Gubernur NTT Ajak Masyarakat Optimis dan Positif Hadapi Pandemi Covid-19

medikastar.id

Momentum Ulang Tahun RI tahun ini dirayakan dalam suasana pandemi Covid-19. Situasi ini tidak boleh menurunkan semangat juang dan kerja keras serta kerja cerdas seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat maupun stakeholder lain. Dengan disiplin pada protokol kesehatan dan ikut vaksinasi diharapkan kita bisa keluar dari situasi ini dan meraih impian bersama, yakni NTT Bangkit dan Sejahtera.

Hal itu menjadi salah satu poin pidato Radio Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang dibacakan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-76, Selasa (17/8/2021) lalu.

“Melalui perayaan kemerdekaan ini saya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur di manapun berada, agar meninggalkan ketakutan berlebihan terhadap ancaman Covid-19. Mari kita mulai membangun kepercayaan diri untuk kembali kerja produktif dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Josef.

Josef menegaskan, rasa takut merupakan ‘penyakit’ yang lebih berbahaya dari Covid-19. Jika Covid-19 bisa disembuhkan dengan terapi obat-obatan yang dianjurkan para ahli, ketakutan adalah penyakit yang tidak ada obatnya.

Menurutnya, orang yang dipenuhi rasa takut berlebihan adalah ciri orang yang  hidup tanpa harapan. Mengutip pepatah Arab, Josef berujar: “seseorang yang memiliki kesehatan akan memiliki harapan, dan seseorang yang memiliki harapan, ia akan memiliki segalanya.”

Karena itu, Viktor Laiskodat melalui Josef mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memelihara sikap optimis dan positif untuk melawan virus corona yang berukuran mikro dan tak kasat mata tersebut. Caranya adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak, mencegah kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama, serta mengikuti vaksinasi. Dan yang juga tak kalah penting adalah rasa dan sikap solider satu sama lain.

Ia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTT melalui Gugus Tugas Covid-19 telah melakukan langkah-langkah promosi, pencegahan, penanganan, perawatan dan rehabilitasi kesehatan. Di antaranya adalah  memberdayakan 3 rumah sakit utama rujukan  Covid-19, yaitu RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang, RSUD Dr. T. C. Hillers Maumere dan RSUD Komodo Labuan Bajo, serta 8 rumah sakit first line rujukan di 8 kabupaten dan 11 rumah sakit second line rujukan di 8 kabupaten/kota. Selain itu, kebijakan refocusing dan realokasi anggaran diambil untuk menanganani Covid-19 ini.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terus bekerja simultan serta bersinergi dari waktu ke waktu, termasuk kerja sama dan koordinasi yang Pemimpin Umat dan Lembaga Keagamaan serta kerja keras dan tulus para tenaga medis, perawat, bidan dan tim teknis lainnya untuk memerangi pandemi Covid-19 di Provinsi ini.

Kinerja di Bidang Kesehatan

Pada kesempatan pidato tersebut, Wakil Gubernur juga melaporkan kinerja pembangunan dalam berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan, selain terkait Covid-19, dipaparkan sejumlah perkembangan yang berhasil dibuat pemerintah seperti dalam hal penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), permasalahan gizi pada anak, serta kesehatan ibu dan anak.

Pada tahun 2020 DBD mewabah di sejumlah wilayah di NTT dengan penderita sebanyak 5.949 dan menyebabkan 59 orang meninggal dunia. Angka-angka ini kemudian menurun sampai Juli 2021 dengan jumlah penderita sebanyak 1.328 jiwa dan 9 kematian.

“Kita bersyukur bahwa melalui kerja sama penanganan antara pemerintah dan masyarakat, maka kasus DBD dapat diatasi. Namun yang perlu menjadi perhatian dan pembelajaran bersama bahwa karakter DBD sudah berubah seiring perubahan iklim, di mana kasus DBD tidak bersifat musiman hanya pada bulan Oktober-Desember saja, tetapi dapat terjadi sepanjang tahun. Dengan demikian, tindakan pemberantasan DBD ini harus tetap kita laksanakan secara masif dan terus-menerus,” ujarnya.

Isu kesehatan yang juga menjadi perhatian serius Pemerintah adalah pengentasan permasalahan gizi dengan menekan jumlah balita stunting, wasting dan underweight melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita KEK di 22 Kabupaten/Kota.

Pemerintah Provinsi juga telah menetapkan 8 Aksi Konvergensi dengan 25 indikator komposit, di antaranya indikator gizi spesifik dan sensitif yang digunakan untuk analisa penyebab stunting hingga tingkat desa, termasuk perawatan anak-anak gizi buruk, imunisasi, air bersih dan sanitasi serta akses ke PAUD.

Upaya-upaya ini cukup efektif menurunkan prevalensi balita stunting dari 35,4 persen pada 2018 menjadi 30 persen pada Tahun 2019 dan 24,20 persen pada tahun 2020 serta konsisten penurunan 23,20 persen berdasarkan data stunting periode pertama bulan Februari Tahun 2021.

“Namun, ke depan masih diperlukan kerja sama antara pemerintah, pemangku kepentingan terkait dan masyarakat untuk penurunan yang lebih signifikan dan berkelanjutan,” tegas Josef.

Parameter lainnya berkaitan dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat adalah mengurangi kasus kematian ibu dan bayi di NTT. Kasus kematian ibu pada Tahun 2021 kondisi bulan Juli terdata sebanyak 70 kasus, dan mengalami selisih penurunan 62 kasus dibanding Tahun 2020 sebesar 132 kasus.

“Begitupun dengan kasus kematian bayi pada tahun 2021 kondisi bulan juli terdata 431 kasus, atau berkurang 415 kasus dibandingkan Tahun 2020 sebesar  846 kasus,” ujar Josef Nae Soi.

Perkembangan positif dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya membawa masyarakat NTT keluar dari berbagai persoalan yang selama ini masih membelenggu masyarakat, seperti kemiskinan, kebodohan  dan keterbelakangan.

“Inilah kesempatan terbaik bagi masyarakat NTT untuk bangkit lebih cepat, manakala bangsa-bangsa lain masih bergumul keras mengatasi ancaman virus ini,” ucapnya.

“Kita persiapkan pariwisata  dengan dukungan peternakan, pertanian, perikanan dan produksi kelautan. Kita persiapkan berbagai produk kerajinan, kita dukung industri kecil dan mikro yang ada agar saat pandemi ini berakhir, produk-produk NTT sudah berhasil menjangkau berbagai pasar dan NTT dapat membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang cepat pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” ujar Josef mantap. (adv/*)