HIBGABI Gelar Seminar dan Workshop Peran Perawat dalam Penanganan Kegawatdaruratan

Kota Kupang, medikastar.id

Menjadi seseorang yang profesional, tanggap cepat dan tepat dalam dalam menangani kegawatdaruratan merupakan hal yang tidaklah mudah. Olehnya, Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT menggelar seminar dan workshop khusus terkait hal ini.

Kegiatan tersebut mengangkat tema, “Bencana dan Potensi Bencana serta Peran Perawat dalam Penanganan Kegawatdaruratan.” Berlangsung di aula prodi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabtu (29/09/18), seminar dan workshop ini dihadiri oleh ratusan peserta.

Hadir pada saat itu Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus; dan Ketua PPNI NTT, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep. Ketua HIPGABI NTT, Dominggos Gonsalves, S.Kep.,Ns.MSc.,AIFM pun turut hadir. Selain itu, hadir pula perwakilan Basarnas, perwakilan PMI Kota Kupang, dan juga para perawat peserta seminar.

Ketua PPNI NTT, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep kepada media ini menjelaskan bahwa tugas utama dari PPNI adalah membina dan meningkatkan keterampilan anggotanya serta menjaga martabat profesi.

“Kegiatan pada hari ini dikhususkan bagi mahasiswa keperawatan dan semua perawat tanpa terkecuali,” tutur Aemilianus.

Terkait salah satu hal yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), Aemilianus menegaskan bahwa setiap perawat harus mempunyai sertifikat BTCLS tersebut.

Suasana seminar dan workshop HIBGABI

Selain itu, ia juga berharap agar pengetahuan dan kompetensi seperti ini harus terus diupgrade oleh para perawat. Sehingga pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki oleh perawat tersebut bisa lebih berkembang dari waktu ke waktu.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya ditujukan bagi para perawat saja, tetapi juga masyarakat, mengingat NTT merupakan daerah rawan bencana. Sehingga dengan memiliki bekal pengetahuan, masyarakat dapat cepat tanggap dalam memberikan pertolongan pertama pada saat bencana secara cepat dan tepat,” jelas Aemilianus.

Sementara itu, ketua HIPGABI NTT, Dominggus Gonsalves, S.kep, NS, Msc, Alfm, kepada Medika Star menjelaskan bahwa HIPGABI baru terbentuk kurang lebih 3 tahun. Sehingga, belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang organisasi profesi yang bernaung di bawah PPNI ini.

Dijelaskan bahwa dalam kiprahnya, HIPGABI bisa membantu memberikan informasi dan juga pelatihan kepada para tenaga kesehatan dan juga masyarakat luas tentang cara memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan secara baik dan benar.

Terpantau kegiatan ini berjalan dengan penuh semarak. Para peserta nampak antusias mengikuti pemaparan materi dari para narasumber dalam kegiatan tersebut. (*fit/red)

Baca Juga : Meriah! Perayaan HUT Ke-10 FK Undana, “Beyond Decade to Dedicate”