Kota Kupang, medikastar.id
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT bersama Dapur Kelor Indonesia menghadirkan minum Haydrink berbahan kelor di NTT. Haydrink memiliki 10 varian rasa yang bisa dipesan secara online melalui grab food.
Haydrink merupakan wujud dukungan Dekranasda NTT terhadap mimpi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk menjadi kelor sebagai pangan yang mampu memenuhi gizi masyarakat. Minum sehat ini dilaunching serentak pada Jumat (24/9/2021).
Selain bisa dipesan secara online, Haydrink tersedia di 19 booth yang tersebar di Kota Kupang. 19 booth ini menjadi pilot Project pengembangan minuman bermerek Haydrink ini.
Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat melalui rilis yang diterima medikastar.id menyebutkan, tidak menutup kemungkinan Haydrink akan hadir diberbagai Kota di NTT. Hal ini melihat potensi kelor yang besar di NTT dan kandungan kelor yang sangat bergizi.
“Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh Program Bapak Gubernur NTT untuk mengembangkan Kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera. NTT dengan 3026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik,” kata Julie.
Kelor di NTT sendiri berdasarkan hasil penelitian, merupakan kelor terbaik nomor dua di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol. Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit.
Selain untuk pengembangan, kehadiran kelor dalam bentuk minuman memberikan lapangan kerja baru, terutama kaum milenial. Tidak hanya sebagai lapangan kerja, para milenial pun dapat meningkatkan kecakapan mereka dalam berbisnis.
Para milenial yang bekerja pada 19 booth di Kota Kupang, tidak sekedar sebagai pekerja. Mereka adalah owner pada masing-masing booth.
Maria Bataona, owner pada booth Haydrink di Oebufu, tidak jauh dari Asrama Haji menjelaskan, mereka mendapatkan pelatihan pengelolaan minuman berbahan kelor tersebut dari Dekranasda dan Dapur Kelor Indonesia.
“Pelatihan dilakukan selama 3 kali pertemuan. Karena pengelolaannya tidak terlalu rumit,” kata Maria saat ditemui di boothnya.
Mahasiswa jurusan Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang itu mengungkapkan, dirinya tertarik untuk menggeluti bisnis Haydrink karena berbahan dasar kelor. Menurutnya, dengan menekuni usaha tersebut, petani yang membudidayakan kelor bisa terbantu juga.
Selain itu, kelor memiliki banyak kandung gizi. Kandungan itu, kata Maria, bisa membantu anak-anak untuk bebas dari stunting.
Menurutnya, untuk mendapatkan Haydrink dengan berbagai pilihan varian rasa, cukup merogoh kocek Rp. 18 ribu. Meski dibandrol dengan harga yang terbilang sedikit mahal untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, pelanggan tidak akan kecewa sebab akan mendapatkan banyak manfaat dari kelor.
“Harganya Rp. 18 ribu. Harga itu kami sudah membantu para petani kelor,” kata Maria.
Adapun varian Haydrink yang bisa dinikmati yakni, Moringa Moccacino, Moringa Sweet Oreo, Moringa Ginger, Moringa Hazelnut dan Moringa Taro. Ada juga varian rasa Moringa Strawberry, Moringa Redvelvet, Moringa Capuccino, Moringa Tiramisu dan Moringa Sweet Ori.
Maria tidak sendiri. Maria bersama seorang temannya bernama Ragil Saubaki, yang juga mahasiswa jurusan Farmasi. Mereka berdua berjaga bergantian agar perkuliahan mereka pun tidak terganggu.

