Hasil Swab 4 dari 8 Pasien Covid-19 Cluster Sukabumi Tunjukan Tanda Negatif

Kota Kupang, medikastar.id

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Mere, M.Kes didampingi oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada media, Sabtu (09/05/20) melaporkan bahwa 4 orang dari 8 orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 di NTT yang berasal dari cluster Sukabumi menunjukan tanda negatif covid-19 usai dilakukan pemeriksaan swab. Sampel swab tersebut diperiksa di laboratorium PCR RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.

“Pada tahap awal kita lakukan pemeriksaan untuk 24 sampel swab dan untuk diketahui, pemeriksaan kita prioritaskan kepada sama saudara kita dari cluster Sukabumi. Di moment ini saya akan laporkan perkembangan dari pemeriksaan sampel swab yang ada. Sebagaimana kita ketahui bahwa dari 8 yang positif covid-19, hasil pemeriksan sampel swab, 4 orang negatif, yang 4 (lainnya) masih positif,” katanya.

“Saat ini semuanya masih dalam penanganan perawatan dan semua kondisinya stabil dan diberikan pengobatan seusia dengan standard atau tata laksana pengobatan covid-19,” sambung drg. Dominikus.

Menurutnya, 4 pasien tersebut akan kembali dilakukan pengambilan sampel swab berikutnya untuk diperiksa kembali. Apabila sudah 2 kali pengambilan sampel swab dan hasilnya tetap negatif, maka yang bersangkutan sudah dapat dipulangkan.

“Untuk 4 saudara kita yang negatif tersebut kita akan lakukan lagi pengambilan swab berikutnya dan manakala sudah 2 kali pengambilan swab dan hasilnya negatif maka sudah dapat dipulangkan,” tegasnya.

Selajutnya drg. Dominikus juga melaporkan bahwa dari hasil pemeriksaan sampel swab untuk cluster Sukabumi diketahui bahwa 1 orang lagi yang menunjukan tanda positif covid-19.

“Oleh karena itu khusus untuk cluster sukabumi dari total 8 bertambah 1 menjadi 9,” katanya.

Oleh karena itu, drg. Dominikus menekankan bahwa untuk saat ini hal yang paling penting untuk dilakukan ialah pengkombinasian dalam penanganan covid-19 dan fokus pada deteksi dini dan upaya pencegahan.

“Kita tidak inginkan ada transmisi lokal baik di kupang maupun di NTT,” tegasya.

Sementara itu, berkaitan dengan laboratorium PCR RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, dirinya menjelaskan bahwa mesin PCR real time yang ada di RSUD tersebut merupakan mesin yang pada awalnya digunakan untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Mesin tersebut telah dilakukan beberapa penambahan komponen dan modifikasi untuk digunakan dalam pemeriksaan covid-19.

“Karena itu perlu dilakukan adaptasi di sana-sini dan dilakukan penambahan komponen perawatan. Karena itu pada tahap awalnya kita tentu tidak menjalankannya dengan kekuatan maksimal, dalam hal ini 94 sampel sekaligus atau 48 sampel sekaligus,” ungkap mantan direktur RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang tersebut. (*/Red)

Video: A Short Movie-Cegah Corona

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=mTuwdCQv8oQ[/embedyt]