 3. Vaksin yang juga disebut sebagai vaksin Coronavac tersebut dikemas dalam bentuk injeksi setengah mililiter.
Mereka pun mengumumkan tentang hasil pengujian tahap 1 dan 2 di Cina yang melibatkan 700 peserta. Dari hasil temuan disampaikan bahwa Coronavac mampu memicu respon antibodi yang cepat dalam waktu 4 minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari.
Selain Indonesia, negara Turki dan Brazil juga menggunakan vaksin asal perusahaan sinovac dalam tindakan penangangan Covid-19 di negara mereka. Dalam Rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan Indonesia menyampaikan bahwa harga yang dipatok untuk vaksin Sinovac di Indonesia berkisar Rp. 200.000.
Diharapkan, upaya pendistribusian dan penggunaan vaksin tersebut dapat berjalan dengan baik. Alhasil, penyebaran Covid-19 dapat dihentikan dan semua negara dapat kembali pulih. (har/pv/bloomberg/detik)
Baca juga: Tetap Tenang, Rantai Distribusi Vaksin Telah Siap

