Hari Ginjal Sedunia, Masyarakat Diajak untuk Terapkan Pola Hidup Sehat

Kota Kupang, medikastar.id

Saat ini 50 juta orang di seluruh dunia diperkirakan menderita penyakit ginjal karena berbagai sebab. Penyakit ginjal kronis menyebabkan setidaknya 2,4 juta kematian per tahun dan sekarang menjadi penyebab kematian keenam tercepat.

Data Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi Penyakit Tidak Menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013.

Dalam Riskesdas 2013, secara nasional, prevalensi penyakit ginjal kronis usia di atas 15 tahun berada di angka 0,2 persen atau terdapat 2 orang berpenyakit ginjal di setiap 1000 penduduk. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dalam data Riskesdas 2018, yakni sebesar 0,38 persen.

Terkait Ginjal, di setiap hari Kamis pada minggu kedua di bulan Maret diperingati World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia. Tahun ini, Hari Ginjal Sedunia jatuh pada tanggal 14 Maret 2019 dengan mengusung tema Kidney Health for Everyone and Everywhere.

Klik untuk terhubung dengan dr. Teacher Florist Kupang

Hari Ginjal Sedunia ini digagas oleh the International Society of Nephrology (ISN) dan the International Federation of Kidney Foundations (IFKF) sejak tahun 2006. Peringatan Hari Ginjal Sedunia menjadi momentum bagi semua orang untuk  menyadari pentingnya organ ginjal sebagai salah satu organ ekskresi. Organ ginjal sangat vital dalam mempertahankan fungsi tubuh secara keseluruhan (homeostasis). Oleh karena itu, memelihara kesehatan ginjal merupakan sesuatu yang penting.

Tahun ini, Hari Ginjal Sedunia ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan semakin tingginya beban penyakit ginjal di seluruh dunia dan perlunya strategi untuk pencegahan dan manajemen penyakit ginjal.

Kesehatan Ginjal Untuk Siapapun Di Manapun menyerukan perlindungan kesehatan universal untuk pencegahan dan pengobatan dini penyakit ginjal.

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia, Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit gagal ginjal.

Sebagaimana dilansir oleh laman gatra.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, M.Kes menghimbau masyarakat untuk mencegah faktor risiko penyebab terjadinya penyakit ginjal. Caranya ialah dengan menjaga pola hidup sehat, terutama memperhatikan makanan yang selama ini dikonsumsi.

Dijelaskan olehnya, Rabu (13/03/19), bahwa untuk mengendalikan penyakit ginjal, pola makan harus dijaga. Munculnya makanan cepat saji yang mudah dipesan secara online juga dapat menyebabkan penyakit ginjal.

“Perhatikan juga komposisi di dalam makanan. Salah satunya mengurangi garam. Sebenarnya, garam yang kita butuhkan dalam sehari hanya sebanyak satu sendok teh,” tutur Cut.

Selain menjaga makanan, upaya terhadap layanan kesehatan juga sedang digalakkan hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Pemerintah melakukan pelatihan kader-kader di setiap Puskesmas setempat. (*/ens/gatra)

Baca Juga: Pentingnya Membangun Rantai Nilai