medikastar.id – Hari Perawat Nasional 2020 jatuh pada hari ini, tanggal 17 Maret. Tema yang diangkat dalam peringatan hari perawat tahun ini adalah “Perawat Hebat Rakyat Sehat”. Perayaan ini bertujuan untuk memperingati terbentuknya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) 46 tahun yang silam.
Profesi sebagai perawat merupakan suatu tugas yang dikatakan mulia. Hal ini dikarenakan perawat selalu berhadapan langsung guna menangani pasien yang sedang sakit. Sebagai salah satu ujung tombak dalam upaya kuratif, perawat dituntut memiliki panggilan jiwa dalam menjalankan banyak tugas yang diembannya.
Secara umum, perawat adalah sebuah profesi yang fokus dalam pelayanan perawatan individu hingga komunitas. Profesi ini memiliki tujuan untuk mencapai, memelihara, dan menyembuhkan pasien secara optimal. Sementara itu, menurut UU No. 38 Tahun 2014, keperawatan diartikan sebagai kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat yang berada dalam keadaan sakit maupun sehat.
Jika berbicara mengenai sejarah perawat, maka nama Florence Nigthtingale akan muncul. Wanita ini merupakan pelopor perawat modern yang sangat berjasa pada masa perang Krimea di Rusia tahun 1854.
Saat perang tersebut, ia tak mengenal rasa takut dalam mengumpulkan korban perang yang terluka untuk dirawat. Pada waktu mengumpulkan para korban, ia juga selalu membawa lampu sebagai penerang jalannya. Oleh karena itu, ia sering dijuluki “Bidadari Berlampu” atau The Lady with The Lamp.
Hal tersebutlah yang kemudian menjadi inspirasi bagi dunia barat dalam hal pendidikan keperawatan. Hingga sekarang, dunia keperawatan sudah berkembang sangat pesat. Perawat atau ners yang berkompeten perlu memiliki berbagai macam kemampuan agar bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.
Perawat memiliki beberapa peran dan tanggungjawab harian yang harus dikerjakan. Tugas-tugas tersebut antara lain melakukan pemeriksaan fisik dan mengikuti riwayat kesehatan pasien secara terperinci. Selanjutnya, perawat perlu mendengarkan keluhan pasien guna menganalisis kebutuhan fisik dan emosional mereka.

Pemberian penyuluhan dan pendidikan perawatan kesehatan juga perlu diberikan perawat kepada pasien, serta keluarganya. Perawat juga perlu melakukan koordinasi perawatan dengan penyedia layanan kesehatan dan spesialis lainnya. Memperhatikan pemberian obat, ambil darah, tanda-tanda vital, serta tes kesehatan lainnya pada pasien juga tidak boleh terlewatkan.
Perawat juga memiliki tanggungjawab untuk menginventarisasi permasalahan dalam tugasnya. Yang tak kalah pentingnya, perawat juga bertugas untuk mengevaluasi kinerja dan tugasnya, serta membuat rencana tindak lanjut.
Untuk menjalankan semua peran dan tanggungjawab tersebut, perawat harus memiliki kemampuan yang baik. Beberapa kemampuan yang harus dikuasai seorang perawat adalah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, penyelesaian masalah, berpikir secara kritis, dan yang terpenting adalah penguasaan teknis di bidang medis. Selain itu, seorang perawat juga bisa memperlengkapi diri dengan skill lain yang dapat menunjang tugasnya.
Pengetahuan dan kemampuan yang cukup sebagai seorang perawat yang berkompeten bisa diperoleh dengan menempuh pendidikan di bidang keperawatan. Di Indonesia, terdapat empat jenis Pendidikan keperawatan.
Yang pertama adalah pendidikan vokasi. Pendidkan ini ditempuh dalam waktu tiga tahun untuk mendapatkan gelar ahli madya keperawatan (Amd.Kep). Yang kedua adalah Pendidikan professional yang ditempuh selama empat tahun dengan gelar sarjana keperawatan atau S.Kep.
Yang ketiga adalah pendidikan master dan spesialis. Pendidikan ini merupakan jenjang lanjutan setelah seseorang telah memiliki gelar sarjana keperawatan. Spesialisasi yang dapat dipelajari adalah keperawatan anak, jiwa, maternitas, medikal bedah, dan keperawatan komunitas. Yang keempat adalah Pendidikan doktoral. Pendidikan ini ditempuh untuk melakukan riset mengenai keperawatan.
Selain pentingnya terbina dalam pendidikan kesehatan, seorang perawat juga harus memiliki panggilan jiwa atau passion dalam melakukan tugasnya. Dengan panggilan jiwa atau passion, seorang perawat dapat menjalankan tugasnya dengan hati yang tulus.
Banyak sekali kisah inspiratif yang telah dilakukan oleh para perawat. Salah satu contoh yang dikisahkan dari Reader’s Digest adalah tentang seorang wanita bernama Julie Steroy Nixon. Ia merupakan perawat dari Rumah Sakit Presbyterian UPMC di Pittsburgh. Sesaat setelah resepsi pernikahaannya, dalam masa cuti, harusnya Julie tak memusingkan tugasnya dan bersenang-senang.
Namun, saat berada di hotel, ia mendengar teriakan resepsionis dan orang-orang yang memanggil dokter. Ia lalu bergegas dan mendapati seorang wanita di tempat duduk yang hampir tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi. Ia lalu melakukan tindakan pertolongan dengan menggunakan gaun pernikahannya. Akhirnya wanita tersebut dapat selamat.
Selain Julie, ada juga kisah inspiratif perawat dari Indonesia yang bernama Linda Neta S. Ia adalah perawat Ponkesdes jiwa yang bertugas merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dikutip dari timesindonesia.com, selama bertahun-tahun ia selalu sabar menangani pasien ODGJ yang berada di Ponorogo. Ia kerap kali harus menenangkan pasien yang melempar kendaraan atau orang yang berada di jalan.
Linda beserta teman-temannya lalu berusaha memperjuangkan pendirian posyandu jiwa pada kepala desa setempat dan kepala puskesmas. Perjuangannya pun berbuah manis dengan disetujuinya usul tersebut.
Selain Julie dan Linda, masih banyak lagi perawat yang melakukan tugasnya dengan luar biasa. Terlebih lagi, di masa pandemi virus seperti seperti sekarang, perawat adalah salah satu tenaga medis yang berdiri paling depan dalam menangani banyaknya pasien yang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa profesi perawat sangat luar biasa.
Perawat adalah profesi mulia yang membutuhkan banyak kemampuan serta ketulusan. Dengan adanya panggilan nurani dan semangat juang yang tinggi, perawat dapat menolong banyak orang untuk mendapatkan kesembuhan dan memiliki tingkat kesehatan yang optimal. Selamat Hari Perawat Nasional 2020! Perawat Hebat Rakyat Sehat! (har)
Baca juga: Sisi Lain Pandemi Global Corona

