medikastar.id – Hari Kopi Nasional 2020 jatuh pada tanggal 11 Maret. Peringatan hari kopi nasional mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia memiliki berbagai macam jenis kopi yang berkualitas dan mendunia. Selain terkenalnya kopi dari Indonesia, penggemar kopi di dalam negeri terbilang cukup banyak.
Kopi sangat digemari karena memiliki rasa yang unik dan manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, manfaat tersebut akan muncul ketika kopi dikonsumsi dengan cara yang baik. Sebaliknya, mengonsumsi kopi dengan cara yang tidak benar akan mendatangkan dampak negatif bagi tubuh.
Kopi adalah minuman yang dihasilkan dari biji kopi yang disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk, kemudian diseduh. Terdapat beberapa zat yang terkandung di dalam kopi. Zat-zat tersebut antara lain kafein, antioksidan, diterpen, ochratoxin A, akrilamida, dan furan. Di dalam kopi juga terkandung beberapa mikronutrien seperti sodium, potasium, magnesium, mangan, riboflavin, dan niasin.
Zat-zat dan nutrisi tersebut akan membawa dampak positif bagi tubuh jika kopi diminum dengan cara yang tepat. Manfaat yang dapat diperoleh dari meminum kopi antara lain membantu melindungi tubuh dari diabetes tipe 2. Pada tahun 2014, para peneliti mengadakan study pada 48.000 orang. Hasil yang ditemukan adalah orang-orang yang meminum kopi paling sedikit satu cangkir setiap hari, memiliki risiko lebih rendah sebesar 11% terhadap diabetes tipe 2.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit parkinson. Parkinson adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf dan membuat penderita sering mengalami tremor.
Studi tersebut melibatkan kelompok orang yang meminum kopi sebanyak 4 cangkir atau lebih setiap hari. Hasilnya, ditemukan bahwa mereka memiliki risiko 5 kali lipat lebih rendah terhadap penyakit tersebut. Meski begitu, perlu pembuktian secara lebih mendalam untuk memastikan hal ini.
Para peneliti dari Italia juga menemukan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko terkena kanker hati sebesar 40%. Beberapa hasil penelitan yang lain menyebutkan bahwa meminum 3 cangkir kopi setiap hari akan menurunkan risiko kanker hati sebesar 50%.
Selain itu, kopi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah study yang dilakukan pada tahun 2012 menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang atau sebanyak dua porsi perhari, akan membuat tubuh terlindungi dari gagal jantung. Sedangkan, sebuah meta-analisis pada tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi kafein memiliki sedikit manfaat bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Untuk memaksimalkan manfaat yang diterima dari kopi, alangkah baiknya minuman ini dikonsumsi sesuai dengan aturannya. Kafein sebaiknya tidak dikonsumsi pada jam 2 hingga 3 sore. Meminum kopi pada waktu sore dinilai dapat mengganggu waktu tidur.
Kopi yang hendak diminum, disarankan untuk tidak ditambahkan dengan gula. Biasanya, untuk menghindari rasa pahit kopi, gula ditambahkan dalam jumlah banyak. Padahal, jumlah fraktosa yang tinggi pada gula dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes. Jadi, jika ingin ditambahi pemanis, gunakanlah pemanis alami seperti stevia.
Konsumsi kopi juga alangkah baiknya dibatasi atau tidak dalam jumlah yang berlebihan. Secara umum, jumlah konsumsi kopi yang disarankan adalah 1,1mg per pon (2,5mg per kg) berat badan perhari. Saran lainnya mengatakan bahwa secangkir kopi mengandung kira-kira 95mg kafein. Jadi, rata-rata konsumsinya adalah sebanyak 2 cangkir setiap hari untuk seseorang dengan berat badan 80kg.
Namun, ada juga yang menyatakan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah yang jauh lebih tinggi (400-600 mg) per hari atau sekitar 4-6 cangkir tidak memiliki efek samping. Oleh karena itu, konsumsi kopi juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Meminum kopi secara berlebihan dan tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko fraktur tulang pada wanita. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa kopi tidak aman dikonsumsi bagi wanita yang sedang hamil. Faktanya, konsumsi kopi yang banyak pada masa kehamilan memiliki kaitan dengan keguguran, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur.
Konsumsi kafein dengan kadar tinggi juga akan membuat kesehatan mental terganggu dan mengalami anxiety. Sebuah study pada tahun 2016 menemukan bahwa konsumsi tinggi kafein di masa remaja dapat membuat otak mengalami perubahan permanen. Peneliti juga mengungkapkan bahwa gangguan kecemasan juga akan meningkat.
Selanjutnya, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi bersama makanan berat. Minum kopi bersama makanan berat dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas. Penyebabnya adalah zat besi yang terdapat pada makanan akan terikat oleh kafein dari kopi. Akibatnya, tubuh tidak dapat menyerap zat besi dari makanan. Oleh karena itu, konsumsi kopi harus dilakukan 2 jam sebelum atau sesudah makan.
Bagi anak-anak, kopi sebaiknya dihindari. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Cairan lambung dan suhu tubuh juga dapat diubah oleh kafein. Hal tersebut akan membuat anak mengalami gangguan tidur dan peningkatan kecemasan.
Konsumsi kopi secara tidak tepat dapat merugikan tubuh. Sebaliknya, dengan mengetahui cara konsumsi kopi secara baik, maka manfaat dari kopi akan lebih terasa oleh tubuh. Dengan meminum kopi secara sehat, tubuh akan menjadi lebih semangat dan terhindar dari berbagai penyakit. Selamat Hari Kopi Nasional 2020, Selamat Menikmati Kopimu, Healthies!

Baca juga: Manfaat Musik bagi Kesehatan

