medikastar.id
Kehilangan anggota tubuh tentunya menghadirkan penderitaan, trauma, dan depresi yang luar biasa. Tidak jarang mereka yang mengalaminya cenderung menarik diri dari lingkungan dan akhirnya kehilangan harapan hidup.
Lain ceritera dengan sosok yang satu ini. Ansgara Blasius namanya. Pria penyandang disabilitas ini punya ceritera unik. Ia memiliki talenta yang luar biasa di bidang Ortotik Prostetik. Hans, demikian sapaannya, sangat mahir dan telaten dalam urusan pembuatan kaki palsu. Dalam kesehariannya, telah ratusan pasien penyandang disabilitas dibantu olehnya.
Kepada Medika Star, dirinya berceritera bahwa keprihatinan dan kepeduliannya yang tinggi terhadap sesama penyandang disabilitas membuatnya giat dalam pembuatan kaki palsu. Ia sendiri telah merasakan betapa sulitnya beraktifitas tanpa anggota tubuh yang sempurna. Olehnya, kini seluruh perhatiannya dicurahkan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Kemampuan membuat kaki palsu ini saya peroleh setelah saya belajar selama satu setengah tahun di Surabaya,” terangnya.
Ia lanjut berkata, “Proses pembuatan kaki palsu biasanya saya awali dengan mengukur kaki pasien, lalu dilanjutkan dengan pembuatan kaki palsu itu sendiri. Tidak hanya itu, setelah selesai, saya memberikan terapi atau latihan penggunaan kaki palsu tersebut sampai pasien mahir menggunakannya.”
Menurutnya, jika pasien merasa belum nyaman menggunakan kaki palsu yang telah dikerjakan, maka kaki palsu tersebut akan diperbaiki lagi. Proses perbaikan tersebut akan berlanjut hingga pasien merasa nyaman. Selain ahli dalam membuat kaki palsu, Hans juga sering membantu mereparasi kaki palsu yang telah rusak.
Hingga kini, ia telah banyak menangani pasien, baik itu pasien yang berada di dalam wilayah NTT maupun yang datang dari luar wilayah NTT.
“Selama ini orang mengeluarkan biaya besar untuk pergi ke Jawa agar mendapatkan kaki palsu. Padahal di sini, kita layani semua yang membutuhkan dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan kita terapi hingga mahir menggunakan kaki palsu,” tegasnya.
Hans kini berkerjasama dengan Klinik King Care yang berlokasi di Jl. Kedondong No.04, Oebobo, Kota Kupang (depan Gereja Kefas). Para penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki palsu dapat langsung berhubungan dengan klinik ini untuk selanjutnya dibantu oleh Hans.
Sebelumnya, pria asal Maumere ini pernah bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi NTT. Namun, sejak 2013 silam program pembuatan kaki palsu ini tidak lagi berlanjut.
Ia pun berharap agar pemerintah melalui dinas terkait dapat membantu para penyandang disabilitas. “Banyak teman-teman yang ingin memiliki kaki palsu, tetapi tidak bisa. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Kekurangan dana membuat mereka tidak dapat memiliki kaki palsu. Bahkan ada yang kaki palsunya sudah rusak tetapi tidak bisa diperbaiki karena mereka kekurangan dana,” jelas Hans. (*)
Baca Juga: K2S Kupang Gelar Baksos di Kota Soe

